Mendorong Startup Milenial Menjadi Agen Peremajaan Model Pengelolaan dan Pengembangan Koperasi

Kamis, 07 Februari 20190 komentar


Mendorong  Startup Milenial  Menjadi Agen Peremajaan Model Pengelolaan dan Pengembangan Koperasi


Terhitung mulai siang, kamis 07 Maret 2019  ini sampai  4 (empat) hari ke depan, akan berlangsung satu agenda keren yang diikuti generasi milenial praktisi startup, yaitu “startup Coop camp”. Sesuai semangatnya, Innovate, collaborate, growth, menjadi tema yang dipilih untuk kegiatan ini.  Agenda ini tergelar berkat inisiasi kreatif dari ICCI (Indonesian Consortium for Cooperative Innovation) yang bekerjasama dengan InnoCircle Innitiattive. Acara kreatif ini di fasilitasi langsung oleh Kantor Kementrian koperasi & UKM RI di hotel Meotel, Purwokerto, Kab, Banyumas, Jawa Tengah.

Bung Firdaus Putra, Chairman of ICCI menyampaikan tekad mereka mendorong inovasi di lingkungan koperasi, termasuk hari ini dengan menggelar startup coop camp. Beliau menandaskan agenda kali ini mentargetkan 2 (dua) agenda; (i) mengenalkan startup kepada ekosistem koperasi dan : (ii) mengenalkan spirit koperasi bagi para pelaku Startup. Disisi lain, Bung Firdaus juga menandaskan keinginananya untuk men-desrupsi “pola kepemilikan” start up dari beberapa gelintir orang menjadi menyebar termasuk para pelaku startup itu selaku founder. Model ini diistilahkan dengan startup coop dimana para inovator akan menjadi pemilik atas karyanya sendiri. Kalaupun nanti diperjalanannya menggandeng investor, tidak mengkebiri statusnya sebagai pemilik sah.       Sebagai tindaklanjut dari strtup coop camp ini, para peserta pelatihan akan dihubungkan langsung dengan 2 (dua) orang investor dari gerakan koperasi. 2 (dua) orang investor ini akan hadir dan langsung melihat inovasi yang mungkin langsung di dorong dan di support sehinggga terbentuk akselerasi.  

Bapak Ahmad Hafidz mewakili kementrian koperasi & UKM Republik Indonesia, menyampaikan bahwa agenda ini bentuk daya dukung terhadap para inovator muda yang memiliki daya kreativitas yang luar biasa. Sejalan dengan itu, Kemenkop & UKM RI  mengembangkan kolaborasi dan sinergitas  dengan berbagai pihak untuk mengembangkan kewirausahaan yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja, penurunan angka pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.   

Ada yang menarik dari Startup Camp ini, yaitu kepesertaannya berdasarkan hasil seleksi terhadap kualitas & kreativitas ide atau karya yang tengah di rintis oleh para peminat Startup Camp ini. Berdasarkan laporan panitia, 60 (enam puluh orang) di tetapkan sebagai peserta yang memenuhi kriteria menjadi peserta dan sekitar 250 lainnya terpaksa rela menunggu kesempatan di lain waktu. Peserta yang terpilih berasal dari generasi milenial dengan rata-rata usia antara 21 sd 30.”, ungkap Anis Saadah, CEO InnerCircle yang juga salah satu inisiator kegiatan ini.      

Bung Arsad selaku Pimpinan Dekopinda meng-apresiasi tinggi Inisiasi ICCI (Indonesian Consortium for Cooperative Innovation) yang bekerjasama dengan InnoCircle dalam menggelar satu agenda startup camp. Mewakili gerakan koperasi di lingkungan Kab. Banyumas, Bung Arsad juga menyampaikan terima kasih kepada Kementrian Koperasi & UKM RI atas fasilitasinya sehingga acara ini bisa di langsungkan di kota kelahiran koperasi, Purwokerto. Hal ini juga menjadi bagian dari warming up dari pegelaran puncak peringatan Hari Koperasi Nasional yang ke-72 yang puncaknya akan di gelar di kota Purwokerto.    Pegelaran agenda ini merupakan bentuk respon peka dan cerdas atas  perubahan zaman yang begitu cepat dan memerlukan pesikapan yang tepat.Agenda ini juga  memberi ruang bagi terbangunnya percaya diri untuk memulai startup dan juga meng-akselerasi  tumbuhkembang  startup level awal melalui peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring menjadi sangat penting, khususnya bagi peningkatan kuantitas dan kualitas wirausahawan di Indonesia”, ungkap Bung Arsad dalam sambutannya.  

Ada ketertarikan tersendiri bagi pimpinan Dekopinda Kab Banyumas ketika  ICCI  menandaskan visinya untuk me-remajakan koperasi lewat inovasi. Ini satu terobosan yang diinspirasi realitas mayoritas koperasi ditanah air yang masih tergolong lamban dalam merespon dinamika.  Upaya ICCU dalam melakukan pencarian “model baru yang relevan dengan semangat zaman dan bisa diterima oleh anak muda” merupakan bentuk koreksi bijak atas realitas dan sekaligus pesan kepada gerakan koperasi untuk segera berbenah secara smart. 

Ini merupakan satu terobosan brilian. Fakta hari ini menunjukkan dinamika di lingkar generasi milenial cukup unik dan menarik. Mereka hidup di era kemajuan zaman yang syarat dengan kecanggihan teknologi dimana semuanya berlangsung serba cepat dan mudah. Pada titik ini, kemampuan memanfaatkan momentum menjadi kunci, jika tidak mau ketinggalan atau hanya menjadi obyek atau bahkan penonton dari kemajuan yang tak mungkin ditolak. Untuk tujuan besar itu, Kesiapan kaum muda perlu direview secara serius dan kemudian dibekali  dengan peningkatan kapasitas  yang memungkinkan mereka bisa eksis dan mengembangkan gagasan-gagasan keren berbasis tekbologi kekinian, baik  bagi dirinya untuk pembangunan kemandirian maupun  lingkungannya”, tambah Bung Arsad dalam sambutannya di acara pembukaan. 

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved