BERWIRAUSAHA SEBAGAI PILIHAN MENARIK

Rabu, 09 Mei 20120 komentar


Disampaikan pada “Pelatihan Kewirausahaan Bagi Peserta Magang dan TKI diKota Cirebon, Propinsi Jawa Barat”, program Kementrian Negara Koperasi & UKM RI,10 Mei 2012, di Cirebon, Jawa Barat, Indonesia

A.  Pendahuluan
Secara umum ada 2 (dua) pilihan dalam menentukan profesi kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan hidup dan pencapaian cita-cita, yaitu, “ikut orang lain atau bekerja mandiri (berwirausaha)”. Masing-masing pilihan tersebut mempunyai karakter sendiri-sendiri.

 Ketika memilih untuk “mengikuti”, maka segenap bekal  yang  di persyaratkan harus terpenuhi. Disisi lain, untuk “mengikuti” sering harus melalui proses seleksi panjang disebabkan banyaknya peminat pada satu pekerjaan yang di inginkan. Misalnya, ketika ada ingin menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), anda harus melengkapi
beberapa persyaratan dan serangkaian tahapan test  yang harus dilalui. Demikian halnya, ketika anda menginginkan menjadi karyawan di sebuah pabrik atau perusahaan swasta lainnya, juga harus melalui tahapan seleksi yang ketat. Semua itu bisa dimaklumi, karena yang menginginkan hal itu bukan hanya anda, tetapi banyak orang diluar anda menginginkan hal sama sehingga anda harus berlomba dan saling mengalahkan untuk memperebutkan peluang  yang terbatas.

Berbeda ketika anda mengambil pilihan untuk bekerja mandiri alias berwirausaha, anda bisa memulainya kapanpun anda menginginkannya dan tidak diperlukan surat lamaran dalam memasukinya. Anda cukup punya kemauan, semangat tinggi dan optimis berkeyakinan bahwa di depan selalu ada harapan yang bisa di raih. Di sisi lain, apapun yang  anda hasilkan dari proses wirausaha ini, pengaturan pemanfaatannya sepenuhnya menjadi kewenangan anda.  Hal ini berbeda ketika anda bekerja pada sebuah perusahaan dimana penghasilan anda ditentukan oleh kebijakan pemilik perusahaan. SO.....mana yang  anda pilih???


B.  Nalar Rezeki
Setiap kelahiran diikuti dengan hak atas rezeki dari Sang Pencipta.  Namun demikian, rezeki tidak datang tiba-tiba tanpa melalui proses upaya yang mendukung bagi datangnya rezeki itu sendiri. Dengan kata lain, seseorang yang diberi rezeki merupakan bentuk restu Tuhan atas segenap usaha yang dia lakukan.  Atas dasar itulah setiap manusia harus berusaha dengan segala potensi dan energi yang ada padanya. Manusia harus mengoptimalkan akal fikirnya  untuk berbuat yang terbaik bagi dirinya dan syukur bila  memberikan manfaat juga pada orang lain. 

Disinilah logika keadilan Tuhan, disatu sisi manusia diberikan akal dan fikiran, di sisi lain Tuhan pun membentangkan alam dengan ragam potensi yang terkandung di dalamnya. Satu hal lagi, Tuhan tak akan merubah nasib sebuah kaum kecuali kaum itu yang merubahnya. Artinya, setiap manusia diwajibkan berusaha bila menginginkan perubahan menghinggapi hidupnya. Dalam urusan nasib, Tuhan mengambil posisi sebagai Maha Pemberi Restu atas segala upaya yang dilakukan. Disisi lain, manusia juga harus terus berdo’a sebagai kukti keimanan  dan kepasrahan atas hasil akhir  dari sebentuk perjuangan. Dalam bahasa lain, hal ini biasa di istilahkan “ora et labora” alias “bekerja sambil berdo’a”.


C.  Berwirausaha Sebagai Pilihan Cerdas dan Mulia
Tanpa bermaksud merendahkan pilihan atau profesi yang lain, berwirausaha adalah sebuah pilihan cerdas dan mulia. Disatu sisi, seorang wirausahawan/ti selalu mengedepankan kemandirian dan menjauhkan diri dari campur tangan, disisi yang lain seorang wirausahawan berpotensi membantu orang lain lewat penyediaan lapangan pekerjaan. Dsinilah letak kemuliaan wirausahawan/ti, dimana saat dia berjuang mewujudkan mimpinya tentang sebuah keberhasilan, pada saat yang sama dia pun sedang memperjuangkan hidup orang lain. Ibarat kata...sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

Oleh karena itu, awalailah berwirausaha dengan “niat tulus dan bagian dari pengabdian diri pada Sang Pencipta” sehingga segala  yang anda perjuangkan akan mendapat kemudahan lewat intervensi Tuhan atas setiap langkah anda.  Niat baik pasti ketemu jalannya, pepatah ini  mendorong setiap orang untuk tidak pernah gentar melakukan apapun di dunia ini sepanjang mengandung nilai-nilai kebaikan. Disamping itu, pepatah itu juga mengesankan bahwa untuk sebuah kebaikan memerlukan perjuangan yang terkadang berliku dan bahkan melemahkan semangat.  Seorang wirausahawan harus memiliki kesabaran berproses, keteguhan dalam mentahapinya, keikhlasan dalam menapaki rintangannya dan senantiasa memelihara fikiran positif  dalam situasi apapun. Tuhan akan seperti prasangka hamba-Nya. Artinya, pada dasarnya Tuhan itu akan mendukung keinginan dan langkah setiap manusia (sepanjang baik) dalam mewujudkan apa yang disebut “mimpi”. Wirausahawan/ti juga harus senantiasa berenergi dan berpandangan bahwa ketiadaan harapan hanya datang bila anda menetapkan  untuk tidak berupaya lagi saat kebelum berhasilan menghampiri anda. Jadi, bersemangatlah disetiap keadaan  dan syukuri apapun dinamika yang datang dalam perjuangan anda., sebab setiap keadaan pasti mengandung hikmah.


D. Mulailah Dari Yang Sederhana.
Sesuatu yang besar selalu berawal dari yang kecil setelah melalui tahapan bertahap dan berkesinambungan.  Untuk itu, bangunlah mimpi yang besar dan mulailah dari hal sederhana yang  anda bisa. Jangan pernah mengedepankan keterbatasan ,sebab mengeluh tak pernah bisa merubah keadaan. Bangunlah fikiran positif, lakukan dengan segenap akal fikiran dan tenaga disertai dengan sikap optimis, sebab dengan cara itulah hidup akan terasa terus bertenaga dan bergairah melakukan langkah-langkah pencapaian cita-cita.

Satu hal yang menjadi catatan, berwirausaha memerlukan mental baik dalam memulai, menjalankan dan juga menerima hasil akhirnya. Perlu di ingat, setiap tahapan selalu memiliki kesan dan kenangan tersendiri yang membentuk ketangguhan mental. Atas dasar itulah, berawal dari yang kecil, berproses dan terus berproses, akhirnya kebesaran akan datang bersamaan dengan kesiapan mental atas kebesaran itu sendiri. Banyak fakta membuktikan banyak orang yang kuat dengan keprihatinan dan lelah perjuangan, tetapi tidak sedikit pula yang tidak kuat alias gamang di level keberhasilan sehingga keberhasilan itu justru menjadi sumber kesulitan dalam hidupnya.

Oleh karena itu, seorang wirausahawan  harus selalu waspada dan mengingat bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, demikian pula sebaliknya. Kontrol semacam ini sangat perlu ada pada setiap wirausahwan, sebab yang mengontrol para wirausahawan  adalah dirinya sendiri.


E. Modal Terpenting Adalah Semangat
Modal terpenting dari wirausaha adalah “semangat”. Semangat  bisa  melahirkan energi dan mendorong seseorang melakukan hal terbaik. Dengan semangat, seseorang akan tidak pernah merasa lelah dengan jatuh bangun dalam sebuah perjuangan panjang. Dengan semangat, setiap orang mampu melakukan pencapaian bahkan diluar dugaan/ekspektasinya. Inilah ampuhnya  “semangat” dalam hidup seseorang. Dalam mengarungi luasnya samudera perjuangan, seorang wirausahawan harus menjaga dan memupuk semangatnya bila tidak ingin karam ditelan ombak dan karang yang begitu kuat. Kalau begitu, dimana posisi uang???
Adalah kebenaran tak terbantahkan pandangan yang mengatakan bahwa “uang” selalu terlibat dalam putaran sebuah bisnis. Namun demikian, satu hal yang menjadi catatan bahwa uang adalah benda mati yang digerakkan oleh akal dan fikiran. Sementara itu, akal dan fikiran digerakkan oleh semangat. Artinya, semangat bisa menciptakan pertumbuhan uang. Akan tetapi, uang  tidak bisa membeli semangat secara permanen. Dengan kata lain, semangat bisa mendatangkan uang, tetapi uang belum tentu bisa mendatangkan semangat.

Sebagai illustrasi, banyak orang kaya dengan uang berlimpah memasuki wirausaha dan berakhir dengan kekonyolan alias bangkrut. Hal ini disebabkan oleh “semangat” yang keliru dalam mengelolalnya. Disisi lain, banyak pengusaha sukses berawal dari ketiadaan uang dan hanya bermodalkan semangat, tetapi kemudian mereka bisa berjaya  dengan segenap karyanya.  illustrasi ini layak menjadi bahan “perenungan bersama”.


F. Wirausahawan Menangnya Belakangan
Senangkan orang lain  terlebih dahulu agar mendapat kesenangan untuk diri sendiri. Kalimat ini sangat cocok dengan dunia wirausaha sebab semua transaksi bisnis harus dilakukan atas dasar suka-sama suka. Wirausahawan selaku pemilik produk/jasa dituntut berkemampuan membahasakan penawaran dengan ciamik sehingga calon pembeli merasa nyaman dan senang dengan produk/jasa yang ditawarkan. Dengan demikian, pembeli akan dengan senang hati dan ikhlas memindahkan uang dari kantongnya ke kantong sang wirausahawan. Itulah sebabnya dikatakan wirausahawan menangnya belakangan.  Oleh karena itu, wirausahawan dituntut untuk memiliki sifat ikhlas melayani dan rela untuk menang belakangan. Ingat, survive tidaknya seorang wirausahawan sangat tergantung pada market (pasar), sehingga hakekat seorang wirausahawan tidak bisa hidup sendirian. Wirausahawan memerlukan orang lain untuk mendukung usahanya, sehingga tidak ada alasan bagi seorang wirausahawan menjadi seorang pendendam. Seorang wirausahawan harus mampu menyatukan perbedaan dan bahkan harus bisa membalik permusuhan menjadi sebuah persahabatan yang indah.  


G. Penutup
Bentangan alam dengan segenap isinya mengandung potensi yang hanya bisa dimanfaatkan oleh mereka yang menggunakan akal dan fikiran yang dititipkan Tuhan.  Bagi mereka yang hanya berdiam dan mencoba mebiarkan geliat alam, pilihan tersedia hanyalah menjadi penonton. Disisi lain, mereka yang mencoba menterjemahkan alam dengan akal fikirnya, kemudian mendapatkan kesempatan untuk berbuat banyak hal dan menyuguhkan ragam karya yang sangat indah untuk ditonton. Sayangnya, hanya sedikit orang yang  memiliki mental  cukup untuk menyuguhkan sebuah tontonan  menarik. Adakah anda bagian dari sedikit orang itu???

Demikian pemikiran sederhana ini sebagai stimulan bagi keterlahiran semangat dalam menekuni dunia wirausaha. Semoga, forum ini akan melahirkan para wirausahawan baru brilian yang  menyuguhkan karya yang tidak hanya akan menyelesaikan kebutuhan hidup dan ketercapaian mimpinya, tetapi juga sebagai wadah bagi banyak orang untuk meraih mimpinya tentang sebuah hidup. Selamat berjuang.....


Lampiran

SEKILAS SARAN  DALAM MENGOPERASIONALKAN BISNIS

Pada makalah utama kita membicarakan tentang semangat berwirausaha dan sedikit tentang seluk beluknya. Khusus lembar terakhir ini dijabarkan beberapa hal yang bisa dijadikan panduan operasionalisasi bisnis yang di jalankan oleh seorang wirausahawan, yaitu :
1.       Disiplin tinggi. Disatu sisi, seorang wirausahawan memiliki kebebasan yang luar biasa dan hanya dirinya lah yang bisa mengatur dirinya. Namun demikian diperlukan disiplin yang tinggi dalam segala hal yang berkaitan dengan bisnis. Jadikan disiplin tinggi sebagai ciri khas anda dan jadikan pula disiplin tinggi sebagai modal meraih kepercayaan konsumen maupun  partner bisnis anda. Mulailah dari disiplin pemanfaatan waktu, sehingga waktu anda termanfaatkan dengan baik dan hidup anda lebih terencana. 
2.       Pemasaran.  Pemasaran itu bukan berarti harus berdusta. Ujung tombak penjualan adalah pemasaran.   Dalam mengkomunikasikan bisnis anda, janganlah membiasakan diri untuk berdusta, misalnya melebih-lebihkan kualitas produk anda. Ingat, satu keburukan lebih cepat menyebar daripada satu kebaikan. Artinya, bila anda membuat konsumen kecewa karena dusta anda, itu berarti anda akan kehilangan seribu calon konsumen berikutnya. Disamping itu, tak ada nikmatnya “rezeki” yang diraih lewat proses dusta, sebab satu dusta menuntut dusta berikutnya. Ikuti kata hati anda dan percayalah kehalalan sebuah bisnis menjanjikan pertumbuhan dan perkembangan.
3.       Komitmen Keuangan. Mengelola uang bukanlah perkara mudah, diperlukan komitmen tinggi dalam pola pengelolaannya. Belajarlah untuk menyisihkan sebagian dari hasil yang anda peroleh sebagai bekal untuk mengembangkan bisnis anda berikutnya. Belajarlah hidup hemat dan tidak terjebak dalam konsumtif, sebab pada satu titik anda akan hidup bagaikan “lebih besar pasak dari pada tiang”. Pisahkan antara uang pribadi dan uang bisnis, sehingga anda lebih mudah dalam mengukur pertumbuhan bisnis anda.
4.      Prinsip  7x1. Dalam bisnis ada istilah 7x1 lebih baik daripada 1x7. 7x1 bermakna orang yang sama datang bertransaksi ke bisnis anda 7 (tujuh) kali dan tiap kedatangannya anda hanya mengambil keuntungan Rp 1 (satu) saja.  Artinya, transaksi yang berulang-ulang menandakan bahwa dia puas dengan pelayanan yang anda berikan dan dia berpotensi menjadi agen pemasaran alamiah anda melalui testimoni (kesaksian) pada calon konsumen lainnya.   
5.       Kebermanfaatan. Bangunlah harapan bagi orang lain dalam bisnis anda seperti harapan untuk bisa bekerja dan menggantungkan hidup pada karya anda. Pandanglah bahwa keberhasilan yang anda raih merupakan cara Tuhan menguji seberaa jauh rezeki yang diberikan pada anda bermanfaat untuk sekitarnya. Mulailah belajar berbagi karena berbagi sama dengan bertambah. Dismaping itu, semakin banyak yang berharap pada bisnis yang anda kelola, semakin banyak pula yang berdo’a untuk kelancaran usaha anda.
6.       Pertemanan dan Jaringan. Seorang wirausahawan selayaknya tidak punya musuh. Persaingan usaha buka berati tak bersaudara.  Wirausahawan perlu jariingan yang luas untuk memacu percepatan pertumbuhan dan perkembangan usaha. Dengan pertemanan akan lebih cepat mendapatkan ragam informasi yang bisa dikelola mnjadi peluang menggiurkan.  Untuk itu, rutinlah bersilaturrahmi agar pertemanan terus bertambah. 
7.      Kepercayaan adalah segalanya. Dalam bisnis, kepercayaan adalah segalanya. Bila anda tidak dipercaya maka tertutuplah jalan anda untuk meneruskan bisnis. Oleh karena itu, jadikan “pribadi anda yang dipercaya” sebagai modal penting menciptakan mesin reputasi anda berbentuk karya-karya nyata.    
8.      Tak Ada Yang Percuma. Jangan pernah mengumpat apapun yang ada lakukan berlandaskan niat baik. Ingat, Tuhan Maha Penghitung Yang Adil. Oleh karena itu, jangan pernah lelah memperjuang mimpi anda, sebab keberhasilan terkadang hadir di upaya yang ke-100 dan bahkan ke-1000 di kala memang anda benar-benar siap mengemban keberhasilan itu sendiri.
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved