BELAJAR “KADIN” PADA SANG DIREKTUR EKSEKUTIF

Sabtu, 22 Juli 20170 komentar

BELAJAR “KADIN” PADA SANG DIREKTUR EKSEKUTIF

A.  Sekilas Tentang Agenda Inti
Mengambil tempat di Hotel  D’Emmerick Salatiga, Kadin Jateng dibawah pimpinan Bapak Kukrit S.W menggelar acara sialturrahmi bertajuk “halal bihalal dan Outbond”.  Agenda ini tergelar pada Hari Sabtu-Minggu di tanggal 22-23 Juli dengan menghadirkan para pimpinan/pengurus Kadin dari 35 (tiga puluh lima) Kabupaten/Kota  di lingkungan Propinsi Jawa Tengah. Kadin Banyumas mengirim 2 (dua) delegasi, yaitu Bapak Muhammad Arsad Dalimunte dan Bapak Muhammad Luthfi Akrom

Disamping agenda pokok, perhelatan ini juga dimanfaatkan untuk me-launching 2 (dua) Program, yaitu;
i)     Pemberdayaan Ekonomi Ummat yang merupakan kerjasama antara Kadin Jawa Tengah dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Propinsi Jawa Tengah. Agenda ini terinspirasi dari gerakan 212, yang dalam perjalanannya nanti diharapkan bisa mendorong laju tumbuh ekonomi masyarakat dalam arti luas . Ruang gerak yang direncanakan adalah produksi, perdagangan dan jasa. Koperasi adalah kelembagaan yang akan diplih sebagai wadah pemberdayaan ekonomi ini. Dalam sambutannya, pengurus MUI Jateng mengatakan bahwa kelembagaannya sedang di proses dan akan langsung take action sesudahnya.
ii)     MOU antara Kadin Jateng dengan JETRO (Japan External Trade Organization). JETRO adalah organisasi yang terkait dengan pemerintah, yang bekerja untu mempromosikan hubungan perdagangan dan investasi  antara Jepang dengan negara-negara lain di dunia, termasuk Indonesia. Dalam perjalanannya, JETRO di Indonesia sukses meningkatkan hubungan billateral perdagangan kedua negara. Disatu sisi, 182 perusahaan Jepan berinestasi di Indonesia dan disisi lain Jepang pun sukses mempromosikan produk-produk Indonesia ke pasaran Jepang seperti produk pertanian dan kerajinan tangan. 

B. Memaksimalkan Momentum 
Sebagaimana amanah dari Sang Ketua Bapak Anto Djamil, disamping sebagai ajang silaturrahmi, 2 (dua) delegasi yang dikirim juga diinstruksikan untuk mengkomunikasikan tentang agenda pelantikan dan menggali informasi sebanyak mungkin seputar ke-KADIN-an. Hal ini penting guna memperbanyak bekal meng-optimalkan peran Kadin Banyumas dalam mendorong geliat ekonomi. Amanah ini pun menjadi tugas yang harus dituntaskan dan berburu target pun dimulai.



B.1. Tentang Pelantikan
Begitu ada peluang sela ditengah antrian mendokumentasikan moment bersama Sang Ketua Kadin Jateng, delegasi Kadin Banyumas langsung mengambil inisiatif mendekat pada Sang Ketua. Diawali dengan aksi we-fie dengan bantuan tongsis, kemudian komunikasi seputar pelantikan pun dimulai. Intinya, Pak Kukrit akan melakukan lawatan ke rusia sekitar 10 (sepuluh) hari berkaitan dengan penjajakan kerjasama antara Kadin Jateng-Kadin Rusia. Disisi lain, Bapak Anto Djamil Ketua Kadin Banyumas juga akan menunaikan ibadah haji sampai minggu terakhir September 2017. Atas 2 (dua) kondisi itu, diupayakan pelantikan pada bulan oktober yang tanggalnya akan dikomunikasikan kemudian melalui Pak Mul yang membidangi organisasi Kadin Jateng.

Dikesempatan lainnya, kemungkinan agenda pelantikan nanti juga akan dimanfaatkan untuk men-sosialisasikan kerjasama Kadin Jateng dengan Ekspertis Belanda.  Para londo ini akan dihadirkan memberi penjelasan tentang komitmen dan metode dalam membantu UMKM tumbuh, kembang dan naik kelas. Sosialisasi ini sebenarnya akan dilaksanakan oleh Kadin Jateng per-Karasidenan dan khusus Karasidenan Banyumas disekaliankan bersamaan dengan pelantikan Kadin Banyumas.

B.2. Tentang Ke-Kadin-an
Untuk target agenda tentang ke-Kadin-an, delegasi Kadin Banyumas sukses mencuri keikhlasan  Mbak Ita, seorang Direktur Executive handal Kadin Jateng untuk menjadi narasumber dadakan. Diskusipun di gelar bersama wanita berhijab dan smart satu ini.

Dari perbincangan yang berlangsung dalam suasana cair ini,  diperoleh beberapa  informasi penting sebagai berikut :
  1. Kadin adalah lembaga aspirasi. Kadin adalah lembaga aspirasi yang kemudian di komunikasikan secara produktif sehingga memberikan dampak produktif ke anggota dan imbas positif keluar kaitannya dengan meningkatkan geliat ekonomi sebuah daerah. Kadin bukan lembaga eksekusi dalam arti memiliki hak instruktif kepada anggotanya. Untuk itu, secara internal Kadin fokus pada peningkatan kapasitas diri dan kemanfaatanya kepada seluruh angggota. Disisi lain, secara eksternal Kadin melakukan komunikasi kepada segenap stake holder, baik dalam membahasakan persoalan atau  hambatan  yang tengah dihadapi oleh anggota, maupun mengkomunikasikan ragam gagasan yang sekiranya meningkatkan kinerja ekonomi sebuah daerah.
  2. Sekretariat sebagai kunci. Fakta menunjukkan bahwa para pengurus Kadin biasanya sibuk dengan urusan perusahaan dan atau aktivitas lainnya. Namun demikian, pada individu-individu pengurus melekat akses jaringan dan informasi serta pengalaman dan ketokohannyan sangat strategis di kontribusikan kepada Kadin dan anggotanya. Untuk itu, untuk mendukung efektivitas ke-KADIN-an, menyelenggarakan keseketariatan adalah opsi terbaik untuk dilakukan. Artinya, kebijakan tetap pada segenap pengurus namun implementasi dan report menjadi bagian yang harus dikerjakan oleh sekretariat.

Kadin Jateng pun mengisnisiasi optmalisasi kesekretariatan yang kesehariannya dipimpin oleh seorang Direktur Eksekutif. Sampai saat ini, personil kesekretariatan Kadin Jateng berjumlah 8 (delapan) orang dimana masing-masing orang bertugas meng-cover 3 (tiga) bagian dari struktur kepengurusan Kadin Jawa Tengah. Bahkan, sekretariat Kadin Jateng didorong menjadi generating unit produktif sehingga memiliki kemandirian dalam urusan finansial seperti salary dan biaya operasional organisasi Kadin. Untuk itu, dalam kesehariannya kesekretariatan Kadin Jateng terus mengembangkan gagasan kreatif nan produktif yang antara lain penyelenggaraan Edukadin, pendidikan /pelatihan dan aktivitas produktif lainnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Sang Direktur Eksekutif Kadin Jateng mendorong Kadin Banyumas melakukan hal serupa. Bahkan, beliau siap men-diklat dan membina personil Kadin Banyumas agar bisa eksis dan survive. Beliau berpesan bahwa membangun soliditas organisasi kesekretariatan memang tidak mudah, pasti penuh dinamika dan membutuhkan waktu.  Namun, proses harus disegerakan sehingga secara bertahap dan berkelanjutan akan terbentuk kapasitas dan kualitas kesekretariatan yang siap mendukung operasionalisasi ragam keijakan dan langkah pengurus Kadin.
  1. Positioning Kadin Dalam Hal EksporRekomendasi ekspor sesungguhnya tergantung pada buyers atau lawan transaksi. Fakta dilapangan menunjukkan bahwa tidak smua buyers men-syaratkan rekomendasi Kadin. Bahkan, beberapa buyers hanya men-syaratkan rekomendasi pemerintah (cq. Dinas Perdagangan). Namun demikian, bila memang dibutuhkan maka Kadin bisa menerbitkan dengan catatan pemohon rekomendasi adalah anggota Kadin aktif.
  2. Peluang edu kadin. Kadin Jateng melalu kesekretariatan sedang concern mengembangkan Edu Kadin. Setelah sukses di tingkat propinsi, kemudian di desiminasi ke tingkat kabupaten. Sampai saat ini, beberapa kabupaten/kota  yang sedang dikembangkan Edukadin antara lain jepara, solo, klaten, pemalangan

 B.3. Lain-lain

Agenda kali ini berujung dengan pegelaran Outbond yang melibatkan semua peserta. Outbond ini begitu menghibur dan sukses mengundang senyum dan tawa segenap peserta. Team Work Building adalah tema dari outbond kali ini Ragam materi pun dilahap seluruh peserta dengan suka cita. Tawa bahak dan sakit perut selalu mewarnai setiap tahap oleh kreativitas peserta yang tak jarang membuat pusing sang pemandu out bond.  
Fhoto bersama pun menjadi penutup serangkaian agenda. Agenda ini menjadi pemuas dahaga narsisme yang sepertinya melekat kuat pada sebagian besar peserta.


Ini sebuah pegelaran agenda penuh kreatif, menyenangkan, membahagian dan meng-akrabkan. Sepertinya, semua peserta yang berpropesi sebagai pengusaha ini melupakan tanggal-tanggal menyebalkan dimana hutang sedang jatuh tempo dan pembayaran harus dilakukan. 
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved