Ketika Talk Show Nasional Koperasi Tergelar di tempat Tak Biasa

Senin, 10 Desember 20180 komentar


Ketika Talk Show Nasional Koperasi Tergelar di tempat Tak Biasa

Sabtu, 09 Desember 2018, Koperasi Mahasiswa IAIN Pekalongan sukses menggelar satu perhelatan Talkshow Nasional bertemakan koperasi & kewirausahaan.  Lebih kurang 300-an peserta hadir di agenda ini. Disamping anggota & kader  Kopma IAIN Pekalongan, juga dihadiri oleh para mahasiswa/i dari kampus serupa dan juga beberapa delegasi dari  kampus sekitar Kota Pekalongan. Agenda ini menjadi terasa lebih special dengan kehadiran para pengurus Kopindo perwakilan Jawa Tengah dan juga Akmal sang ketua FKKMI (Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia) perwakilan Jawa Tengah.
Satu hal yang layak menjadi catatan tersendiri  adalah tentang tempat penyelenggaraan Talks Show, yaitu Gedung Amarta Kota Pekalongan. Dalam sejarahnya, gedung ini sangat sakral dan sangat sulit dimanfaatkan untuk kegiatan mahasiswa. Namun demikian, berkat kedekatan hubungan Kopma IAIN Pekalongan yang diketua oleh Bung Thoriq dengan Dindagkop Pekalongan, Sang Walikota memberi izin untuk menghelat agenda ini. Bahkan, andai saja Sang Walikota tidak sedang ada agenda menerima penghargaan di Ibu Kota Propinsi Jawa Tengah, beliau pun sudah berniat hadir dan bergabung dengan para mahasiswa yang sedang semangat 45 meng-campaign koperasi dan kewirausahaan, khususnya di kalangan milenial. Juga terdeteksi, ternyata Sang Wali Kota juga tercatat sebagai pengurus KOPENA (Koperasi Pemuda Buana) Pekalongan. Ini merupakan satu kebanggan bagi gerakan koperasi tentunya. 

Talk Show ini menghadirkan 2 (dua) narasumber, yaitu  Muhammad Arsyad  Dalimunte mewakili aktivis koperasi dan Bung Mirza Rizal dari SME Development Shopee mewakili entrepreneur milenial. Talkshow ini juga menghadirkan Bung Ali, Sang Ketua Kopindo Perwakilan Prop Jawa Tengah, sebagai moderator. Bung Ali hadir mewakili Ketua Kopindo Pusat, Bung Pendi yang kebetulan berhalangan hadir karena sedang berada di negara tetangga, Malaysia.
Bang Arsad (begitu biasa Muhammad Arsad Dalimunte dipangil), dalam perbincangannya menegaskan koperasi sebagai kumpulan orang  yang men-cerdaskan. Men-cerdaskan adalah roh berkoperasi dan hal ini pula yang menandaskan “pendidikan” menjadi demikian penting dalam berkoperasi. Pendidikan juga adalah alat penting dalam membangun pemahaman dan kesadaran angggota bahwa “nilai tambah” atau “nilai manfaat” ber-koperasi  terproduksi oleh partisipasi anggota berkelanjutan. Nilai tambah ini tidak hanya sebatas material, tetapi juga bisa im-material. Dalam kesempatan ini, Bang Arsad juga sempat mengenalkan 2 (dua) pilihan dalam mengelola perusahaan koperasi, yaitu; (i)  model genuine yang menekankan manfaat dan tidak memprioritaskan SHU dan; (ii) model hybrid yang menekankan perolehan SHU. Tentang 2 (dua) model pengelolaan ini, Bung Arsad menyarankan sepanjang koperasi menyelenggarakan unit-unit layanan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan anggota (misalnya; toko, copy centre, warung internet yang biasa menjadi jenis layanan kopma) disarankan untuk memilih model pengelolaan genuine. Sementara itu, kala koerasi menyelenggarakan unit layanan yang tidak berhubungan dengan kebutuhan langsung anggota (contohnya koperasi menjual produk2 hasil karya anggotanya sendiri) maka disarankan model hybrid sepanjang masih diterima pasar dan bisa memenangkan persaingan di pasar.
Sementara itu, Bung Mirza memotivasi peserta untuk menjadi insan creative dan produktif melalui online marketing sebagaimana menjadi concern  SME Development Shopee tempat beliau berkarya. Para peserta pun diajak men-down load aplikasi sehingga mempemudah peserta untuk meng-akses barang yang mungkin mereka perlukan dan sekaligus untuk mempromote produk-produk yang ingin dipasarkan oleh para peserta. Bung Mirza juga tak lupa menandaskan bebas ongkir menjadi salah satu keungguln yang menonjol dari Shoopee.


Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved