MEMBANGUN KARYA MONUMENTAL DIPENGHUJUNG PERIODE

Jumat, 17 Juni 20160 komentar

MEMBANGUN KARYA MONUMENTAL DIPENGHUJUNG PERIODE


Musyker KOPINDO kali ini terasa khusus karena merupakan musyker teakhir untuk periode kepengurusan 2014-2016. Tahun terakhir ini merupakan kesempatan membangun bukti melalui karya monumental dan layak untuk dikenang. Segenap energi dan kreativitas harus dimobilisasi dalam kerangka kolektif yang diawali dengan penyautan potensi dan sumber daya.

Untuk tujuan itu, pada musyker yang ter-gelar di wisma penghubung propinsi Banten di Jalan Tebet Raya No.51, Jakarta selatan, di dorong pada ekplorasi gagasan dan kemudian melakukan stratifikasi guna menghasilkan
rumusan yang akan menjadi guidance perjuangan ditahun terakhir ini.  

Sebelum memasuki inti musyker, dilakukan sharing eksperimen dan pemikiran yang menghadirkan tokoh koperasi dan senior Kopindo yaitu Mas Suroto, Mas Suhaimi dan juga Mas Larto. Disamping meng-informasikan tentang kondisi kekinian ekonomi bangsa, Mas Suroto menyemangati kawan-kawan pengurus dan pengawas dengan megingatkan kembali bahwa “nilai-nilai” adalah yang menggerakkan organisasi. Fakta menunjukkan bahwa koperasi kurang dihargai karena minus ideologi. Untuk itu Koperasi harus memegang teguh dan memperjuangkan  prinsip-prinsipnya sehingga terbangun kharismatik dan strategic positioning  organisasi.

Sementara itu, Mas Suhaimi yang merupakan salah satu pembina Kopindo menyampaikan bahwa selama ini banyak ide yang terbaharukan namun masih miskin eksekusi sehingga berujung dari ketiadaan karya. Beliau juga mengingatkan bahwa setiap generasi selalu memiliki zaman dan iklim yang berbeda, sehingga setiap generasi harus membangun cara sendiri dalam membangun kiprahnya. Mimpi besar itu perlu tetapi tidak banyak  yang mampu melakukan hal-hal kecil secara konsisten menuju hal-hal besar. Sumber daya terbatas tidak kemudian menjadikan patah semangat. Di penghujung, perlu dibangun sikap optimis bahwa Tuhan akan senantiasa menolong tepat pada waktunya. Hal ini harus diyakini sebagai modal penting dalam berjuang membangun karya-karya berdimensi kemanfataan, khususnya bagi gerakan koperasi di Indonesia. 

SelanjutnyaDalam sesi brainstorming, Mas Yusuf selaku  Ketua Pengawas Kopindo menyampaikan aspresiasinya terhadap pegelaran musyker kali ini. Dari sisi waktu, hal ini merupakan langkah maju bila dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mengingat ini tahun terakhir kepengurusan, beliau berharap tahun ini akan menjadi tahun pembuktian. Tersusunnya mapping potensi merupakan modal strategis untuk merumuskan langkah-langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pragmatisme tetapi juga bermuatan ideologi yang kental. Musyker kali juga ditargetkan  tidak sebatas merumuskan program kerja, tetapi dimanfaatkan sebagai momentum penyatuan energi untuk melakukan yang terbaik. Semoga Musyker kali ini menghasilkan pemikiran dan gagasan-gagasan yang meng-akselerasi pertumbuhan dan perkembangan kopindo, pungkasnya.

Muhammad Arsad Dalimunte selaku anggota Pengawas Kopindo menegaskan harapannya atas terbangunnya karya-karya monumental. Untuk itu, perlu dibangun kesadaran bahwa realitas Kopindo saat ini berbeda dibanding era orde baru yang penuh dengan fasilitas dan kemudahan. Saat ini Kopindo harus membangun karya berbasis kreativitas dan kemandirian. Beliau juga mengingatkan perlunya persiapan kaderisasi berkaitan dengan suksesi kepengurusan di RAT mendatang. Optimalisasi pelayanan anggota yang berorientasi pada pemberdayaan. Sinergitas usaha antara Kopindo selaku sekunder dengan anggota selaku primer perlu dibangun sehingga terbentuk hubungan mutual  yang merekatkan. Ini memang merupakan jalan panjang, namun harus mulai dengan langkah-langkah kecil yang berkelanjutan. Semua unsur harus menyatukan persepsi, potensi dan sumber daya sehingga kolektivitas men-ciri dalam proses pembangunan Kopindo dan juga segenap anggotanya.  


Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved