LANTUNAN ASA SEORANG HAMBA....

Sabtu, 07 April 20120 komentar


Ikhlas  bukanlah sesuatu yang mudah, memerlukan pengorbanan , peniadaan ego dan merelakan sepenuhnya pada kehendak Sang Tuhan. Ikhlas lahir dari sebuah kerelaan atau keadaan rumit yang tak terpecahkan akal sehat. Ikhlas memerlukan keluasan berpandangan, kerendahan hati dan kemauan se[enuhnya bersandar dengan-Nya. Kepasrahan bermakna menyerahkan sepenuhnya ada ketetapan-Nya, walau logika mendefenisikan pasrah selayaknya tahapan sesudah segala upaya dilakukan.


Aku tak tahu sampai titik mana ikhlas ini tlah terbangun. Aku tak faham kebisuan ini berawal dari ketidakyakinan ataukah sebagai bentuk pengabdian penuh pada Tuhan untuk sebuah mimpi.   Perjalanan ini begitu pajang. Penantian ini telah begitu memakan waktu, tampak masih jauh dari akal sehat walau bisa saja hanya sejengkal dalam jangkauan Tuhan.  Pergolakan logika senantiasa berujung pada kata tak mungkin, tetapi apa yang tak mungkin dihadapan-Mu. Ku yajini mimpi itu kan datang saat ku benar-benar siap menerimanya. Adakah kalimat itu hanya sebatas penyemangat untuk tetap berdiri walau diketiadaan asa sekalipun???. Tanya itu belum pernah berjawab.


Sampai detik ini, aku masih diberi kesempatan untuk berdiri diatas bumi kaya-Mu dan masih bebas menghela dibentangan udara. Keadaan ini pun tak menemukan nalar dan semata-mata karena izin-Nya. Bukankah seharusnya rasa syukur   membimbingku pada keyakinan tentang sebuah impian. Tak ada alasan untuk mendefenisikan lelah. Atas jauhnya jalan penuh liku, atas cemas yang mengkhawatiran rasaku, atas rekam jejak dahaga di bibir capaian yang berulang, kubangun pembacaan  sebagai cara Mu membentuk kesiapanku ketika keterwujudan mimpi itu menghampiriku.

Semua ini tampak tak wajar dari kadar kenormalan alam sadar. Sepenuhnya aku menyadari bahwa mimpi itu pun belum menemukan  alur menuju titik finishnya. Semua kujalani dengan kesabaran. Niat tulus  terus ku dengungkan dalam do’a yang berulang. Pergulatan ini menjadi seperti ketauhidan. Segala ragam cambuk kehidupan, celah kebelum sempurnaan, bahkan bayang kematian, ku tegaskan sebagai kekayaan cara-Mu membuatku  menjadi kuat dan istiqomah pada niat dan sumpahku. 

Mungkin esok kan menjadi nyata, mungkin esok hanya sebatas mimpi, mungkin esok Engkau cukupkan hidupku, mungkin esok Engkau awali mimpiku, sepenuhnya ku ikhlaskan pada Mu Sang Penguasa hidup. Di luar pagar mimpi suci ini banyak yang beranggapan  ku tlah gila dan sebagian lagi seperti akan datang untuk sebuah ambisi dan mengambil posisi sebagai penikmat...semua ku serahkan pada Mu.

Aku hanyalah hamba lemah yang jauh dari sempurna. Aku hanyalah manusia pemimpi untuk sebuah keindahan dan ketentraman hidup. Aku  terlalu perasa dan sering terluka melihat orang-orang berseberangan di ajang pengumpulan harta dan perebutan tahta. Aku hanya manusia pembelajar untuk tak men-Tuhankan duniawi hingga melalaikan  syukur dan terjebak  dengan ambisi yang tak pernah ada  habisnya. Aku hanya pembelajar...pembelajar untuk berbuat sesuatu yang bermakna. Aku manusia yang tak luput dari salah dan jejak dosa, tetapi ku ingin berbuat sesuatu sebelum kematian datang menjemputku. Aku masih percaya dan mengimpikan keindahan yang Engkau janjikan. Aku ingin tersenyum saat ajal menjemputku, karena itu berarti aku kan bertemu dengan-Mu.

Bimbing aku untuk niat dan mimpi ini. Jauhkanku dari yang melalaikan. Hindarkan aku dari pengganggu yang merintangi jalan menuju semua itu. Ampuni aku dengan segenap kelemahan dan ragam kekhilafan yang telah ku lakukan di pandangan-Mu. Beri aku kesempatan  berbuat sesuatu yang  menginspirasi orang untuk berbuat sama. Beri aku kesempatan Tuhan ku... Hanya restu-Mu yang membawaku pada satu titik, satu titik yang engkau kehendaki, satu titik yang kudefenisikan sebagai impian. Bangunkanku ikhlas dalam arti yang seharusnya, seikhlas-Mu memberiku arah yang sebaiknya ku tuju. Jauhkanku dari keputusasaan, sebab itu sama saja pupusnya keimananku terhadap Mu.....

Aku tak sedang gundah, aku sedang bersusah payah dan sekuat tenaga membangun lipatan energi dipenantian karunia dan keberpihakan-Mu. Semua yang  kulangkahkan adalah wujud dari tasbih penantian yang telah kutambatkan sejak mula. Untuk keyakinan tak tergoyahkan ku kan terus melangkah....sampai Engkau membimbingku untuk berhenti atau meneruskannya....

di titik asa dan realitas yang memerlukan perkuatan
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved