IMPLEMENTASI STRATEGI 3+1 DALAM MENG-AKELERASI TUMBUHKEMBANG ANGGOTA KOPMA

Jumat, 17 November 20170 komentar

IMPLEMENTASI  STRATEGI 3+1
DALAM MENG-AKELERASI TUMBUHKEMBANG ANGGOTA KOPMA

(disampaikan pada seminar online bersama para pejuang Koperasi Mahasiwa di Indonesia pada Hari Jumat, pukul 20.30 Wib )


A.   Pengantar
Hari ini, istilah milenial mengedepan dan sedang menjadi trending topic. Para pelaku usaha pun sedang concern mendalami karakter generasi milenial guna menemukan formula efektif bagi kepentingan tumbuhkembang industri mereka. Apalagi milenial sangat dekat dengan teknologi (sebagai salah satu ciri yang melekat), sehingga hal inipun mempengaruhi pendekatan dunia usaha dalam meraih simpati atas semua produk yang mereka tawarkan. Bagaimana dengan koperasi, khususnya koperasi mahasiswa?

Koperasi Mahasiswa yang mutlak berpenghuni  generasi milenial  pun harus ikut menyesuaikan diri. Pendekatan-pendekatan konservatif harus diubah dengan kekinian zaman sehingga Kopma tetap ins dan tidak berjarak dengan keseharian dan gaya hidup anggotanya. Jika tidak, maka koperasi akan kehilangan daya tariknya dan pembiaran menjadi ancaman serius yang bisa berujung kepunahan. Bila hal ini terjadi, maka koperasi Indonesia akan terjebak pada kaderisasi yang stag dan hal ini bisa mengakibatkan kepunahan koperasi di negeri ini.  Prediksi tersebut tidaklah berlebihan mengingat kopma adalah koperasi kader dan tempat kader koperasi berproses mengembangkan pengetahuan dan pengalaman.

Untuk itu, kesadaran untuk menggelar agenda perubahan harus disuarakan. Agenda perubahan harus berlandaskan konsepsi yang komprehensif dan efektif membuat kopma survive dan semakin eksis dengan ragam karyanya.    

B. Kunci Memaknai dan Memahami Koperasi
Koperasi adalah kumpulan orang yang mencerdaskan dan menempatkan perusahaan sebagai media atau alat untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhan anggotanya. Oleh karena itu, perlu pemaknaan dan pemahaman komprehensif  tentang relevansi antara tumbuhkembang koperasi selaku kumpulan orang dan perusahaan sebagai alat mencapai tujuan.

Sebagai stimulan, berikut disampaikan beberapa resume pemikiran yang mempermudah dalam memaknai dan memahami koperasi : (i) Koperasi adalah kumpulan orang yang mencerdaskan; (ii) Fokus koperasi adalah membangun orang melalui pendidikan berkelanjutan; (iii) Semakin banyak yang dicerdaskan maka semakin besar potensi koperasi      mengembangkan karya dan juga efisiensi kolektif.

4.    Tentang perusahaan koperasi :
a.   Kelahiran perusahaan (baca: aktivitas produktif) adalah buah dari efektivitas pendidikan yang mencerdaskan dan mendorong perubahan perilaku (sosial dan budaya).
b.  Untuk meng-akselerasi tumbuhkembang perusahaan koperasi, maka jenis aktivitas yang dijalankan harus me-referesentasikan kebutuhan mayoritas anggota.
c.   Perusahaan koperasi harus memenuhi skala ekonomi dan dikelola secara profesional.
d.      Setiap jenis aktivitas produktif koperasi harus memiliki roh  yang jelas, apakah SHU Oriented, Benefit Oriented atau campuran. Hal ini sebagai dasar pengelolaan dan juga referensi dalam meng-evaluasi capaian.
e.      Saat anggota bertransaksi saat yang serupa anggota sedang self help (menolong diri sendiri). Oleh karena itu, perusahaan koperasi harus memiliki keunggulan sehingga anggota memiliki alasan rasional men-transaksikan kebutuhannya di unit-unit layanan koperasi. 
f.       Anggota selaku pemilik juga adalah pengguna jasa. Oleh karena itu, idealnya terbentuk transaksi subjektif, yaitu transaksi yang didasarkan pada rasa memiliki dan tanggungjawab ikut membesarkan organisasi dan perusahaan.

C.  Membangun  Kopma Berbasis Strategi 3+1
Generasi Milenial (genmil) lekat dengan persoalan eksistensi diri. Mereka selalu ingin eksis dan merasa dirinya ada dari setiap yang dikerjakan. Mereka cenderung pragmatis dan enggan membicarakan hal-hal rumit. Mereka menyukai hal-hal instan dan senang berpindah dari satu titik ke titik lainnya.  Sepertinya, gadget yang menawarkan kecepatan dan berbagai kemudahan telah menjadi fasilitator pesatnya karakter insant ini. Ironisnya, hal ini berpotensi menjadikan genmil berkarakter kurang sabar dalam berproses.

Gambaran singkat tentang genmil ini merupakan bagian dari gambaran anggota kopma yang nota bene adalah genmil. Oleh karena itu, metode pendekatan yang dilakukan Kopma harus mencerminkan kedirian mereka dan kekinian zaman. Dengan demikian, mereka selalu merasa ada dalam apapun yang dikerjakan oleh kopma dan memiliki ketertarikan untuk mengambil bagian daripadanya.

Sebagai sebuah catatan, ragam kreativitas berbasis genmil  tidak berarti menafikkan Jati Diri koperasi ditinggalkan atau bahkan ditanggalkan. Jati Diri Koperasi tetap berfungsi sebagai inspirasi dan juga referensi dalam setiap gagasan yang akan dikembangkan pada tingkat lapangan.  Artinya, Kopma tetap fokus pada pen-cerdasan orang-orang  didalamnya (baca: anggota) walau cara yang digunakan mengalami perubawan metode.

Sebagai sebuah gagasan, berkaitan dengan mewujudkan kopma sebagai media pen-cerdasan ber-cita rasa kekinian, berikut dijelaskan strategi pemberdayaan anggota yang dikemas dalam judul “strategy 3 +1” :
1.    Pembangunan kanal pengembangan pemikiran dan ilmu pengetahuan. Sebagai koperasi ber-anggotakan mahasiswa, sebagian memiliki gairah yang tinggi terhadap pembelajaran ekomo dalam arti luas khususnya perkoperasian. Pada anggota yang demikian perlu dibangunkan saluran/kanal sehingga pemikiran dan gagasan pengembangan koperasi  dan ekonomi pada umumnya terus ter-produksi dari kanal ini.
2.    Pembangunan kanal pembelajaran managerial. Sebagian dari anggota memiliki keinginan kuat untuk membangun managerial skill-nya. Kopma dengan segala unit layanannya adalah media yang sangat baik difungsikan sebagai tempat proses pemelajaran yang bisa diformat dalam bentuk magang yang terkonsep integratif. Melalui magang, anggota akan memahami seluk beluk pengelolaan koperasi, baik secara umum maupun khusus.
3.    Pembangunan kanal pengembangan bakat, minat dan gagasan kreatif. Hari ini zamannya industri kreatif yang memberi ruang berkembangnya ragam gagasan, inovasi dan kreasi. Kopma yang berpenghuni orang-orang yang memiliki kapasitas intelektual sangat berpotensi didorong sebagai wadah pengembangan bakat,minat, ide dan gagasan kreatif. Pengembangan dalam hal ini tidak saja pada wilayah konsep, tetapi juga diimplementasikan dalam  wujud kerja-kerja produktif dalam arti luas.      

Terbangunnya tiga kanal tersebut harus dibarengi dengan Publikasi cerdas (smart publication).  Publikasi bukan sekedar persoalan narsisme, tetapi mengabarkan hal-hal baik dan keren  yang bisa meng-inspirasi dan meng-energi orang atau pihak lain untuk men-contoh atau mengembangkan gagasan yang akan melahirkan manfaat dan kebaikan yang lebih banyak dan luas lagi.

Sebagai bagian dari semangat membangun dan mengabarkan kebaikan, maka Kopma perlu berkomitmen untuk terus memproduksi hal-hal baik melalui kreativitas yang tidak pernah berhenti. “no day without news”  layak dijadikan tagline yang mendorong budaya kreatif dan sekaligus membangun insan-insan produktif. 

Begitu hebatnya makna dan manfaat smart publication dalam mendukung banyak hal yang dikerjakan. Sekedar memberi gambaran, berikut ini didetailkan manfaat dari smart publication:
1.         Media mengabarkan kreativitas
2.         Media memupuk lompatan percaya diri dalam berkarya.
3.         Media saling meng-energi satu sama lain.
4.         membangun eksistensi dan kepercayaan kelembagaan
5.         Meng-inspirasi koperasi lain dan sekaligus berkontribusi dalam pembentukan iklim kondusif koperasi  secara makro
6.         Meng-inspirasi orang lain untuk menjadi pribadi yang kreatif dan produktif
7.         Sebagai inspirasi untuk memeprluas jaringan kerja organisasi Kopma
8.         Sebagai inspirasi membangun kemitraan mutual dengan koperasi dan pelaku usaha non-koperasi.
9.         Bentuk apresiasi atas setiap insiatif yang keren nan inspiratif
10.      Media membangun budaya kreatif
11.      Media memperluas makna diri dan juga makna kopma bagi sekitar.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, untuk meng-efektifkan pubilkasi yang smart dan efektfi, maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.         Pemilihan media yang smart. Media tidak harus mahal dan bahkan bisa memanfaatkan media sosial yang saat ini begitu banyak tersedia seperti FB, Instagram, Twitter, Past, messenger, skype dan lain sebagainya.
2.         Pelibatan SDM potensial berbasis pemberdayaan. Mewujudkan taglineno day without news” bukan pekerjaan mudah sebab dibutuhkan konsistensi dan kreativitas yang tidak terbatas. Oleh karena itu, untuk mewujudkan tagline tersebut, kopma perlu melibatkan semua anggota yang memiliki bakat dan berpotensi dijadikan sebagai kontributor berita. Dalam hal ini, prinsip kegotongroyongan menjadi cara untuk mewujudkan materi-materi yang layak publish dan meng-inspirasi.  
3.         Komitmen untuk saling mengapresiasi dan men-share. Media-media  yang memiliki viwer ramai bisa di komersilkan melalui kemitraan mutualisme sehingga mendatangkan nilai ekonomis, seperti iklan dan bentuk-bentuk kerjasama lainnya. Untuk itu, setiap anggota kopma didorong berkemauan untuk berkontribusi dalam me-maintenance tingkat keramaian media milik kopma. Untuk mendukung itu, setiap orang harus dipandang berpotensi sebagai kontributor content, baik bermaterikan tentang diri, karyanya, maupun tentang hal-hal inspiratif diluar dirinya. Disamping itu, disamping sebagai pengikut setia, setiap anggota juga dibangun komitmennya untuk menyebarluaskan media publish yang dimiliki kopma sehingga lebih dikenal luas.


D. Penutup
Kopma harus seksi bagi anggota sehingga kopma akan menjadi tempat paling menarik bagi anggota untuk mengembangkan ragam potensi. Dengan demikian, Kopma akan menjadi pusat pengembangan kreativitas-kreativitas keren yang terapresiasi dengan bijak dan terpublikasi dengan cerdas. Sebagai catatan penting, ketika anggota bisa mendefenisikan dirinya dan kepentingannya dalam segala hal yang dikerjakan kopma, maka naluari alamiah akan menggiringnya untuk melakukan pembelaan terbaik yang mewujud dalam partisipasi yang berkelanjutan. 

Disisi lain, kala kopma mewujud sebagai organisasi dan perusahaan attraktif, maka dipastikan kopma memiliki relevansi dengan kecerahan masa depan pribadi anggota. Proses dan dinamika yang berlangsung secara otomatis akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan terbangunnya kapasitas anggota. Pada titik kesadaran itu membudaya, maka kopma akan menjadi tempat terbaik untuk nongkrong produktif karena setiap anggota menemukan dirinya di lingkungan Kopma.

    Demikian tulisan ini disajikan sebagai pemantik segenap peserta seminar on-line untuk        berfikir lebih kreatif dan lebih bersemangat dalam menegaskan kopma bukan sekedar          persoalan toko, fhoto copy dan kantin, tetapi sebagai media untuk mencerdaskan dan          mengembangkan kapasitas diri.  

Lampiran


Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved