Catatan 02 : Dari Perjalanan Kadin Banyumas Ke Solo

Selasa, 30 Januari 20180 komentar

ROMBONGAN KADIN BANYUMAS HADIR di GO “SGS”
& MENGHADIRI PELANTIKAN PENGURUS KADIN SUKOHARJO
Catatan 02: Dari Perjalanan Kadin Banyumas Ke Solo

  
Meng-hadiri  Grand Opening SGS
Pagi ini, kami sengaja meninggalkan mobil di area parkiran hotel dan memilih naik go-car  menuju lokasi  GO “SGS”. Pilihan ini sengaja diambil karena lokasi pegelaran acara ber-status car free day sehingga dipastikan akan kesulitan mencari parkiran.  Sesampai di TKP, 

kami langsung menuju barisan rombogan Bung Kukrit Sang Ketua Kadin Jateng yang kebetulan sedang berdiri santai bersama rombongan Tim Kadin Semarabf. Kebetulan posisinya persis di seberang jalan tempat
kami turun. Setelah saling bersalaman dan juga mengabadikan momen, tak lama kemudian semua jalan bareng menuju tempat pelasanaan Grand Opening   “SGS” yang panggungnya terletak sekitar 350 meter. 

Kami mendapati panggung terbuka yang lebar dan mewah serta dilengkapi backdrop bertuliskan “ Solo Great Sale. ” diseberangnya panggung terdapat tribun besar yang akan diisi tamu-
tamu VIP, termasuk rombongan Kadin Banyumas. Sambil duduk dan mendokumentasikan momen bersejarah itu, sesekali kami berpapasan dengan beberapa panitia yang sebagian besar kami kenal sebagai pengurus Kadin Solo Pimpinan Bung Gareng.

Ini perhelatan keren dan sangat inspiratif. Kita harus belajar pada Kadin Solo yang sukses menggelar agenda akbar nan hebat semacam ini, ungkap Bung Anto Djamil sambil mengagumi perhelatan ini.

Jeg..ge..jek...je..ge..jeg...suara itu tiba-tiba mendominasi sekitar podium tribun. Ternyata akan ada kereta lewat. “Ini tempat pemilihan posisi panggung yang keren”, ungkap Bung Arsad saat menyaksikan kereta melewati depan panggung dan membelah kerumunan massa. “lewatnya kereta tadi sebagai penanda acara akan dimulai”, ungkap sang MC. Luar biasa, ini merupakan kreativitas mempesona.     


Sambutan Bung Gareng selaku ketua Panitia menjadi penanda seremoni GO “SGS” ini. Dalam sambutannya, beliau mentargetkan pegelaran “SGS” yang rencananya smapai dengan tanggal 28 Februari 2018 ini akan menghasilkan transaksi bisnis sekitar 400-an milyar rupiah, sebuah angka fantastic dan berkontribusi signifikant pada geliat ekonomi kota Solo.

Sambutan selanjutnya dari walikota dan perwakilan salah satu kementrian. Sambil menunggu kehadiran Pak Gubernur Ganjar Pranowo yang masih dalam perjanalan, usai sambutan-sambutan acara pun dilanjutkan dengan pawai akbar yang melibatkan komunitas pengusaha mulai skala besar maupun para pelaku UMKM. Masing-masing kontestan menampilkan produk unggulannya dan sebagian menyertakan atraksi budaya asli solo.  Ini pegelaran yang sungguh meriah. Ini menjadi semacam pesta rakyat dan berhasil membuat kota solo macet total.    


Kreativitas Abu-Abu Sang Ketua Yang Berujung Gelak Tawa
Parade usaha yang disertai dengan penampilan budaya lokal keren ini mengundang antusiasme tinggi masyarakat Solo dan bahkan para tourist mancanegara serta tak terkecuali rombongan Kadin Banyumas. Saking semangatnya, Bung Anto Djamil pun mengajak untuk turun panggung sehingga bisa menyaksikan parade lebih dekat. Ajakan ini langsung disambut lainnya dan kemudian berbaur dan menyatu ke dalam kerumunan massa yang bejibun.



Satu per satu kontingen parade lewat. Bung Dimas pun tidak lupa men-dokumentasikan atraksi unik nan kreatif. Hmm....seketika satu kontingen membawa grebegan berisi makanan dan macam lainnya. Kreativitas ketua pun bermula...tuing...satu jeruk di peroleh. Bung Iwan pun tak kalah cerdas melakukan hal serupa, sementara Bung Dimas diam-diam meng-abadikan kreativitas Bung Anto Djamil lewat Handphone-nya. Ternyata, aksi sang ketua membangun percaya diri kerumunan massa disekitar dan mulai ikutan beraksi. Hal ini pun dimanfaatkan Bung Anto Djamil untuk lebih mengembangkan kreativitasnya dan kemudian terjadilah rebutan grebegan sebelum waktunya. Anggota masyarakat pun berebut dan berdesak-desakan. Situasi inipun melipatgandakan semangat  Bung Anto Djamil untuk berlomba mendapati baran-barang grebekan. Sengitnya perebutan membuat Bung Anto Djamil terdesak dan akhirnya terjatuh dan tertimpa anggota masyarakat lainnya yang sama-sama ikut rebutan grebegan. Dengan semangat 45, sang ketua mempertahankan hasil perjuangannya walau harus meng-ikhlaskan tubuhnya tertimpa oleh anggota masyarakat laiinnya. Sekilas Bung Dimas terlihat tega membiarkan kejadian dan bahkan lebih memilih meng-abadikan moment langka itu dengan HP-nya hingga Bung Anto Djamil keluar dari kerumunan massa lengkap dengan hasil tangkapannya berupa daster dan dompet. Dengan wajah penuh lelah sang ketua akhirnya terbahak-bahak dan diikuti oleh tawa Bung Iwan dan Bung Dimas sampai ketiganya sakit perut. Dilalahnya, saat kejadian lucu itu berlangsung, bung arsad sedang menyeberang mengabadikan panggung terbuka sehingga baru ikut tertawa terbahak-bahak saat menyaksikan video tersebut.



Pesan Moral Dari Sebentuk Aksi Nyeleneh Sang Ketua
Usai berhasil keluar dari kerumunan massa, Bung Anto Djamil mengajak untuk makan lontiong sate yang berjarak 20 meter di belakang panggung. Tawa semuanya tidak henti-hentinya mengenang bagaimana sang ketua terjebak dalam aksi heroik yang secara nalar terlalu aneh untuk dilakukan orang seperti beliau, apalagi Ketua Kadin.

Setelah tawa mereda, beliau pun memberi penjelasan secara gamblang aksi nekat itu dilakukan dengan penuh kesadaran. Ternyata beliau ingin meramaikan suasana sehingga masyarakat pengunjung parade bisa merasakan kebahagiaan sempurna.Kalau saja beliau tidak memulai aksi nyeleneh itu, masyarakat tidak akan berani memulai rebutan menyenangkan itu. Dipenghujung kesaksiannya, dengan tersenyum beliau pun menyampaikan pilosofi tentang kesuksesannya memperoleh satu buah daster, satu buah dompet ukuran sedang dan satu buah ukuran kecil. “Ini bukan tentang berapa banyak yang didapat, tetapi tentang perlunya berjuang untuk memperoleh sesuatu. Tentang jumlah yang didapat, berapapun harus di syukuri”, demikian penjelasan bijaknya disertai setengah senyum penuh keceriaan. Statemen ini pun dibenarkan ketiganya, khususnya Bung Arsad yang pada akhirnya beruntung memperoleh semua hasil perjuangan Sang Ketua. Dengan ikhlas Bung Arsad pun menerima pemberian yang disertai gelak tawa dua rekan lainnya. Sebuah aksi heroik yang membuat perjalanan ini benar-benar sangat menyenangkan dan penuh cerita tidak terlupakan.    

Sesudah selesai melahap lontong opor dan segelas teh manis panas, akhirnya rombongan Kadin Banyumas kembali menuju hotel untuk istrahat sejenak di hotel dan sesudah zuhur akan beranjak ke agenda berikutnya yaitu pengukuhan dan pelantikan Pengurus Kadin Sukoharjo.   

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved