"MENJADI PEMUDA PENAKUT dan PEMALU YANG MENGINSPIRASI"

Minggu, 14 Juni 20150 komentar

I.  PROLOG
Keterlibatan penulis menjadi salah satu pengisi acara ini mungkin lebih tepat disebut dadakan dikarenakan salah satu pemateri membatalkan kehadirannya H-1 di acara ini. Padahal beliau diharapkan me-refresentasikan kaum muda. Awalnya penulis keberatan karena kurang faham tentang persoalan-persoalan hukum, apalagi background pendidikan penulis sebenarnya bukan fakultas hukum tetapi fakultas ekonomi. namun demikian dikarenakan materi yang diminta kepada penulis tentang motivasi dan pembentukan karakter anak muda, kemudian penulis menyanggupin sebab agak familiar dengan materi-materi semacam ini. Sementara itu, materi tentang hukum di isi oleh narasumber kaliber yaitu : 1. DR.Wahidudun Adams, SH.,MH. Beliau seorang hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) dan; 2. M.Chozin Amirulloh, seorang Staff Khusus Kemendikbud RI.

Acara seminar ini merupakan rangkaian dari sederetan agenda yang berujung dengan terbentuknya Gerakan Pemuda Anti Korupsi.Sebuah upaya kaum muda yang layak di apresiasi, khususnya dalam komitmen untuk memerangi musuh nomor 1 pembangunan negeri ini yaitu "korupsi"


II. MATERI
Diinspirasi semangat untuk mengembangkan makna diri, kemudian materi ini disajikan dalam blog ini dengan harapan bisa membangun hikmah bagi penulis dan juga pembaca. Adapun materi yang disampaikan penulis dalam acara tersebut adalah sebagai berikut :


"MENJADI PEMUDA PENAKUT dan PEMALU YANG MENGINSPIRASI"
Disampiakan pada  Seminar nasional dalam rangka  Camp Anti Korupsi Pemuda se-Jawa Tengah, di Aula Justicia 3, Fakultas Hukum Unsoed, Purwokerto, Jawa Tengah , 12 Juni 2015
 



A.  PENGANTAR

Pemuda adalah generasi yang pada gilirannya akan mengambil estafet kepemimpinan bangsa. Pemuda juga merupakan pemegang kunci penting akan seperti apa bangsa ini di masa depan nanti. Atas dasar hal itu, pemuda adalah generasi yang harus dipersiapkan sedemikian rupa sehingga memiliki bekal cukup  saat memimpin itu sudah tiba waktunya. Persiapan yang dimaksud tidak sebatas ilmu pengetahuan dan teknologi saja, tetapi juga penyiapan sikap dan mental yang  ditandai dengan  karakter dan integritas yang kuat,
Semangat  kebangsaan dan  jiwa nasionalisme yang tinggi juga harus ditumbuhkan sehingga memiliki semangat patriotik , khususnya dalam rangka mewarnai perjalanan bangsa ini baik melalui  gagasan brilian maupun tindakan yang cerdas.



Untuk tujuan itu, pemuda harus diberi ruang dan kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan kapasitas diri, kebebasan berekspresi dan mengembangkan kreasi. Hal ini mengingat pemuda adalah generasi full energy dan memiliki gairah tinggi  melakukan apa-apa yang menjadi keyakinannya, baik sekedar bentuk ekpresi diri maupun didorong oleh  keinginan kuat menciptakan ragam karya sebagai identitas tegas kepemudaannya.  Jika ruang-ruang ini tersumbat, maka potensi kreativitas dan ruang uji kapasitas para pemuda akan mati dan berpotensi beralih ke dalam tindakan negatif yang tidak hanya merusak pemuda itu sendiri, tetapi juga menimbulkan keresahan di kehidupan masyarakat.  


B. SKEMA REALITAS dan HARAPAN

 







C.  KEKINIAN YANG MERESAHKAN



Sekarang adalah era keterbukaan infomasi dan kemajuan teknologi. Segala informasi begitu mudah untuk di akses dan teknologi telah mendorong percepatan perubahan dalam segala sisi kehidupan manusia. Disatu sisi mempemudah, namun disisi lain bisa mendatangkan implikasi yang tidak diharapkan yang pada akhirnya mendatangkan keresahan yang berkepanjangan. Sebagai contoh, teknologi canggih telah membuat segala sesuatunya menjadi mudah sehingga tanpa disadari hal ini bisa melahirkan generasi instan yang memiliki semagat juang rendah dalam hidupnya. Demikian juga halnya tumbuhnya gaya hidup konsumerisme dimana setiap individu semakin sulit mengendalikan pengeluarannya. Akibatnya, mereka mendorong laju pertumbuhan pendapatan hanya untuk mempertahankan gaya hidup. Ironisnya, kala laju pertumbuhan pendapatan tidak seimbang dengan pertumbuhan pengeluaran (sebagai akibat kegagalan mengendalikan ingin), tidak sedikit yang kemudian tergoda mengambil  jalan pintas yang bertentangan dengan yang seharusnya.



Sebagai generasi muda, implikasi-implikasi negatif dari kemajuan zaman ini harus disikapi dengan bijak. Modernisasi harus di filter sehingga mendatangkan dampak positif dan mendorong untuk menjadi pribadi yang lebih produktif, baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan  (baca: masyarakat luas). Kaum muda harus membangun   identitas yang  menegaskan  kreativitas, kepedulian dan semangat juang yang tak terbatas. Kaum muda harus menjauhkan diri dari cara berfikir dan berindak instan serta  membangun pembacaan sejak dini bahwa untuk bisa mempeoleh atau mencapai sesuatu harus memiliki kapasitas diri dan melalui jalan berliku, pengorbanan, ketekunan dan pantang menyerah. 





D PEMUDA PENAKUT  dan PEMALU YANG MENGINSPIRASI



Perilaku baik adalah hasil dari kebiasaan atau budaya yang baik pula. Untuk itu, sejak dini kaum muda harus membentuk mindset dan melatihkan tindakan yang baik dikesehariannya sehingga menjadi budaya hidup. Keterbentukan hal semacam itu memerlukan proses, mulai dari pembentukan keyakinan dan mindset melalui pendidikan  sampai dengan praktek di dalam kehidupan keseharian. Konsisten berpraktek kemudian menjadikannya sebagai bagian dari gaya  hidup yang akan dibawa nya  saat berinteraksi
dengan  masyarakat. Peran keluarga juga tidak kalah penting. Proses komunikasi dan interaksi yang berlangsung di keseharian hidup juga ikut berpengaruh dalam membentuk karakter.   



Satu hal lagi yang bahkan menjadi faktor terpenting, yaitu tentang ber-Tuhan. Orang yang memiliki kedekatan dengan Tuhan akan memiliki rasa takut untuk berbuat salah karena meyakini ada nya ganjaran dari setiap apa yang dilakukan. Mereka juga memiliki rasa malu yang tinggi terhadap masyarakat bila melakukan hal-hal yang melanggar norma dan hukum. Intinya, manusia ber-Tuhan yang ditandai dengan konsistensi mengerjakan ajarannya akan membentuk  individu menjadi pribadi santun tanpa kehilangan gairah untuk
selalu ber-ide kreatif dan melakukan langkah-langkah produktif yang berujung pada kelahiran karya yang menginspirasi banyak orang.



Pribadi yang penakut (terhadap hukum Tuhan-nya) dan pemalu (malu kepada masyarakat bila melakukan penyimpangan) akan menggiring pada tindakan-tindakan bijak yang membawa dirinya bernilai dan lebih berdaya guna bagi orang lain. Apalagi bila pribadi tersebut sampai pada posisi pemaknaan bahwa berbuat baik adalah

kebutuhan pribadi, maka akan lahir tindakan-tindakan kepedulian yang  melahirkan multiplier effect  yang akan membawa masyarakat bergerak dari satu titik ke titik yang lebih baik.        



Sebagai generasi muda yang memiliki tanggungjawab besar terhadap masa depan bangsa, kaum muda harus meningkatkan kapasitas diri berbasis kesadaran. Pada kaum muda harus di doktrinkan bahwa bertindak arif dan kreatif adalah sebuah kemuliaan  . Membangun kapasitas diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah tiket strategis untuk bisa memberikan sumbangsih dalam kehidupan masyarakat maupun negara. Kaum muda juga harus melihat bahwa “karya” adalah mesin reputasi yang secara alamiah akan membawanya pada ketinggian dan juga kemuliaan. Kepemilikan materialitas harus diyakini sebagai bentuk keadilan dari kemauan setiap orang berproses dan mentahapi langkah-langkah dalam mencapai keberhasilan. Untuk itu, pemuda tidak boleh terjebak pada cara berfikir dan bertindak instan, sebab hanya akan melahirkan mental yang rapuh dan manja. Akumulasi kebelumberhasilan harus difahami bagian yang pasti dari perjuangan dan juga keberhasilan.



Disamping itu, kaum muda juga harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap realitas masyarakat.  Keresahan-keresahan masyarakat harus menjadi inspirasi energi bagi kaum muda untuk bergerak melakukan sesuatu sampai situasi dan kondisi yang lebih baik dan berpengharapan bisa mewujud. Untuk itu, kaum muda harus terus mengembangkan kreativitas yang tidak hanya akan mendorongnya pada kesuksesan pribadi, tetapi juga melahirkan haraan-harapan baru bagi lingkungan.



Kaum muda harus memberi ketauladanan yang menginspirasi orang lain untuk menjadikan “kreativitas dan selalu berjuang “ sebagai gaya hidup. Kaum  muda  harus mengambil inisiatif dan tanggungjawab untuk  memberi solusi integratif. Disamping itu, kaum muda harus mampu meng-energi sehingga bisa melahirkan semangat baru yang mendorong masyarakat untuk terus bergerak secara produktif.  Disamping itu, kaum muda juga harus menghindarkan diri terjebak ke dalam semangat materialitas  di dalam melakukan berbagai kebaikan dan ketauladanan. Demikian juga dalam konteks mempersepsikan kesuksesan hendaknya tidak terjebak pada ukuran kebendaan, tetapi pada seberapa luas makna diri bagi sesama. Hal ini penting  untuk menghindarkan kaum muda dalam melakukan sesuatu hanya untuk sekedar disebut “hebat”.  





E. PENGHUJUNG




Menjadi pemuda penakut dan pemalu merupakan tiket untuk melakukan hal-hal yang menginspirasi. Hal ini penting agar setiap pemuda memiliki identitas diri yang tegas dan juga memiliki integritas tinggi terhadap upaya-upaya kreatif demi keterlahiran ragam karya yang tidak hanya akan mendatangkan mafaat bagi dirinya, tetapi juga memberikan tambahan nilai dan harapan bagi orang lain. Semua berawal dari hal-hal kecil dan kemauan berproses dan ketekunan mentahapi akan membawanya pada capaian-capaian yang mengagumkan. Oleh karena itu, kaum muda harus membangun “kesadaran ber-kemauan” dan segera memulainya dari hal sederhana sekalipun.



Pada bangsa  yang maju terdapat generasi muda yang memandang  bahwa berkarya itu adalah sebuah kemuliaan dan sekaligus sumber identitas dan sekaligus keterbentukan karakter.



Demikian tulisan singkat dan sederhana ini disampaikan sebagai bahan diskusi. Semoga tulisa ini bisa memantik kaum muda untuk segera mengambil inisiatif melakukan aksi-aksi sportif yang kemudian menjadi tauladan bagi banyak orang. Amin. 





Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved