Teruntuk lelaki pertamaku

Senin, 29 Agustus 20160 komentar

Teruntuk lelaki pertamaku
Hari ini aku teringat pertama kali kamu meneriakkan lantang tangismu di dunia ini. Hari ini mengingatkanku betapa rasa takut dan bahagia bercampur aduk saat menanti detik-detik kelahiranmu. Hari ini pun aku teringat kembali semua tahapan sejak hari pertama keberadaanmu di bumi Tuhan ini. Sejak itu, kamu telah menjadi lelaki pertamaku, anugerah dan kepercayaan Tuhan terhadapku untuk mengawali dan menjalankan peran sebagai seorang ayah.   

Sungguh perjalanan kita tlah begitu jauh, melalui dinamika hidup seiring dengan berjalannya waktu. Aku menjalankan peran ayah sekemampuan yang dititipkan Tuhan padaku dan Ibumu pun menjalankan peran ibu dengan kasih sayang yang tak pernah berbatas waktu.  

Banyak memory tlah tercatat dalam ragam upaya agar dirimu tumbuh dan berkembang sebagai anak yang membahagiakan hati. Jejak fikir dan laku telah melengkapi dinamika seorang ayah sepertiku yang senantiasa berusaha membuatmu tersenyum dan tumbuh dengan percaya diri. Seberat
apapun itu,  tak terfikir sedikitpun semua itu beban, tetapi wujud syukur yang nyata atas kepercayaan Tuhan padaku menjadi ayah darimu. Ibumu pun begitu gigih menjaga dan membimbing agar engkau menjadi seorang anak seperti impiannya sejak dulu kala, yaitu “memiliki anak-anak soleh”.   

Kami tak mengenal waktu dan juga memilih tak bersahabat dengan kata “lelah”, apalagi “menggerutu”. Rasa syukur dan cinta telah meng-energi untuk senantiasa menjalankan peran sebagi orang tua yang terbaik untukmu pada batas-batas kemampuan kami selaku manusia.

Betapa luas imajinasi indah tentangmu di esok hari kala sudah tumbuh menjadi pria yang
me-lelaki.  Sebagai putera pertama, engkau akan memimpin kedua adikmu. Bahkan, engkau akan menjadi wakilku saat aku berhalangan. Disamping itu, sebagai ayah, betapa ingin dirimu menjadi penolong di kemudian hari lewat doa-doa dipersujudan mu. Oleh karenanya, mendapatimu menjadi pribadi yang soleh adalah dasar terkuat mengapa diri ini tak pernah berhenti melangkah.

Sungguh kami merasa begitu bahagia dan juga bersyukur telah menjadi ayah dan ibumu, sebab kehadiranmu didunia juga telah menjadi inpsirasi untuk senantiasa ber-energi. Semangatmu men-tahapi mimpi telah melahirkan semangatku untuk menjadi pendamping terbaik bagimu dalam meraihnya.

Kulakukan apa yang bisa ku lakukan dan selebihnya kuserahkan menjadi urusan Tuhan. Kepersembahkan apa yang bisa kupersembahkan, selebihnya kupasrahkan pada Sang Khalik untuk menyempurnakannya. 

Semoga, atas rohman, rohim, hidayah dan berkah dari Sang Khalik,  dirimu akan tumbuh menjadi seperti mimpiku tentang seorang pria yang me-lelaki.

Selamat ulang tahun anakku dan juga lelaki pertama ku... Muhammad Daffa’ Dalimunte....  



Purwokerto, 29 Agustus 2016
Your Father that Love You  Always
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved