Ketika Barisan Muda Gila
Koperasi Berkumpul...
Ada perasaan haru, bahagia,bangga dan optimis
mendapati barisan muda begitu bersemangat adu argumen satu sama lain. Mereka
saling berebut kesempatan atau persetujuan dari pimpinan sidang mengemukakan pendapatnya atas suatu hal yang sedang dibahas. Mereka mencoba memberi warna,
sebagaian begitu ngotot menguji cobakan nalar kebenaran yang diyakini, sebagian
mencoba mempengaruhi segena audience untuk meraih simpati dan keberpihakan atas
gagasannya. Tak terlihat patah arang dan terus mengacungkan tangan demi sebuah
kesempatan, tak pernah berhenti mencoba berpendapat atas setiap persoalan yang
mengemuka walau dari 10 (sepuluh) kali berpendapat hanya sekali diberi
kesempatan. Demikian halnya dalam urusan berpendapat, walau pendapat yang
diutarakan sebelumnya tidak memperoleh keberpihakan sekalipun dari segenap
peserta maupun pimpinan sidang, bukan alasan mereka untuk berhenti mencoba.
Walau sedang Bulan Ramadhan, energi mereka seolah tak pernah habis dan concern
mereka pun tetap terjaga walau rapat tergelar sampai dini hari menjelang sahur.


Tak kalah seru dengan pimpinan sidang yang sering
terjebak pada pilihan-pilihan sulit dari ragam pendapat yang mengemuka. Mereka
bolak balik dihadapkan pada situasi yang mengharuskan beranalisa tajam agar
repson yang diberikan mewakili suara dan keinginan mayoritas peserta. Disisi
lain, sebagi pribadi yang juga ingin berpendapat sebagaimana pesrta, mereka
menyelipkan pendapat dan fikiran mereka saat memimpin sidang. Namun, tidak
jarang prediksi dan keyakinan merea
keliru dan sang pimpinan sidang pun
harus mengetuk palu pada opsi yang jelas berseberangan dengan fikirannya.
Mayoritas suara audience telah memaksa untuk demikian.
Sungguh pemandangan indah mendapati barisan
muda koperasi yang begitu bersemangat. Mereka telah mengingatkan penulis saat seusia
mereka yang juga selalu berapi-api dan ngotot memperjuangkan apa yang difikirkan dan di yakini. Bahkan tak jarang larut
dalam perdebatan panjang hanya tentang persoalan pemakaian kata sambung
"dan/atau". Mungkin bukan anak muda kalau tidak ngotot dan bahkan latar
be;akang perseteruan pendapat dalam forum terkadang unsur harga diri lebih
dominan daripada substansi. Tetapi, itulah jiwa muda yang selalu ingin tampil
beda, selalu ingin memberi warna dan selalu ingin memangun perubahan.
2 (dua) hari menjadi bagian RAT KOPINDO XXXIV
(Rapat Anggota Tahunan Koperasi Pemuda Indonesia) membawa kenangan luar
biasa. Tangal 25-27 Juni 2015 telah
menjadi momentum bahagia bisa berkumpul dan berdiskusi sampai menjelang imsak dengan kaum muda pejuang
koperasi Indonesia di Kota kembang Bandung. Ide-ide gila dan brilian mengemuka dari forum-forum kecil non formal yang tergelar alamiah. Letupan-letupan kalimat yang mengedepan menunjukkan identitas anak muda yang suka dengan perubahan dan ber-ciri khas pemikiran revolusioner.
Apa yang telah mereka tunjukkan telah menggerus
segala keraguan tentang eksistensi koperasi di negeri Indonesia. Sebab apa yang akan mereka lakukan merupakan sesuatu yang baru dan tidak pernah diduga semua orang. Hal ini terdeteksi dari nalar dan gagasan yang mereka ungkapkan secara sistematis.
Mungkin mereka
masih muda dan labil dalam berkomitmen, tetapi kapasitas mereka untuk menalar
konsepsi koperasi akan membimbing untuk berfikir bahwa menumbuhkembangkan
koperasi adalah bagian srategis dari membangun ekososbud (ekonomi, sosial dan
budaya) negeri ini. Artinya, kesadaran rasional untuk membangun masa
depan pribadi akan linier dengan upaya keras dan cerdas mereka menumbuhkembangkan koperasi, baik dalam konteks konsepsi;
keasadaran untuk terus memproduksi ilmu pengetahuan dan sampai dengan ; praktek
perwujudan karya-karya nyata yang membangun alam bawah sadar dan juga kesadaran
rasional masyarakat tentang dahsyatnya koperasi.
Kumpulnya kaum muda koperasi di bandung
telah membuka mata dan menginspirasi energi baru untuk terus menyuarakan dan mendorong anak muda
lebih keras dalam berkarya. Motivasi kuat, Kecerdasan dan penguasaan Iptek,
kreativitas gagasan, kegilaan-kegilaan, keterjagaan kemauan merupakan modal penting untuk memacu lompatan pemikiran dan
karya berlabel koperasi. Anak-anak muda gila ini telah menyadarkan bahwa
meragukan mereka adalah sebuah kesalahan besar. Mereka punya keinginan kuat,
mereka punya energi yang besar, mereka punya kapasitas berfikir yang besar,
mereka punya mimpi yang jauh.
Atas dasar itu, hal terbaik untuk dilakukan
adalah memberi ruang atau jalan seluas-luasnya bagi penyaluran energi kreatif yang
melekat pada mereka. Hal ini harus disegerakan sebelum mereka mengambil
inisiatif membentuk ruang sendiri, ntah lewat membangun ruang baru atau mengambil
paksa ruang-ruang yang ada karena berjalan jauh dari mimpi mereka
tentang sebuah koperasi.
Mungkin, itulah pesan terbaik dari mereka saat bertemu barisan
muda pejuang koperasi di kota Bandung, 25-27 Juni 2015.
Salam juang dan terima kasih telah menjadi bagian dari diskusi cerdas yang kalian suguhkan!!!!!


Posting Komentar
.