KETIKA KAUM MUDA MELIBAT DALAM AKSELERASI KUD-KUD DI LINGKUNGAN JAWA TENGAH

Rabu, 28 Desember 20160 komentar

URUN REMBUG : 
AKSELERASI KUD-KUD DI LINGKUNGAN JAWA TENGAH MELALUI PELIBATAN KAUM MUDA

A.  2 (dua) Stimulan Sebagai Pemantik Spirit
 
Puskud (Pusat Koperasi Unit Desa)  Jawa Tengah menggelar Rapat Anggota Program dan RAB Tahun 2017 di lantai 03 Kantornya yang beralamat di Jalan AR Saleh Nomor,11 Semaranf. Rapat kali ini tergolong istimewa karena menghadirkan beberapa tamu undangan yaitu Bapak Bima Kartika selaku Kabid Koperasi Dinkop & UMKM Propinsi Jawa Tengah, Bapak DR Walid selaku ketua AKRINDO (Assosiasi Koperasi Retail Indonesia) Jawa Tengah, Bapak Tomi Andi Wadana mewakili Yayasan Damandiri dan Rombongan Kopkun Institute yang terdiri dari  Mas Firdaus Putra,HC selaku Direktur Utama, Eling dan Muhammad Arsad Dalimunte yang juga ketua Dekopinda Banyumas.

Inti Tema besar yang dibahas kali ini adalah akselerasi pertumbuhan dan perkembangan KUD di lingkungan Jawa Tengah. Gagasan ini diinspirasi oleh realitas banyak KUD yang berwajah suram di era reformasi sekarang ini. Perubahan regulasi yang mempretesi berbagai fasilitas pemerintah telah membuat KUD seperti kehilangan gairah. Pertemuan kali ini juga merupakan tindaklanjut dari diskusi sebelumnya di Purwokerto yang dihadiri oleh Bapak Jazeri dari Puskud Jawa Tengah dan Pak Bima selaku Kabid Koperasi Dinkop & UMKM Jateng dan para punggawa Kopkun  Institute.

Bapak Tommi Andi Wadana mengawali presentasinya dengan penyampaian komitmen besar Yayasan Damandiri yang saat ini di pimpin oleh Bapak Subjiakto Tjakrawerdaja (Mantan Menkop), untuk mendorong laju tumbuh koperasi di tanah air, termasuk di Jawa Tengah.  Salah satu program yang akan didorong adalah usaha retail koperasi melalui pola modernisasi pengelolaan dalam arti luas yang lekat dengan empowering (pemberdayaan).  Tokoh yang satu ini juga memiliki record yang mentereng di bidang bisnis retail dan mengerti tentang bagaimana detail bisnis retail.  me-referensi pada sebuah tulisan kontemplatif, Pak Tommy menyampaikan, “Minimarket modern tampaknya menyiapkan diri dan menyamarkan diri agar tidak diketahui sebagai sebuah gerakan besar”. Cuplikan tersebut seolah me-refresentasikan realitas saat ini. Sementara itu, realitas kekinian retail atau toko koperasi cenderung kurang berkembang dan bahkan tidak sedikit yang tutup.  Hal ini lah yang menginspirasi Yayasan Damandiri untuk melibatkan diri dalam pencarian solusi atas ragam persoalan dan sekaligus membangun harapan baru bagi koperasi. Dalam spirit programnya, Yayasan Damandiri juga akan menyentuh sampai ke akar rumput (pelaku umkm di sektor retail). Mereka memikirkan personal career dimana para pedagang/pemilik toko akan diberi pinjaman modal yang bersifat edukatif dan motivasional sehingga usahanya bisa berjalan dengan baik dan mensejahterakan dirinya.

Sementara itu, Bapak Bima dalam presentasinya menguatkan hal-hal yang disampaikan Pak Tommi. Beliau juga men-sosialisasikan tentang adanya program besar di bidang pangan (khususnya perberasan) yang bertajuk BUMR (Badan Usaha Milik Rakyat). Hal ini sangat relevan dengan ketahanan pangan dimana KUD-KUD sudah cukup berpengalaman khususnya dalam urusan gabah dan beras. Untuk itu, Pak Bima berharap BUMR ini bisa menjadi stimulan dan sekaligus akselerator  bagi bangkitnya kembali semangat KUD untuk memikirkan nasib anggotanya, khususnya yang berprofesi sebagai petani padi. Sementara itu, secara makro hal ini akan mendorong lompatan kontribusi KUD dalam urusan ketahanan pangan. Di penghujung sambutan dan arahannya, Pak Bima sukses menyemangati segenap KUD yang hadir dimana mereka bertekad untuk memperbaiki kualitas pengelolaan pertanian dan juga nasib para petani yang nota bene adalah anggota KUD. 

Sebagai Ketua Akrindo Jawa Tengah, Pak Walid menyampaikan komitmennya untuk menyambut baik program Yayasan Damandiri kaitannya dengan pengembangan bisnis retail koperasi. Dihadapan peserta rapat, beliau juga menyampaikan komitmennya mendorong percepatan implementasi program ini agar bisnis retail koperasi mengalami kemajuan pesat dan lebih mensejehtareakan para anggota dan masyarakat sekitar.  Beliau juga menyampaikan oleh-oleh hasil kunjungan ke Malaysia dan Singapure, yaitu adanya peluang kerjasama antar koperasi. “Ada 4 (empat) yang ingin dikerjasamakan dengan malaysia dalam kontek antar koperasi, yaitu (i) Peluang kerjasama pengolahan singkong; (ii) fasilitas pengadaan tenaga kerja indonesia  mulai dari pelatihan,  pengiriman, salary dan lain sebagainya; (iii) membangun hospital islam dan; (iv) home stay”.  


B.  Kaum muda dan Pengembangan KUD-KUD di Lingkungan Jawa Tengah
Dengan suara menggelegar, Mas Firdaus memulai testimoninya tentang tekadnya sebagai anak
muda menjeburkan diri dalam koperasi. Tentu, gaya ini membuat suasana ruangan menjadi sangat berbeda dimana 99%  peserta berasal dari generasi senior. Selaku Direktur Kopkun Institute mencoba mendapatkan gambaran peta realitas dari KUD-KUD yang dihadirkan Puskud pada pertemuan ini melalui  5 (lima) pertanyaan yang dijawab ke dalam selembar kertas, yaitu ; (i) Apa mimpi bapak?; (ii) Butuh berapa mimpi itu terwujud?; (iii) Apa sulitnya mewujudkan mimpi itu?; (iv) Sudah berapa kali bapak mengikuti forum seperti ini? Dan; (v) Mengapa bapak masih mau menjadi pengurus?. Setelah jawaban terkumpul, beliau berkomitmen akan menyajikan hasil analisis dari jawaban-jawaban yang diberikan oleh audiens.  

Sementara itu, Bapak M.Arsad Dalimunte memulai presesntasinya dengan menyampaikan core problem  atas kondisi koperasi yang belum berkembang pada “orang-orang di dalamnya”. Jadi, tidak perlu mencari kambing hitam untuk membenarkan setiap keadaan yang kurang menggembirakan. Alasannya sederhana, koperasi itu kumpulan orang yang tumbuhkembangnya sangat tergantung seberapa jauh mampu membangun kolektivitasnya memproduksi manfaat. Untuk itu, koperasi harus berisi orang-orang yang memiliki keyakinan bahwa kebersamaan akan membawa pada kemanfaatan yang tidak terbatas. Untuk itu, koperasi harus menyelenggarakan pendidikan sebagai gerbang pembangunan keyakinan dan kesadaran. Sementara itu, dalam mewujudkan visi besarnya KUD-KUD disarankan untuk menerapkan formula “kombinasi tua-muda”. Dalam hal ini, para orang tua berfungsi sebagai simbol kepercayaan anggota &refresentasi demokrasi organisasi dan anak muda sebagai refresentasi dari kreativitas kekinian sehingga membuat koperasi menjadi sesuatu yang attractive.  

C. Gayung Bersambut
Peserta Rapat mengapresiasi dan juga mendukung aplikasi formula tua-muda di lingkungan KUD-KUD Prop Jawa Tengah. Untuk itu, akan diadakan tindaklanjut dimana KUD-KUD akan mengirimkan 2 (dua) orang kader-kader terbaiknya untuk diberikan treatmen pendahuluan yang pelaksanaannya di pusatkan di Kopkun Institute Purwokerto. Dalam skema awalnya, para kader-kader KUD ini akan diberikan tentang; (i)  filosopi dan spirit perjuangan koperasi; (ii) reposisi mindset berkoperasi dan; (iii)  meng-create dan mengelola manajemen perubahan. Semoga ini awal yang efektif dalam membentuk rangkaian sebuah perubahan revolusioner tata kelola organisasi dan perusahaan KUD-KUD di lingkungan Jawa Tengah. 

D. Integrasi Program  
Revitaliasi KUD-KUD di Jawa Tengah ini  akan melibatkan banyak pihak yang bekerja paralel dan terintegrasi dimana; (i) Kopkun Institute akan fokus pada asistensi penyusunan prototype, penguatan kapasitas kelembagaan; dan pemberdayaan, (ii) Yayasan Damandiri & Akrindo Jawa Tengah akan fokus pada pengembangan bisnis retail dan; (iii) BUMR akan fokus pada akselerasi perbaikan tata kelola pertanian dan perbaikan nasib petani (anggota KUD). Distribusi peran yang ter-Integrasi ini diyakini akan melahirkan efek yang keren bagi lahirnya iklim baru dalam keseharian KUD-KUD khususnya di wilayah Propinsi Jawa Tengah.  


Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved