SEPUTAR PEMBAYARAN GAJI PEMAIN PERSIBAS

Rabu, 29 Juni 20160 komentar

SEPUTAR PEMBAYARAN GAJI PEMAIN PERSIBAS


A.  Dinamika Financial Yang Menarik

Menarik membaca satu tulisan di Harian Radar Banyumas  hari kemarin (29/6) pada desk olah raga yang diberi judul Pemain Persibas Butuh Kejelasan Gaji. Dalam tulisan itu digambarkan tentang keresahan segenap pemain yang di ref-resentasikan oleh Sang Kapten Abda Ali yang tengah mengalami gundah gulana atas keterlambatan gaji ini apalagi lebaran terhitung tinggal  satu minggu lagi.  Juga terjelaskan bahwa “sampai berita ini tertulis, CEO Persibas dan Ketua Umum Persibas belum ada yang bersedia memberikan jawaban ketida Radar Banyumas menyanyakan hal tersebut”.  

Memang betul seharsunya gajian para pemain itu tanggal 21 setiap bulannya. Namun kali ini, memang ada keterlambatan karena kebelumsiapan financial Persibas itu sendiri. Sejak memasuki fase profesional, sumber keuangan Persibas Banyumas bersifat mandiri dan mengandalkan kreativitas memenuhi segala kebutuhannya. Mengingat Persibas Banyumas baru saja promosi ke Divisi Utama, sejujurnya Persibas masih tahap belajar memasuki era profesional yang meliputi banyak aspek seperti : (i) pembangunan kultur organisasi/klub; (ii) pembangunan kultur pengelolaan perusahaan; (iii) Kultur tim sepak bola ( di dalamnya tentang pembangunan sikap & mental para pemain serta pelatih) dan; (iv) kemandirian financial (keuangan).  Semua aspek ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan harus dibangun secara bersama-sama.

Dalam proses belajar ini memang memerlukan energi besar dan konsistensi. Disatu sisi latihan harus terus jalan  demi keterbangunan tim solid, di sisi lain argo pengeluaran otomatis jalan sementara sumber pemasukan sangat tergantung pada hasil pegelaran pertandingan dan atau kreatvitas-kreativitas produktif lainnya.

Kompetisi resmi memang belum bergulir walau titik kejelasan sudah mulai terang benderang bersamaan dengan mencairnya suasana komunikasi di lingkungan PSSI dan Pemerintah.  Namun demikian, walau bukan event resmi, Persibas Banyumas saat ini ikut event TSC (Torabika Soccer Champion) dengan harapan efektif menjaga keutuhan tim  dan juga eksistensi Persibas sebagai tim sepak bola. Persibas memang tidak memiliki target muluk-muluk di event TSC ini. Keikutsertaan Persibas merupakan bagian dari tahapan membentuk kerangka tim ideal ketika kompetisi resmi Divisi utama yang menggunakan sistem promosi dan degradasi benar-benar sudah berjalan. Disisi lain, mengingat event ini juga diikuti para club divisi utama, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk mendapat gambaran awal tentang  “peta lawan” dan menjadi bekal penting bila kompetisi resmi PSSI di gelar. 

Secara finansial, sesuai regulasi operator ISC, masing-masing tim peserta kompetisi diberi dana stimulan yang ditransferkan setiap bulannya. Secara jumlah, dana stimulan ini sebenarnya hanya mencukupi 60% dari seluruh kebutuhan tim selama mengikuti turnamen ini, sehingga manajemen dan pengurus Persibas harus berupaya mencari kekurangannya melalui tiket penonton  dan juga sponsorship. 

Pada sisi sponsorship, masih terlalu sulit untuk diharapkan bisa membantu banyak.  Hal ini mengingat manajemen masih dalam tahapan membangun kepercayaan dan meng-komunikasikan tentang eksistensi Persibas Banyumas sebagai klub sepak bola kebanggaan Kabupaten Banyumas kepada berbagai pihak, khususnya pada dunia usaha. Oleh Karena itu, perolehan dari sisi sponsorship masih belum maksimal. Sementara itu, dari sisi penonton, juga masih belum optimal mengingat 2 (dua) lawan kandang  Persibas masih kurang familiar di kalangan pecinta sepak bola masyarakat Banyumas, yaitu Persika Kerawang dan Persip Pekalongan. Di sisi lain, prestasi tim sangat berpengaruh pada ketertarikan sponsor untuk support tim dan antusias suporter. Dunia usaha masih bertanya tentang prestasi dan menjadikannya sebagai dasar memberikan dukungan maksimal. Dengan demikian, sampai saat ini, satu-satunya yang menjadi andalan pemasukan bersumber dari operator turnamen TSC, yaitu PT GTS. Akibatnya, Ketika sponsorship dan hasil penjualan tiket pertandingan tandang belum optimal, maka pada saat timing transfer dari PT GTS tidak matching dengan jadual gajian pelatih dan pemain, maka keterlambatan pun menjadi satu situasi yang tidak bisa di elakkan.

Agak sedikit berbeda dengan  bulan sebelumnya dimana berkat konneksitas dan jejaring dari para personil PT dan Pengurus pembayaran gaji ditalangin dulu lewat sistem gotong royong dari para pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap sepak bola. Setelah operator GTS transfer, langsung dimanfaatkan untuk mengembalikan dana talangan. Ironisnya, untuk gajian bulan ini  tidak bisa atau sangat sulit mengulang taktik serupa sebagaimana bulan lalu mengingat bulan puasa dan juga menjelang lebaran dimana kalangan pengusaha sedang concern pada aktivitas bisnis dan juga THR (tunjangan hari raya karyawan) karyawan mereka masing-masing, sehingga tidak mungkin memberikan talangan.


B.  Kejelasan Itu Akhirnya Datang Juga
Selasa sore manajer Persibas memberi kabar operator turnamen ISC  barusan mengabarkan kalau barusan sudah transfer ke rekening Persibas. Karena kliringnya  antar bank sehingga dana masuk antara 1 sampai 2 hari prosesnya.  Sesuai hasil komunikasi manajemen dan pengurus Persibas,  Pemanfaatan dana tersebut  di utamakan untuk memenuhi salary pelatih dan seluruh pemain. Sementara itu, untuk pengembalian talangan operasional tim dan catering  akan dilakukan bila masih terdapat saldo. 

Sore tadi (rabu), di adakan briefing tim yang diawali dengan arahan dan sekaligus penyampaian harapan dari Ketua Umum Persibas, H Supangkat. Sesudahnya, agenda dilanjutkan pemaparan manajemen tim dan target prestasi oleh manajer persibas, Dimas Gustaman.  Pada briefing tim ini juga di lakukan pembayaran DP sebagian gaji kepada para pemain.

Agenda Briefing tadi juga di manfaatkan sebagai penutup latihan menjelang libur persiapan lebaran. Seminggu setelah lebaran, seluruh pemain akan kembali lagi berkumpul untuk mempersiapkan diri di pertandingan lanjutan kompetisi TSC, yaitu menjamu Persis Solo dimana target manajemen dan pengurus tim adalah meraih poin penuh di kandang sendiri.   Di penghujung agenda tersebut, Dimas gustaman selaku manajer menyampaikan bahwa tanggal 1 (satu) akan di adakan buka bersama tim dengan manajemen sekaligus membayarkan sisa gaji pemain bulan Juni.  Dimas berpesan kepada seluruh pemain agar selama libur lebaran, pemain tetap menjaga kondisi kesehatanm kebugaran dan juga fisik, agar performa tetep terjaga  saat menjamu Persis Solo 17 Juli 2016 nanti di GSP (Gor Satria Purwokerto).


Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved