Karya Sosial Menakjubkan dan Terungkapnya Alasan Kader Muda Handal Koperasi

Kamis, 22 Maret 20180 komentar



Karya Sosial Menakjubkan


Tawangrejo, demikian nama  desa “karya sosial”  yang sangat keren ini berada. Terletak disalah satu desa dari kabupaten Pati. Karya sosial berwujud sekolah ini berdiri tegak dan keren. Takjub, inilah kata yang samgat tepat men-simpulkan apa yang tersaksikan, mulai dari PAUD, TK, MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs, Madrasa Aliyah dan tidak ketinggalan Pesantren dan juga TPQ.

 Ide hebat kelahiran karya ini berasal dari seorang  Dokter Spesialis Tulang terkenal di Kota Pati bernama lengkap dokter Khozin Hasan, Sp OT. Tidak sekedar ide, beliau pun meng-alokasikan sebagian penghasilannya demi berdiri  dan beroperasional-nya sekolah ini. Hari ini, ada sekitar 900-an
siswa/i yang menuntut ilmu di lingkungan sekolah ini. Secara kelembagaan, karya ini tersimpul dalam satu Yayasan Pendidikan Islam bernama “Raudlotusysyubban”, sebuah yayasan yang awalnya didirikan oleh orang tua Sang Dokter.   

Ada kepenasaran yang luar biasa untuk bisa bertemu dan berdialog langsung dengan sang dokter dan juga keluarganya. Penulis meyakini beliau bukan seperti orang kebanyakan dan menjalani hidup dengan kebijaksanaan yang luar biasa. Alasannya sederhana saja, untuk membangun karya sehebat itu pelu kedermawanan tingi dan keikhlasan, sebab  tidak sedikit.  pengorbanan yang harus dilakukan, baik materil maupun immateril. Kerelaan yang demikian pasti dibarengi dengan ketauhidan tinggi dan kedermawanan luar biasa serta diikuti sinkronisasi visi sosial dalam keluarga Sang Dokter. Ini juga memerlukan keluasan hati dan kesabaran yang tak biasa. 

sayangnya waktu tidak memungkinkan karena penulis  harus menjalankan tugas mengisi satu pelatihan perkoperasian di Hotel  New Merdeka Pati. Disamping itu, Sang Dokter juga pasti sedang sangat sibuk dengan pasien-pasiennya yang  selalu ramai, sehingga kurang bijak kalau mengganggu. Namun, terbangun niat suatu waktu akan kembali ke Pati untuk bisa bertemu langsung dengan beliau agar tambah ilmu dan dapat pelajaran yang sangat berharga, khususnya tentang kebijsaksanaan hidup.


Kepenasaran itupun bertemu jawab
Awalnya tidak terfikir sama sekali untuk menyambangi karya hebat ini. Namun, kepenasaran atas alasan seorang kader muda koperasi mahasiswa bernama Isma memilih bermukim di Pati, telah menjadi penuntun untuk sampai ke sini dan melakukan perjalanan spiritual dalam waktu singkat.

Isma, seorang kader koperasi  handal yang pernah menjabat Ketua Kopma (Koperasi Mahasiswa)  UIN (Universitas Islam Negeri) Semarang, telah melakukan satu pilihan yang awalnya terkesan kurang lazim. Melanjutkan karirnya di bidang gerakan koperasi begitu terbuka lebar baginya , baik di tingkat lokal, regional maupun di tingkat nasional seperti Kopindo (Koperasi Pemuda Indonesia) dan FKKMI (Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia).

Uniknya, wanita kelahiran Kabupaten Demak ini memilih ke Pati usai menuntaskan tugasnya sebagai ketua Kopma UIN Semarang. Bahkan, dalam proses penyelesaian tugas akhir S1-nya, tak jarang Isma bolak balik berkendaraan roda 2 (dua) dari Pati ke Semarang yang memerlukan waktu lebih kurang 2,5 sampai dengan 3 jam.  Sebenarnya, Isma tidak meninggalkan gerakan koperasi sepenuhnya. Isma pun terus melakukan komunikasi dan memantau perkembangan gerapan koperasi khususnya di kalangan pemuda melalui WAG (Whatsapp Group) lokal, regional maupun nasional. Isma hanya merasa tertantang saat sang founding father yayasan “Raudlotusysyubban” ( baca : dokter Khozin Hasan, Sp OT) memintanya untuk melibat dan ikut mewarnai karya sosial visioner yang satu ini. Apalagi, ruang juang ini begitu relevan dengan keilmuan yang  Isma gelutin semasa kuliah S1 di UIN Semarang.

Dari perbincangan santai bersama Isma, terkesan kuat betapa inginnya dia memberi nuansa modernitas sebuah lembaga pendidikan tanpa menghilangkan substansinya sebagai lembaga pencetak insan-insan bertaqwa, ber-akhlak mulai, berilmu pengetahuan dan berawawasan luas. Apalagi, Sang Dokter begitu komit terhadap kualitas pendidikan, termasuk soal gizi, kebersihan dan kesehatan anak-anak pesantren. Artinya, visi Sang Dokter sejalan dengan gambar besar yang ada di imajinasi Isma tentang sebuah lembaga pendidikan.

Setelah berkunjung langsung ke lokasi dan sempat berkomunikasi singkat dengan para orang-orang kunci di masing-masing level pendidikan (Paud sampai Aliyah), penulis pun akhirnya bisa memahami mengapa seorang Isma merasa begitu bersemangat  untuk ikut mewarnai ruang juang mulia yang satu ini. Disamping sebagai sebuah ruang ibadah yang begitu luas, ini momentum strategis Isma mengaplikasikan segala bakat dan kemampuannya yang tertempa selama di kampus dan juga Koperasi Mahasiswa. Ini pasti jalan sunyi dan penuh liku, tetapi idealisme tinggi telah membawa Isma untuk terus ber-energi

R.Sysubban, dari Winong Meng-Indonesia, kalimat ini pun ter-ide untuk menjadi motto perjuangan. Hal ini tercetus  saat berdialog langsung dengan kepala sekolah aliyah di ruangan penuh piala yang menandaskan kalau sekolah ini memiliki sederetan prestasi yang membanggakan. Motto ini diharapkan menjadi penyemangat untuk terus melakukan yang terbaik demi mewujudnya  sebuah lembaga pendiikan yang peduli akan sebuah kualitas.

“Ini tentang sebuah generasi yang akan mewarnai masa depan sebuah bangsa”, sebuah alasan yang sangat keren nan inspiratif untuk seorang Isma memilih berjuang disudut Kabupaten Pati ini. Alasan inipun sangat relevan dengan hakekat perjuangan koperasi sebagai wadah perjuangan “membangun orang” melalui pendidikan berkelanjutan. Akankah seorang Isma juga mengembangkan koperasi di lingkungan Raudlotusysyubban?.

Menarik untuk mengikuti kisah perjuangan selanjutnya  dari seorang Isma dan juga tentang kedermawanan dan ketauladanan Sang Dokter Spesialis Tulang yang satu ini, dr. Khozin Hasan Sp.OT. Semoga Allah SWT memberikan kesempatan untuk meliput kisah lanjutan perjuangan inspiratif dari insan-insan Tuhan bertalenta unik dan sangat luar biasa ini. Aaamiin.


Desa Tawangrejo, Kec Winong, Kab Pati,
22 Maret 2018  





Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved