MENG-HIKMAH DI ANGKA Rp 500,oo (LIMA RATUS RUPIAH)

Minggu, 19 Agustus 20180 komentar


MENG-HIKMAH DI ANGKA Rp 500,oo (LIMA RATUS RUPIAH)


Minta Rp 500,oo

Saat keluar gedung kantor dan bergegas menuju parkiran, pandangan mataku sempat tertuju pada seorang lelaki yang sedang membuka joke motornya. Aku agak tertegun beberapa saat karena lelaki itu juga sedang menggendong bayi mungil dan lucu  yang tengah tertidur lelap. Kemudian aku melanjutkan langkahku menuju ke area parkiran sepeda motor.

Baru saja aku memakai helm, tiba-tiba HP ku berdering. Sambil melepas kembali helm, aku memencet tombol hijau dan kemudian menyahut sapa seorang sahabat yang mengajakku ketemuan  nanti malam di sebuah kampus, ba’da Isya tepatnya. Setelahnya, aku kembali memakai helm dan menyalakan sepeda motorku. 

Berniat mulai start, tiba-tiba seseorang menjejeri sepeda motorku dan kemudian menyapa. Aku sedikit kaget, ternyata lelaki yang tadi sempet kulihat saat melangkah menuju area parkir. Lelaki itu masih lengkap dengan gendongan bayinya dibagian depan. "mas..mohon maaf..bisa minta uangnya Rp 500,oo untuk bayar parkir?. Kebetulan dompet saya tertinggal diruang perawatan tapi harus pulang ambil pakaian ganti untuk istri dan juga sekalian memandikan anak saya", pinta lelaki itu lengkap dengan penjelasannya. "siapp pak....", jawabku sambil membuka tas rangselku untuk mengambil dompet. 

Tergerak hati memberinya Rp 10.000,oo walau yang dibutuhkannya saat itu hanya Rp 500 perak untuk menggenapi recehan yang dia temukan dikantongnya. "kebanyakan mas...", sahutnya saat ku berikan. "ndak papa pak...kan dompet bapak tertinggal di ruang perawatan, siapa tahu nanti dedek bayi bangun dan membutuhkan sesuatu, ", jawabku singkat. "terima kasih mas..semoga Allah memberi balasan rejeki yang banyak...", ujarnya dengan ekspresi penuh kesungguhan.  "Aamiinn..hati-hati ya pak.....", jawabku sambil mempersilahkan beliau duluan jalan. 

Tak lama berselang, akupun bergerak dengan sepeda motorku menuju rumah. Sambil mengendara, terbersit tanya dalam hati," hikmah apa kiranya dari Sang Khalik atas  kejadian unik barusan". Tanya  ini memenuhi fikiran dan benakku sepanjang jalan pulang menuju rumah. Semua terasa menjadi begitu aneh walau hanya kejadian kecil. Bukan tentang uang Rp 500 yang dia butuhkan atau Rp 10.000,oo yang aku berikan, tetapi perasaan bahagia yang amat sangat atas kesempatan berbuat baik  yang datang dan dibukakan tiba-tiba oleh Tuhan di sore ini. 

Andai saja aku mengabaikan telepon saat sudah memakai helm dan kemudian meluncur begitu saja, maka dipastikan kesempatan “berbuat baik” itu tak akan menyambangi soreku. Aku jadi ingat saat tiba-tiba ter-ide untuk pulang ke rumah dan kemudian menutup laptop. Andai saja ide pulang itu tidak hadir, maka kisah ini pun mungkin tidak akan pernah ada.

Sedikitpun aku tak merasa hebat karena menjadi bagian dari solusi, toh jumlahnya pun tidak seberapa. Tetapi aku tergoda berkesimpulan betapa Tuhan begitu sayang pada lelaki dan juga bayi itu. Mereka menemukan jalan saat persoalan datang, walau hanya sekedar urusan kecil  membayar biaya parkir. Akupun kemudian tertarik bertanya lebih lanjut dalam hati tentang hal apa atau kebiasaan baik apa yang menjadi budaya diri dikeseharian hidupnya, sehingga Tuhan langsung menjawab apa yang dibutuhkannya.

Tentu aku tak akan bertemu jawab atas tanya ini, sebab aku pun sama sekali tidak mengenal dan juga tidak sempat menanyakan nama dan alamatnya. Aku hanya tahu satu hal, istrinya sedang dirawat di salah satu ruangan rumah sakit, sehingga hal ini yang menjadi penyebab wajahnya terlihat begitu kuyuh dan lelah. Tanya tak berjawab itupun membawaku pada 2 (dua) hal : (i) aku meyakini bahwa lelaki itu adalah orang baik dan: (ii) atas “ragam kebaikan di keseharian hidupnya” telah menjadikan Tuhan begitu sayang padanya.


Meng-hikmah
Masalah dan tersajikannya solusi dari Tuhan”, itulah resume singkat yang pas atas kisah sederhana ini. Setiap hidup pasti ada masalah, tetapi tidak semua orang langsung bertemu solusi dan bahkan, sebagian harus berdarah-darah untuk bisa keluar dari persoalan yang sedang meng-hinggap di hidupnya. 


Seberapa bijak dan cerdas seseorang me-maknai segala hal yang hadir dalam hidupnya, tentu akan mempengaruhi seberapa tenang dan bahagia hidupnya. Hal ini pula yang mungkin menyebabkan sebagian orang ada yang begitu resah atas persoalan kecil dan sebagian lagi tetap tegar dan tenang di gelombang hidup yang tengah mengombang-ambingkan dirinya.  

Ketika agama mengajarkan tentang ridho, ikhlas, sabar dan syukur, seberapa jauh empat hal itu hadir kala persoalan dan atau bahkan kegembiraan tengah hadir dalam hidup?

semoga tanya terkahir dipenghujung tulisan ini meng-inspirasi energi untuk semakin belajar menjadi pribadi yang lebih baik. Aaamiin.


Sabtu Sore, 18 Agustus 2018   

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved