TUMBUH BERSAMA TEMAN

Jumat, 20 Januari 20170 komentar

TUMBUH BERSAMA TEMAN

Pengantar
Alhamdulillah, tulisan ini dimuat dalam Majalah Azkiyah yang diterbitkan oleh Sekolah Al-Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, Edisi Januari 2016. Semoga penyajian dalam blog ini memperluas dan mentangkan kebaikan sehingga kita semua mendapat hikmah dari tulisan sederhana ini. Amin


Ketika Persepsi Diri Tergantung siapa temanmu
Hakekat manusia adalah makhluk sosial yang artinya manusia tidak bisa hidup sendirian. Manusia membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidupnya, termasuk kehadiran seorang teman. Dengan memiliki teman, tidak saja terhindar dari perasaan kesepian, tetapi juga  mendatangkan perasaan nyaman, kuat dan damai.

Satu hal yang menjadi catatan penting, Interaksi yang berlangsung di keseharian pertemanan pun memberikan pengaruh  yang bisa positif dan juga bisa negatif. Hal ini sangat tergantung dari hal-hal yang hadir sepanjang perteman dan dipengaruhi oleh sifat, sikap dan budaya orang-orang yang terlibat dalam pertemanan itu sendiri. Oleh karena itu, tidak berlebihan  berkesimpulan bahwa sebuah pertemanan ikut berpangaruh pada pertumbuhan  sifat dan karakter seseorang. Untuk itu, pintar dan jeli memilih teman menjadi sangat penting agar pertemanan berdampak positif dan mendatangkan pengaruh baik bagi diri. Sebab, pada siapa seseroang berteman juga ikut mempengaruhi persespi orang lain terhadap dirinya.  Hal ini sejalan dengan tulisan di salah satu lembar kalender Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto esdisi 2016 yang mengutip kalimat Sahabat Rasululloh  SAW, Umar Bin Khattab ra Barang siapa yang masuk tempat/komunitas yang buruk, ia akan tertuduh menjadi bagian dari keburukan itu Kalimat bijak ini berpesan bagaimana kita harus berhati-hati dalam memilih teman sehingga tidak terjebak pada pergaulan kurang baik yang berpotensi membuat kita tertuduh kurang baik walau belum tentu kita melakukan keburukan.

Untuk itu, berteman dengan orang sholeh/sholeha menjadi pilihan yang terbaik sebagaimana dinasehatkan oleh Ibnu Al Qayyim Al Jauziyyah Rahimahullah, “Berada bersama orang-orang yang sholeh, akan merubah enam sifat burukmu menjadi sifat yang baik : (i) Dari ragu-ragu menjadi yakin; (ii) Dari riya menjadi ikhlas; (iii) Dari lalai menjadi ingat; (iii) Dari terlalu cinta terhadap dunia menjadi cinta terhadap akhirat; (iv) Jadi sombong menjadi rendah hati dan; (v) Dari keinginan berbuat jahat pada orang lain menjadi suka memberi dan menasehati”. (dikutip dari salah satu lembar kalender AL Irsyad AL Islamiyyah Edisi 2016)
 
Mendeteksi Muasal dan Motif Pertemanan
Banyak hal yang menjadi inspirasi lahirnya sebuah pertemanan, seperti  kesamaan karakter, kesesuaian kebiasaan, hobby, kesesuaian cita-cita, kesamaan agama, kesamaan sekolah, kesamaan lokasi tempat tinggal, kesamaan organisasi dan lain sebagainya. Ditinjau dariprosesnya,  terbentuknya pertemanan itu ada yang alamiah oleh suatu keadaan dan sebagian lainnya memang sengaja dibentuk dengan maksud-maksud tertentu.  Lihatlah bagaimana pertemanan diantara para orang tua/wali murid siswa/i Al Irsyad  yang sebagian besar bermula sejak menyekolahkan putera/i mereka di Al-Irsyad. Lihat pula bagaimana pertemanan diantara para pencinta olahraga yang terbentuk  karena kesamaan hobby. Bahkan, untuk melanggengkan pertemanan itu, mereka  membentuk semacam komunitas dan organisasi yang kemudian dilengkapi dengan simbol-simbol yang menggambarkan ciri khas yang mempersatukan. Kesamaan cita-cita juga bisa menjadi inspirasi pertemanan. Kita bisa melihat dan belajar dari terselenggaranya aksi 212, dimana agama telah  menjadi inspirasi  petemanan, persaudaraan dan bahkan persatuan. 

Sementara itu, motif atau hal yang menjadi alasan atau tujuan pertemanan juga begitu beragam. Adalah fitrah manusia tidak terpisahkan dengan “motif “ dalam setiap melakukan sesuatu, termasuk dalam berteman. Motif itu bisa berorientasi horizontal atau vertikal, juga bisa berorientasi materil atau  im-materil. Semua tergantung pada situasi dan kondisi terbentuk dan berjalannya sebuah pertemanan. Sementara itu, dalam tinjauan waktu, pertemanan bisa berlangsung singkat dan juga bisa langgeng, yang kesemuanya tergantung pada tertemukannya rasa nyaman dalam pertemanan itu. Pada  mereka yang berteman karena kepentingan tertentu, akan memilih hengkang saat tidak lagi menemukan apa yang menjadi kepentingannya. Hal berbeda pada teman yang memiliki karakter setia dimana pertemanan cendereung langgeng dan perjalanannya  bisa melahirkan manfaat-manfaat luas, baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya.

Menakar Makna dan Manfaat Pertemanan
Pertemanan adalah tentang interaksi di antara satu insan dengan insan lainnya. Dinamikanya berisi ragam tema dan berupa aksi yang selanjutnya membentuk jejak pertemanan. Untuk itu, idealnya sebuah pertemanan menjadi inspirasi kebaikan dan memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Berikut dijelaskan beberapa makna yang seharusnya hadir dalam sebuah pertemanan, antara lain :   
1.      Teman bermain. Bermain adalah mengisi waktu- kosong atau senggang bersama teman-teman. Teman bermain haruslah mendatangkan kenyamanan dan rasa aman sehingga hadir  ketentraman bathin saat bersama menjalani waktu-waktu kosong atau senggang.
2.      Mempererat persaudaraan. Pertemanan yang akrab akan melahirkan rasa persaudaraan yang erat dan menimbulkan kepedulian satu sama lain, seperti menjenguk saat sakit, menolong saat butuh bantuan dan lain sebagainya.
3.     Saling menyemangati. Pertemanan haruslah saling menyemangati dan bukan saling melemahkan. Pada saat salah satu sedang kehilangan semangat maka teman lainnya mengambil inisiatif untuk menyemangati.
4.     Berbagi cerita.  Berbagi cerita adalah bentuk ekspresi. Dalam banyak hal. Berbagi cerita bisa mengurangi beban psichologi atas sebuah persoalan yang sedang dihadapi. Lewat berbagi cerita, terkadang kita memperoleh reaksi yang justru menjadi inspirasi solusi yang tidak terfikirkan sama sekali sebelumnya.  Berbagi cerita juga merupakan bagian dari cara memupuk percaya diri sebab reaksi dan apresiasi yang muncul dari teman bisa semakin menguatkan niat untuk mengulangi hal-hal baik yang diceritakan.  
5.      Belajar bersama. Pertemanan adalah media yang baik untuk saling belajar satu sama lain. Kita bisa belajar dari kebiasaan-kebisaan seorang teman,  capaian atau prestasi yang ditorehkan seorang teman, pandangan-pandangan seorang teman atas sesuatu hal dan lain sebagainya. Demikian lah pertemanan bisa menjadi inspirasi untuk menjadi pribadi untuk tumbuh lebih baik.
6.      Saling mengingatkan. Teman yang baik bukanlah teman yang hanya mau memuji, tetapi juga mau mengingatkan ketika kita keliru atau melakukan sebuah kesalahan. Dalam pertemanan semacam ini, maka kita akan terhindar dari hal-hal kurang baik.
7.      Bertukar fikiran dan pengalaman. Teman adalah tempat kita bertukar fikiran dan juga pengalaman. Terkadang kita memerlukan sudut pandang lain sebelum memutuskan sesuatu. Bahkan, terkadang apa yang akan kita lakukan sesungguhnya sudah pernah dilakukan oleh temen di sebelumnya. Dengan bertukar pengalaman, kita terhindar melakukan kekeliruan serupa atau mengulang kekeliruan yang pernah dilakukan seorang teman.
8.      dan lain sebagainya.


Penghujung Bernada Kesimpulan
Berteman merupakan satu kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial. Dengan berteman, bukan saja terhindar dari perasaan kesepian, tetapi juga berpotensi melahirkan manfaat-manfaat yang begitu luas. Oleh karena itu, cerdas dan jeli memilih teman menjadi kunci penting untuk diperhatikan agar pertemanan mendatangkan makna-makna positif. Hal ini tidak berarti memilih-milih dalam berteman atau membatasi pergaulan, tetapi juga bentuk edukasi yang baik bagi mereka yang tidak memiliki teman dikarenakan sifat dan karakter buruknya sehingga dijauhi.


Oleh karena itu, dalam membangun sebuah pertemanan, hadirkanlah nilai-nilai kebaikan, sehingga pertemanan akan memberikan dampak positif yang mendorong pertumbuhan sifat dan karakter menjadi lebih soleh atau solehah. Dengan demikian, pertemanan pun akan mengandung nilai ibadah yang mempertinggi kemuliaan dihadapan Allah AWT. Amin Ya Robbal ‘Alamin.
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved