Lanjutan dari tulisan (klik disini).....
ternyata tidak butuh waktu lama bagi luni untuk mencapai lokasi kami. Luni pun
hadir di resto hotel Puri Katulistiwa dimana aku, om firdaus dan Tante Heira
tengah asik membincang perwajahan koperasi Indonesia khususnya kaum milinial. Setelah
luni menyalami kami. Akupun berinisiatif mengajak luni ke meja sebelah agar bisa lebih fokus berdiskusi dengan luni.
“Pak, saya ingin mendapat pencerahan dan gagasan untuk memperkaya referensi dalam menyusun perwajahan FKKMI di periode berikutnya. Mumpung bapak belum pulang, jadi Luni memanfaatkan moment ini untuk memperoleh motivasi dan juga inspirasi, walau kita sering bertukar fikir via WA. Sejujurnya, saya ada rencana maju menjadi Sekjen FKKMI lewat munas ini. Namun, saya tegaskan bahwa saya meminta waktu bapak bukan untuk memohon dukungan, tetapi ingin mendapatkan pencerahan dan sekaligus meng-uji visi & misi yang sudah saya susun dan akan presentasikan di proses pencalonan nanti”, ungkap Luni dalam prolognya.
“Pak, saya ingin mendapat pencerahan dan gagasan untuk memperkaya referensi dalam menyusun perwajahan FKKMI di periode berikutnya. Mumpung bapak belum pulang, jadi Luni memanfaatkan moment ini untuk memperoleh motivasi dan juga inspirasi, walau kita sering bertukar fikir via WA. Sejujurnya, saya ada rencana maju menjadi Sekjen FKKMI lewat munas ini. Namun, saya tegaskan bahwa saya meminta waktu bapak bukan untuk memohon dukungan, tetapi ingin mendapatkan pencerahan dan sekaligus meng-uji visi & misi yang sudah saya susun dan akan presentasikan di proses pencalonan nanti”, ungkap Luni dalam prolognya.
“Terlepas dari segala
kekurangannya, saya sangat meng-apresiasi kinerja dan capaian kepengurusan
periode yang akan berakhir di Munas ini. Mereka sukses menggelar berbagai event
yang melibatkan dan memberdayakan segenap anggota. Mereka juga berhasil membangun jejaring yang saling
menguatkan, baik dengan para senior, lintas organisasi dan juga kementrian. Semua itu mereka lakukan tanpa
menghilangkan pemikiran kritis mereka seputar dunia koperasi. Hubungan
strategis yang terbangun pun telah membawa FKKMI pada level yang sangat layak untuk dihormati.
Saya juga katakan pada Mas Eka saat diskusi tadi pagi bahwa tantangan FKKMI di
kepengurusan periode berikutnya adalah mempertahankan dan bahkan meningkatkan.
Ini tentu bukan pekerjaan mudah. Untuk itu, melalui mas eka, saya meminta para pengurus
di periodesasi Mas Eka Cs berkenan merawat spirit dan terus mendorong
pengembangan kreativitas untuk meluaskan makna keberadaan FKKMI dalam lingkar gerakan koperasi di tanah air”, Ungkap Bung Arsad merespon prolog Luni.
“Sementara itu, tentang FKKMI ke depan, saya berharap terbangun kolaborasi 3
in 1, yaitu ; karya; pemikiran dan aliansi strategis. Terlepas siapapun yang
akan terpilih, saya berharap 3 (tiga) hal ini menjadi fokus pengembangan FKKMI ke depan. Pada pemikiran, FKKMI harus terus melakukan telaah realitas, membangun pembacaab kritis dan megembangkan gagasan konstruktif , baik berbasis masalah maupun penciptaan iklim
yang lebih berpengharapan bagi peningkatan kualitas perwajahan koperasi Indonesia. Kesan
ini harus kuat pada FKKMI mengingat basis massanya adalah kaum muda intelektual
berstatus mahasiswa yang terhimpun dalam kopma. Pada karya, FKKMI harus fokus
membangun ke-seksi-an koperasi bagi generasi milenial. Untuk itu, start up kaum milenial di lingkar Kopma perlu terus di dorong agar menemukan titik optimumnya. Pada basis aliansi strategis, FKKMI perlu
meningkatkan komunikasi strategis dengan berbagai organisasi dan institusi, baik
dalam tujuan sosialisasi kooperasi versi milenial maupun dalam upaya membangun daya dukung
atas tema-tema yang sedang diperjuangkan FKKMI. Ketiga hal ini juga perlu diikuti
dengan publikasi yang terkemas modern dan mudah diakses siapa saja. Ini bukan
saja untuk kepentingan keterbangunan citra lembaga, tetapi juga sebagai bahan keren untuk
berkomunikasi dengan berbagai pihak”, lanjut Bung Arsad.
Sekedar untuk wawasan saja, saya
juga ingin sedikit membahas tentang kepemimpinan. Ini bukan tentang mendukung
atau tidak mendukung rencana Luni ikut mencalonkan diri sebagai Sekjen FKKMI. Saya hanya mau tegaskan bahwa seorang pemimpin
itu terbentuk lewat 2 (dua) pilihan cara, yaitu; (i) terbentuk
dari hasil proses atau perjalanan waktu dan; (ii) hasil berkompetisi.
Pada cara yang pertama, pemimpin itu tersemat sebagai bentuk jujur dan apresiasi banyak pihak atas ketekunan dan ketulusan dalam memperjuangkan sesuatu yang dia yakini. Terkadang dia terpaksa menikmati cemoohan karena memilih jalan sepi, namun keyakinan menuntunnya pada capaian yang pada akhirnya melahirkan satu pengakuan yang terus meluas seiring tumbuhkembangnya karya. Pada titik ini, capaian menjadi mesin reputasi dan kepemimpinan pun datang dengan sendirinya sebagai hadiah dari kesabaran dan keuletan men-tahapi setia[ dinamika. Pada cara kedua, memenangkan kompetisi dari ruang kepemimpinan yang tengah kosong. Dalam cara ini, Seringkali face to face tidak terhindarkan demi memenangkan sebuah pertarungan sengit. Sebagian mengandalkan optimisme nya bahwa para voter akan mendukung penuh visinya dan sebagian lainnya memilih melakukan komunikasi strategis yang berujung pada kolaborasi & distribusi peran. Semoga penjelasan singkat ini menjadi bahan perenungan buat Luni dalam menjalankan niat untuk maju dalam pemilihan Sekjen FKKMI nanti.
Pada cara yang pertama, pemimpin itu tersemat sebagai bentuk jujur dan apresiasi banyak pihak atas ketekunan dan ketulusan dalam memperjuangkan sesuatu yang dia yakini. Terkadang dia terpaksa menikmati cemoohan karena memilih jalan sepi, namun keyakinan menuntunnya pada capaian yang pada akhirnya melahirkan satu pengakuan yang terus meluas seiring tumbuhkembangnya karya. Pada titik ini, capaian menjadi mesin reputasi dan kepemimpinan pun datang dengan sendirinya sebagai hadiah dari kesabaran dan keuletan men-tahapi setia[ dinamika. Pada cara kedua, memenangkan kompetisi dari ruang kepemimpinan yang tengah kosong. Dalam cara ini, Seringkali face to face tidak terhindarkan demi memenangkan sebuah pertarungan sengit. Sebagian mengandalkan optimisme nya bahwa para voter akan mendukung penuh visinya dan sebagian lainnya memilih melakukan komunikasi strategis yang berujung pada kolaborasi & distribusi peran. Semoga penjelasan singkat ini menjadi bahan perenungan buat Luni dalam menjalankan niat untuk maju dalam pemilihan Sekjen FKKMI nanti.
“ Saya hanya berdoa semoga Tuhan akan memberikan yang terbaik". Luni juga harus siap mental, baik menang ataupun kalah. Satu hal yang saya minta, andai hal terburuk yang terjadi dimana Luni tidak terpilih, maka jangan lah hal ini menjadi penyebab luni meninggalkan medan juang mulia yang masih memerlukan konsistensi para pejuangnya”, pungkas Bung Arsad.
Catatan penting :
tulisan ini di susun diatas kereta menuju pulang ke kota kelahiran koperasi, Purwokerto. Tulisan ini bukan untuk mendukung atau menolak siapapun yang sedang berniat mencalonkan diri di ajang munas FKMMI, termasuk Luni. Kalau kemudian judul tulisan ini memakai nama "luni", hal ini hanya kebetulan kehadiran luni mengajak diskusi telah meng-inspirasi lahirnya tulisan ini. Sebagai catatan akhir, , tulisan ini disemangati oleh keinginan kuat untuk memberikan satu pencerahan kepada pembaca, khususnya adek-adek aktivis kopma dari seluruh Indonesia yang tengah berada di arena FKKMI di Jatinangor, Sumedang, Prop. Jawa barat.
Semoga tulisan sederhana ini mendatangkan hikmah dan tidak dibaca dari sudut lain yang memang tidak terbenak pada diri penulis.
Posting Komentar
.