INDONESIAN IDOL : MOBILISASI "SENTIMENTIL DAN KEBERPIHAKAN" MENJADI SEBUAH "INDUSTRI KREATIF"

Sabtu, 15 Maret 20140 komentar



sumber : kapanlagi.com

Kalau bisanya setiap minggu yang harus pulang adalah 1 (satu) orang kontestan, Jum’at malam kali  ini tak seperti biasanya, ada 2 (dua) peserta yang harus angkat coper.  Kalau biasanya proses perkembangan perolehan vote  tidak pernah dijelaskan senyatanya dan mutlak menjadi hak prerogatif  dan  sekaligus menjadi dasar panitia menentukan peserta the next idol yang harus pulang, malam ini posisi  2 (dua) terbawah hasil  "vote sementara" diumumkan  kepada khalayak saat separoh dari jumlah peserta Idol mempertontonkan kebolehannya di panggung spektakuler. Sang Host pun menegaskan bahwa itu hanya perhitungan sementara dan bila loyalis para peserta the next idol 2014 tidak ingin kehilangan idolanya di minggu berikutnya.maka satu-satunya peluang adalah melipatgandakan vote sampai batas waktu habis.   



Akhirnya vote di tutup setelah semua peserta the next idol unjuk kebolehan dalam bernyaty. Tiba saatnya menentukan siapa yang harus pulang dan siapa yang berhak lanjut atau bertahan. Seperti diumumkan dipermulaan acara bahwa malam ini yang akan pulang adalah 2 (dua) orang. Dengan ciri khas Sang Host dan disertai dengan musik menegangkan satu per satu peserta mendapati nasibnya. 8 (delapan) kontestan dinyatakan aman berdasarkan perolehan vote yang di kirimkan oleh voter melalui sms atau twitter. Kedelapan kontestan ini berhak tampil lagi di minggu berikutnya. Sementara itu, 3 (tiga) kontestan peraih vote tersendah dinyatakan belum aman. Pertanyaan muncul kemudian, siapakah 1 (satu) dari 3 (tiga) peserta yang belum aman akan tetap bertahan?. Ketiga peserta tersebut menunjukkan wajah yang tegang walau sesekali mencoba menghibur diri dengan senyuman getir.



Sang Host mengatakan bahwa ketiga peserta yang masuk kategori ”belum aman” akan diberikan kesempatan bernyanyi sekali lagi. Kemudian secara berturut-turut mereka bernyanyi mulai dari dewi, sarah dan diakhiri dengan miranti. Sesaat sebelum ketiganya bernyanyi diumumkan bahwa vote di buka kembali. Kemudian Sang Host acara memotivasi peserta idol untuk menampilkan talenta terbaik yang mereka miliki dengan alasan agar mendapatkan raihan dukungan. Disisi lain sang Host pun memotivasi para voter loyalis  untuk memberikan vote sebanyak-banyaknya  atau idola mereka harus pulang malam ini.  Adakah emosi para voter di segenap penjuru negeri ini terprovokasi untuk tersu mendukung walau harus mengorbankan sebagian pulsanya?. Dari sisi bisnis,  penyelenggara pasti berharap hal itu terjadi sebab kian banyak yang nge-vote berarti kian berisi pundi-pundi pendapatan.

sumber : kapanlagi.com


sumber : article.wn.com
Ketiga peserta The Next Idol telah selesai menunaikan tugasnya dan sepertinya akan diketahui siapa dari ketiganya yang akan tetap bertahan.  Sang host sungguh kreatif dalam mengaduk-aduk emosi penonton dan  mengingatkan bahwa masih ada waktu untuk melipatgandakan dukungan. Disaat tersisa  3 (tiga) menit untuk nge-vote, sang host mencoba menyapa barisan juri dan menanyakan prediksi mereka tentang siapakah  satu orang yang akan bertahan dari 3 (tiga) peserta peraih voting terendah. Dengan asumsi dewan juri akan obyektif dalam memberikan prediksinya masing-masing, terbersit tanya adakah hal ini bentuk komitmen kuat penyelenggara untuk tetap menjaga  kualitas output sehingga diharapkan prediksi para juri mampu mempengaruhi atau membimbing para voter dalam menentukan pilihan?. Ataukah ini bagian dari skenario melipatgandakan vote yang bermakna pelipatgandaan hasil penyelenggaraan event akbar yang satu ini?





Akhirnya vote di tutup dan saatnya menentukan siapa yang bertahan dan siapa pula yang harus pulang, dewi, sarah ataukah miranti?. Ketegangan pun terjadi lagi. Suasana seketika senyap dan sesekali camera menunjukkan bagaimana sang peserta ataupun penonton yang hadir di studio sedang komat-kamit menandakan sedang berharap akan pertolongan Tuhan. Akhirnya terjawab sudah, sarah dinyatakan aman dan kemudian berhak bergabung dengan barisan 8 (delapan) peserta yang sudah dinyatakan aman lebih dulu. Sementara itu Dewi dan Miranti dinyatakan belum aman.



sumber :tribunnews.com
Ternyata masih ada satu harapan bagi keduanya bila para juri menggunakan hak veto nya untuk mempertahankan salah satu dari keduanya. Setelah bermusyawarah, dewan juri yang terdiri dari anang, tantri kotak, Titik DJ (minus Dhani yang sudah pulang lebih dulu karena alasan kesehatan) akhirnya menyatakan juri memilih untuk tetap meng-keep hak veto yang hanya bisa digunakan sekali saja sepanjang ajang panggung spektakuler di gelar. Atas hal ini, maka Dewi dan Miranti positif pulang malam ini. Keteganganpun akhirnya usai dan 9 (sembilan) peserta yang melanjutkan pertarungan berikutnya berinisiatif mendatangi Dewi dan Miranti. Mereka menunjukkan solidaritas dan persaudaraan untuk membangunkan kebesaran jiwa dari 2 (dua) orang yang sudah beberapa waktu menjadi bagian dari keseharian mereka di ruang latihan. Sungguh dramatis...tetapi inilah perlombaan pencari bakat yang hanya memberi peluang kepada 1 (satu) pemenang.


Dipenghujung goresan  ini terbersit beberapa tanya..adakah perubahan pola vote malam ini  menandakan minimnya partisipasi voter untuk ajang  yang di klaim para juri sebagai event Idol yang dikuti peserta-peserta terbaik dari ajang yang sam disebelumnya?. Adakah mayoritas pecinta musik indonesia hanya memilih untuk menikmati penampilan ciamik dari para musisi muda calon pemegang estafet entertainer selanjutnya dan mereka kurang tertarik untuk menyumbangkan vote??. Ataukah pola provokasi vote yang diwakili oleh sang host murni persoalan keinginan mempertinggi raupan laba dari pegelaran event akbar ini?



sumber : hiburan.pasa.MSN.com
Ragam tanya itu tetep berujung tanya yang tak berjawab. Namun harus diakui bahwa penyelenggara event ini adalah barisan insan kreatif yang tidak pernah kehabisan gagasan. Mereka sukses men-drive sebuah ajang pencarian bakat menjadi satu bisnis yang menghasilkan dan juga menghidupi banyak orang. Mereka sukses memindahkan uang dari pemirsa dan loyalis ke kantong mereka melalui ”isu vote” alias dukung mendukung. Mereka berhasil mengaduk-aduk emosi hingga perasaan keberpihakan menjadi tiket ikhlas untuk berbagi pulsa. Mereka sukses mendramatisir emosi menjadi sebuah industri kreatif. Luar biasa...Salute..!!!  
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved