KOWAPI BANYUMAS MENGGELAR BUKA PUASA BERSAMA 1000 (SERIBU) ANAK YATIM, PIATU & KAUM DHUAFA

Sabtu, 25 Juni 20160 komentar

KOWAPI BANYUMAS MENGGELAR BUKA PUASA
BERSAMA 1000 (SERIBU) ANAK YATIM, PIATU & KAUM DHUAFA


Subhanallah....bahagia, haru  dan terlalu sulit menemukan kata yang lebih tepat mewakili  perasaan campur aduk sejak sore sampai malam ini. Bagaimana tidak, satu persatu anak-anak itu turun dari kendaraan yang membawa dan kemudian langsung memasuki mesjid. Begitu duduk bersila dalam shaf yang rapi, mereka langsung mengeluarkan kitab suci Alqur’an dari tas nya dan kemudian mendengungkan ayat-ayat suci itu. Berinding dan terhenyak....menyaksikan 1000 (seribu) orang anak yatim, piatu dan kaum dhuafa berkumpul dalam satu mesjid. Ayat-alat
Allah keluar dari bibir wajah-wajah polos dan mungil itu. Terdengar begitu pasih dengan harokat yang jelas. 

Terasa jelas suara yang keluar dari generasi masa depan yang sedang menjalankan puasa itu penuh ketulusan dan keikhlasan. Masing-masing menyelesaikan bacaan surat yang menjadi tugasnya masing-masing. Sungguh berinding duduk diantara mereka yang sedang khusu’ membacakan ayat-ayat suci itu. satu jam saja 30 (tiga puluh)  juzz Alqur’an  pun selesai dan dilanjutkan dengan do’a khotmil qur’an sebagai penutup
tadarus sore itu. Kemudian mereka membacakan Asmaul Husna berjama'ah dengan nada khas yang semakin meng-khidmatkan suasana.

Masih ada waktu 20 (dua puluh) menit menjelang buka puasa dan acara pun diisi dengan pencerahan dari DR.Isdi. Dalam tauziahnya, beliau mengingatkan tentang “siapa yang ber-iman pada Allah dan hari akhir, berkatalah yang baik atau diam saja”. Beliau menegaskan, ketimbang  ghibah lebih baik diam saja. Ketimbang menyakiti perasaan orang lain
atau menebar fitnah lebih baik diam saja. Oleh karena itu, bicaralah yang baik sehingga mendatangkan manfaat dan tidak mendatangkan keburukan bagi dirinya maupun petaka bagi orang lain.  Untuk itu, setiap insan harus senantiasa berlatih "kapan diam dan kapan berbicara". Dengan demikian, pribadi akan terbimbing menjadi insan yang baik dan bijaksana. Beliau mengumpakan "orang bijaksana itu selalu seperti air yang selalu tenang dan menenangkan, selalu dingin dan mendinginkan, selalu damai dan mendamaikan ". Demikian pungkas beliau di tauziyahnya. 
 
Maghrib tiba dan segenap insan yang hadir di mesjid sore itu langsung berbuka puasa dengan sajian ta’jil yang sudah disediakan panitia di hadapan masing-masing. Tak lama berselang, sholat maghrib berjama’ah pun di gelar dan dilanjutkan dengan makan. Setelah istrahat sejenak  waktu sholat Isya pun tiba dan semua bergegas berdiri dan meluruskan barisan untuk menjalankan sholat Isya berjama’ah yang dilanjutkan dengan sholat tarawih berjama’ah. Semangat lengkingan ucapan “aminnnnnn” tiap kali penghujung Alfatihah dari seribu orang yatim, piatu dan kaum dhuafa itu sungguh mendatangkan suasana dan perasaan yang luar biasa.

Pasca tarawih, Kowapi selanjutnya menggelar pendistribusian bingkisan berupa barang dan sejumlah uang kepada 1000 orang itu. Terlihat senyum bahagia dari setiap anak-anak yang masih polos itu. Dengan semangat 45, mereka menggotong setiap paket kepedulian itu. Tak ayal keadaan itu membuat semua hadirin larut di keharuan dan bahkan sebagian tak kuat menahan air mata. Ada perasaan begitu sulit diungkapkan saat tangan-tangan mungil itu menyalamin dan mencium tangan sambil mengucapkan terima kasih. 

Subhanallah....terlihat dari wajah-wajah lugu itu begitu merindukan kasih sayang dari seorang ayah atau seorang ibu. Namun, gurat wajah ketabahan terlihat masih terpancar dan sumringah. Suasana hati riang gembira  membuat kesan kesedihan tak tampak di penampilan hamba-hamba Allah polos dan lugu itu. Ternyata “aksi mulia” yang di create oleh para pejuang KOWAPI dibawah pimpinan Ibu Isdi ini tak hanya sampai di situ saja. Dalam acara itu KOWAPI juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk pembangunan sebuah masjid. 

Demikianlah gambaran suasana luar biasa dari pegelaran agenda Buka Puasa Bersama 1000 anak yatim,piatu dan kaum dhuafa yang di inisiasi oleh KOWAPI (Koperasi Wanitas Pengusaha Indonesia) Banyumas.  Dalam pegelaran agenda akbar ini, Kowapi Banyumas menggandeng Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) Kab. Banyumas selaku induk gerakan koperasi di wilayah Kabupaten banyumas dan 2 (dua) koperasi primer yaitu koperasi konsumen Kopkun dan KPRI Sumber Makmur. BNI syari-ah dan Bank Jateng Cabag Purwokerto pun tidak mau ketinggalan melibatkan diri dalam agenda bernuansa spiritual ini.  Yayasan Yatim Mandiri, PKPU (lembaga kemanusiaan nasional) dan Enagic Kangen water pun ikut berkontribusi menyemarakkan satu Amaliyah bernada kepedulian di hari ke-21 Bulan Suci Ramadahan 1437 H, tepatnya tanggal 25 Juni 2016 Tahun Masehi. 
Kegiatan ini diberi judul "amaliah Ramadhan 1437 H" degan mengambil tema "Meraih Seribu Bulan Bersama Seribu Anak yatim dan Dhuafa". Dari pilihan tema dapat ditangkap merefresentasikan  keinginan kuat untuk meraih hasil maksimum di Ramadhan kali ini, yaitu mempertinggi kualitas diri dan kemuliaan di hadapan Allah SWT. Pelibatan kaum dhuafa, yatim dan piatu  juga menggambarkan tingginya kepedulian dan kemauan yang kuat berbagi. Hal ini juga wujud men-syukuri ragam nikmat dan kemurahan  Allah SWT yang melingkari hidup segenap insan-insan koperasi di Banyumas, khususnya yang terhimpun dalam KOWAPI (Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia Banyumas).  

Sekilas tentang KOWAPI Banyumas, merupakan salah satu koperasi primer kebanggaan Kabupaten Banyumas. Kowapi Banyumas juga tercatat sebagai koperasi wanita  terbesar di lingkungan  Propinsi Jawa tengah. Koperasi ini beranggotakan para wanita yang kesehariannya berprofesi sebagai pengusaha.

Inisiasi pegelaran event akbar semacam ini layak diapresiasi sebab sangat inspiratif dan membangunkan energi untuk senantiasa peduli dan membudayakan ”berbagi” sebagai bagian dari upaya meraih kesuksesan yang lebih dan sekaligus mewujudkan rasa syukur. Mengumpulkan 1000  (seribu) anak yatim, piatu dan kaum dhuafa bukanlah perkara mudah. Apalagi waktu persiapan begitu singkat hanya satu bulan saja. Lewat jejaring yang merekka punya, Kowapi sukses menghadirkan para yatim, piatu dan kaum dhuafa dari 28 (dua puluh delapan) panti asuhan yang tersebar di jagad Kabupaten Banyumas.

Semoga kekhidmatan disepanjang proses acara ini berlangsung tetap dalam niat yang terjaga dan semata-mata mengharap ridho Allah SWT. Semoga kehadiran dan do'a-do'a tulus dan khusu’ para anak-anak yatim, piatu & dhuafa itu akan mendatangkan dan mendorong terciptanya lompatan  capaian dan hikmah luar biasa bagi segenap insan yang telah melibatkan diri dan berkontribusi dalam pegelaran acara yang sangat mulia ini.  Amin Ya Robbal ’Alamin.

      
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved