HADIAH INDAH BERKEPUTUSAN

Jumat, 16 Oktober 20151komentar



HADIAH INDAH BERKEPUTUSAN


A. PENGANTAR
Untuk kesekian kali, hikmah dan pelajaran diperoleh penulis dari  jejak hidup seorang Agnes, mahasiswi Indonesia yang sedang berjuang menjalani S2 di Rusia. 

Sebenarnya, kisah ini berawal di minggu ke empat September 2015, dimana Agnes menyapa dan sekaligus menyampaikan kegalauan yang sedang menghinggapi bathinnya. Namun tidak lama berselang, kegalaluan itu pun berbuah indah.  Sebuah keadaan tidak terduga menghinggapi pejuangan Agnes. 

Untung saja materi chatting WA nya masih ter-arsip sehingga bisa disajikan utuh dalam tulisan ini. Kisah ini begitu inspiratif  dan layak dijadikan sebagai pemantik untuk masuk pada sesi kontemplasi tentang sebuah keyakinan dan teguh dalam berpendirian.

Fakta menunjukkan dunia penuh dinamika dimana sebagian orang mengambil pilihan dengan penuh keyakinan dan sebagian lainnya memilih melakukan titik kompromi dan berdamai dengan keadaan walau tak jarang harus menyederhanakan sesuatu yang sebenarnya tak bisa disederhanakan apalagi untuk diabaikan. Namun demikian, sering kali nalar kebutuhan, kecerdasan akal dan kepiawaian merangkai alasan, akhirnya menggiring pada keputusan-keputusan hidup yang didalamnya terkandung keraguan saat menjalaninya.


B. PROSES DIALOG
Sebagaimana maksud tulisan ini untuk menginspirasi pembaca, berikut disajikan proses dialog singkat yang berlangsung dalam beberapa termin waktu namun memiliki relevansi sehingga disajikan menjadi satu kisah utuh dan mudah di cerna pembaca.

MR       Mahasiswa Rusia (Agnes)
P          : Penulis

21 Sep 2015
MR      : Pak..Agnes mau cerita boleh...?
P          : Boleh..silahkan Agnes
MR      : Suatu ketika seseorang dari organisasi pengusaha di kota saya belajar                      
              memberikan saya kesempatan belajar untuk manangani pertemuan (bisnis)         internasional. Saya dapat tugas sangat menarik untuk belajar langsung dengan beberapa pengusaha dari luar Rusia. Saya menyambut dengan senang Pak sebab itu berarti mereka percaya ke Agnes. Awalnya agnes kira ini kesempatan bagus, namun  ketika mereka minta saya harus buka kerudung walau hanya 2 (dua) hari, keadaan menjadi begitu sulit. Disatu sisi,  Agnes sangat ingin memanfaatkan kesempatan ini,  namun hati ini berontak kalau harus buka        kerudung, duh gimana ya Pak....
P          : Itu godaan...dan agnes harus tetap memegang prinsip..sebab semua kemudahan
  Datangnya dari Allah...
MR      : Sayang banget ya pak.. haduh Pak..
P          : Trus masih gaalau? Mau lepas jilbab?
MR      : Ngga mau dong Pak. Tapi gimana ya Pak, ada rasa agak nyesek dikit gitu
  sih Pak. Agnes kira itu kesempatan. Malam ini Agnes di minta kabarin
  keputusannya Pak...
P          : Teteplah pada prinsip...selanjutnya serahkan ke Allah…Pasti ada
  keindahan atas setiap berpegang teguh prinsip dan keimanan...
MR      : Baiklah Pak, Insha Allah ga lepas. Kalau sebelumnya ujiannya masih tahap kerja di
  kafe2an, sekarang ujiannya cukup bikin menghela nafas panjang. Okay
  Pak.. Agnes usaha buat istiqomah aja Pak. Kedepan kayanya ujiannya lebih
  besar lagi. Doain terus ya Pak, masih butuh bimbingan bapak.
P          : Siapp Agnes...bismillah..pasti ada keindahan dari Allah atas setiap
  kesabaran,kebijaksanaan dan keteguhan iman...
MR      : Iya Pak, Insha Allah. Makasih banyak yak Pak nasihatnya....
P          : Iya agnes..jangan galau lagi ya...Allah pasti kasih ganti yang lebih baik
  untuk agnes...
MR      : Aamiin.. okay Pak siap

07 Oktober 2015
MR      : Assalamualaikum Pak, Bapak... beberapa minggu lalu Agnes  baru saja
  sampaikan kegalauan dan minggu ini sungguh luar biasa Pak..Allah betul-
  betul kasih gantinya Pak. Memang terbukti nasihat Bapak. Alhamdulillah
  Agnes dapat beasiswa tambahan  yang jumlahnya lebih dari yang agnes perkirakan. Ada lagi pak...kalau kemarin Agnes  galau karena nggak diberi kesempatan memanage sebuah event yang menurut agnes cukup luar biasa.Namun pagi ini, Agnes diminta merancang pertemuan internasional yang lingkupnya lebih dari yang kemarin. Dan untuk event ini Agnes tidak perlu lepas kerudung Pak. lalu satu lagi pak..sedang on fire buat karya, alhamdulillah dapat  kerjasama   dengan pemuda ASEAN, minggu ini diberangkatkan 16  mahasiswa Indonesia,  5 thailand, 4 Malaysia dan lain-lain ke Rusia untuk  summit. Alhamdulillah   pak..syukur tiada terkira. Mohon doanya ya pak.  Acara summit selesai tanggal 12 oktober, mudah2an sukses sampai akhir.
P          : Subhanallah...luar biasa makna dari sebuah istiqomah...selamat ya
  agnes..sy ikut seneng dan juga bangga serta dapay pelajaran juga dari apa yang dialami Agnes ini....
MR      : Siap Pak. Mohon doanya Pak.

08 Oktober 2015
MR      : Ini pak foto kawan2 mahasiswa indo
P          : Wui...keren...Salam untuk mahasiswa/i indonesia yang hebat2  


C. HIKMAH
Secara obyektif, apa yang dialami Agnes merupakan satu kisah yang sangat amazing tentang keteguhan berpendirian. Apa yang telah diputuskan Agnes merupakan keberanian yang jarang. Teguh pada pendirian ditengah godaan duniawi yang nyata-nyata menjanjikan keindahan bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipilih. Apalagi tawaran itu datang  saat sedang sangat membutuhkan.  Hal ini menjadi sangat menarik sebab dilakukan seseorang yang masih muda dimana biasanya logika dunia lebih mendominasi dalam setiap kali berkeputusan. Dia telah melakukan hal jarang terutama di seusianya. Hal itu pasti memerlukan keyakinan kuat akan makna positif yang akan diberikan Tuhan dari sebuah tindakan baik walau harus melewatkan satu peluang yang datangnya juga tidak 2 (dua) kali. Disisi lain, kemudahan yang kemudian dihadirkan Allah SWT ke dalam hidunya dalam waktu yang tidak terlalu lama juga sesuatu yang menginspirasi dan didalamnya terkandung banyak pelajaran. 

Allah SWT telah memberikan hadiah indah atas keteguhannya pada prinsip dan keimanan. Dia tetep memilih melepaskan satu peluang luar biasa ketika men-syaratkan lepas kerudung, walaupun sesunggunya dia sangat menginginkan tawaran itu. Namun, keteguhan dan kesabarannya telah berujung hadiah indah melebihi dari bayangan dan kebutuhannya.

Andai kita tahu apa yang terjadi besok, mungkin tidak terlalu sulit untuk memutuskan sesuatu. Sayangnya, apa yang terjadi sedetik kemudian dari saat ini sepenuhnya hak prerogatif Allah SWT.  Pada titik itulah manusia harus berani berkeputusan dengan keyakinan dan kesiapan dengan segala resiko yang mungkin melekat pada keputusan itu.  Satu hal yang menjadi catatan penting, kehebatan manusia sesungguhnya terbatas pada tingkat merancang, berupaya dan kemudian berharap. Sebab apapun yang terjadi didunia ini adalah atas izin Allah SWT.

Allah SWT memang berjanji akan seperti prasangka hamba-Nya, namun realitas hidup sering menunjukkan apa yang terjadi kemudian berbeda dengan apa yang diperkirakan atau diharapkan atau dirancang sebelumnya. Artinya, pada titik itu rancang manusia tidak match atau berjarak dengan kehendak Tuhan.

Adakah ketidaktercapaian asa sebentuk pesan agar manusia lebih keras berusaha mendekat pada-Nya?. Adakah ketidaksesuaian realita dan asa mengindikasikan bahwa insan tersebut belum tergolong ke dalam manusia yang layak diikuti prasangkanya oleh Tuhan?. Semoga 2 (dua) tanya ini menginspirasi kebaikan pada kita semua. Amin Ya Robbal ’Alamin.

Akhirnya, penulis mengingatkan sekaligus mengajak pada diri sendiri dan juga para pembaca untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijak dan lebih dekat dengan-Nya. Sebab lewat mendekat pada-Nya secara total akan mendekatkan pada kebahagiaan hidup sesungguhnya. 

Hidup adalah sebuah perjalanan panjang  yang dalam setiap dinamikanya tekandung hikmah dan bahkan pesan  bagi yang berfikir dan berakal serta peka terhadap segala situasi yang hadir di hidupnya. Oleh karena itu, belajar dari kenyataan hidup dan senantiasa melakukan flash back menjadi perlu untuk menemukan apa yang kurang tepat dan disisi mana yang harus diperbaiki agar kesuksesan lebih berpeluang diraih.  

Semoga tulisan sederhana ini mendatangkan hikmah bagi penulis dan juga segenap pembaca. Tak ada salahnya bila kitapun ikut mendoakan Agnes yang sedang berjuang dengan study, mimpi dan juga keyakinannya.

Sukses selalu untuk kita semua. Amin....


Salam Berkeyakinan... 
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

2 November 2015 04.49

Ternyata Allah cuma mau ngetes kita lewat pilihan-pilihan yang sepertinya sulit. Namun tidaklah sulit jika yang jadi patokannya adalah perintahNya.

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved