KETIKA LUNI DIDAPUK MEMIMPIN FKKMI

Jumat, 01 Februari 20190 komentar


KETIKA LUNI DIDAPUK MEMIMPIN FKKMI

Pada akhirnya, proses demokrasi Munas FKKMI ke-16  yang dilangsungkan di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat melahirkan satu keputusan dimana Luni Nanda didapuk untuk memimpin jalannya FKKMI untuk periode 2019-2020.  Penulis mengetahui  hal ini saat Luni berkirim WA pukul 05.04 Wib yang berisi  gambar Luni dan Mas Eka memegang spanduk FKKMI dengan caption “alhamdulillah”. “selamat ya luni....semoga menjadi media belajar yang akan semakin memperluas karya dan capaian luni...juga perluasan area ibadah....aaaamiin. Segera temuin pesaing...sampaikan minimal  2 (dua)  hal : (1) permohonan maaf bila ada hal yang kurang berkenan dihati  sepanjag proses dan: (2) mohonkan daya dukung darinya dengan tulus dan rendah hati”, respon ku atas kabar itu.


Aku tidak mengerti bagaimana proses pemilihannya berlangsung, apakah menggunakan sistem vote atau dengan musyawarah untuk mufakat. Aku pun sengaja tidak bertanya  tentang bagaimana seru atau mencekamnya proses perhitungan suara berlangsung Aku pun tidak coba mengulik bagaimana proses meraih dukungan dan bagaimana pula negosiasi berlangsung hingga bertemu kalimat “sepakat untuk mendukung”. Biarlah itu menjadi   dinamika yang menambah memory mereka sendiri sebagaimana aku pun pernah mengalami hal serupa sekitar 23 (dua puluh tiga)  tahun lalu. Setiap zaman pasti  memiliki kisahnya sendiri.  Namun satu hal yang kuyakini, semua hal yang berlangsung sejak awal sampai tergelarnya pemilihan, pasti menjadi media pembelajaran yang menarik dan juga menjadi pengalaman luar biasa yang semakin mematangkan kader-kader kopma di tanah air, khususnya yang terlibat langsung di ajang Munas.   

Terpilihnya Luni Nanda  pun menjadi penanda usainya masa tugas Bung Eka Setya Dian Anggriawan, Nabila, Nazar, Karim, Saddam  dan pengurus lainnya. Apresiasi, ucapan terima kasih dan pengormatan tinggi layak disematkan pada mereka yang sudah mendedikasikan diri mengawal dan berjuang atas nama FKKMI. Disana pasti begitu banyak pengorbanan, waktu, fikiran, tenaga dan bahkan mungkin urusan study yang terbengkalai karenanya.  Capaian keren yang sudah mereka torehkan pantas menjadi catatan emas dan menjadi tauladan bagi para punggawa FKKMI periode berikutnya. Secara formal, Bung Eka Cs akan meninggalkan FKKMI, namun secara moral mereka tidak akan pernah menanggalkan FKKMI dengan segenap perjuangannya. Mereka pasti hadir disetiap tanya memerlukan jawab kala sukseseor mereka melanjutkan hal-hal hebat yang telah berhasil mereka torehkan.     

Kini, FKKMI mendapuk Luni Nanda menjadi pemimpin. Ada 2 (dua) agenda awal yang tidak bisa menunggu waktu, yaitu; (i)  konsolidasi anggota FKKMI pasca munas, khususnya usai session pemilihan yang tentunya menyisakan rasa beragam dan; (ii) menyusun kabinet yang akan membantu luni mewujudkan visi dan misi yang sudah dia paparkan ke segenap peserta munas. Satu hal yang menjadi catatan, formasi kabinet bukan hanya soal keterwakilan wilayah atau proporsi kelompok pendukung saja, tetapi juga harus memperhatikan dan mempertimbangkan kapasitas dan integritas terhadap hal-hal besar yang akan diperjuangkan.  2 (dua) hal ini menjadi sangat urgent agar kepengurusan baru memiliki modal awal yang baik dalam bekerja, yaitu iklim kondusif yang bermakna daya dukung penuh segenap anggota dan kepengurusan yang capable .

Sebagai catatan akhir dari tulisan ini, luni dan kabinetnya mungkin me-refresentasikan figur yang layak dan siap untuk berjuang untuk FKKMI. Namun demikian, mereka bukanlah sinterklas yang akan menyajikan layanan untuk siap di enyam oleh anggota FKKMI. Kesuksesan mereka juga sangat tergantung seberapa besar respon tepat dan daya dukung anggota dari setiap program yang akan dijalankan, sebab koperasi adalah tentang ke-kita-an dimana setiap orang memiliki peran dan tanggungjawab yang terhubung dan saling mempengaruhi.  

NB : 
tulisan terkait......   klik disini
tulisan tentang luni beberapa bulan sebelumnya ..... klik disini


Purwokerto, 02 Februari 2019. 

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved