PETA ARAH PEMBANGUNAN BANYUMAS TER-PAPARKAN

Senin, 22 Oktober 20180 komentar


PETA ARAH PEMBANGUNAN BANYUMAS TER-PAPARKAN

Hari ini, Senin, 22 Oktober 2018, Pemkab Banyumas menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023. Agenda ini digelar  di Pendopo Sipanji. Hadir dalam agenda ini antara lain, forkompinda, segenap OPD, Universitas di lingkungan Kab. Banyumas, LSM, Assosiasi pelaku usaha  dan segenap stake holder lainnya. 

Dalam penyusunan RPJMD, metode bottom up dilakukan agar konsep pembangunan yang tersusun me-refresentasikan aspirasi masyarakat. Dengan demikian, partisipasi produktif masyarakat diharapkan akan meng-akselerasi tercapaianya tujuan pembangunan daerah. Spirit Holistik dan tematik, juga melekat pada RPJMD ini sehingga terbangun kesesuaian antara konsep pembangunab pemerintah pusat, konsep pembangunan propinsi dan konsep pembangunan daerah Banyumas.

Dalam kosepnya, mapping permasalahan pembangunan di rangkum ke dalam 27 (dua puluh tujuh) bagian, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum & tata ruang, perumahan dan kawasan pemukiman, kamtibmas, sosial, tenaga kerja, pemberdayaan perempuan, pangan, pertanahan, lingkungan hidup, catatn sipil, perhubungan, koperasi & UMKM, penanaman modal, kepemudaan dan olah ragam kebudayaan dan lain sebagainya.

Sementara itu, dengan memperhatikan isu strategis nasional dan propinsi, isu-isu strategis di Banyumas dikelompokkan ke dalam 13 (tiga belas isu strategis), yaitu: pemerataan keterjangkauan dan n utu pendidikan; ketersediaan infrastruktur; disparitas pendapatan masyarakat; pengurangan resiko bendana;ketersediaan dan keterjangkauan sarana produksi;iklim investasi dan iklim usaha;ketersediaan saran & pra-sarana kaitannya dengan pengembangan industri pariwisata;koperasi,UMKM & ekonomi kerakyatan; pengelolaan SDA & Lingkungan;komitmen Pemda mewujudkan pemerintahan yang baik dan benar; jamkesma & perlindungan sosial; kemuskinan & pengangguran dan; keterbatasan kemampuan daerah ntuk mendukung pembiayaan pembangunan.

Mereferensi pada capaian, isu-isu trategis nasional, regional dan daerah, visi dan misi Bupati/Wakil Bupati, kemudian perencanaan di susun ke dalam draft RPJMD 2018-2023. Secara  sistematika susunan draft RPJMD, Bupati dan Wakil Bupati banyumas terlebih dahulu menyampaikan peta realitas pembangunan terkini (kondisi daerah dan kondisi keuangan) dan kemudian dilanjutkan penyampaian RPJMD yang detailnya sudah disesuaikan dengan visi dan misi Bupati/Wakil Bupati terpilih untuk periode 2018-2023. Draft tersaji dalam print out setebal sekitar 500 halaman dan di presentasikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kab. Banyumas secara bergantian dalam format power point sekitar 50 (lima) halaman yang memakan waktu lebih kurang 2 (dua) jam. Dalam presentasinya, Bupati Banyumas menandaskan bahwa adanya pembangunan Jalan tol & pembangunan bandara, merupakan faktor pengungkit pembangunan. 

Ini baru tahap konsultasi publik rancangan awal  sehingga masih terbuka pada saran perbaikan dan juga tambahan ide-ide baru yang harapannya bisa berkontribusi pada peningkatan PAD. Selanjutnya, akan digelar FGD di Bappedallitbang Kab. Banyumas pada tanggal 26 Oktober 2018 nanti. FGD ini terbuka bagis egenap lapisan masyarakat yang ingin hadir di agenda tersebut.

Pada akhirnya, untuk memastikan keterlaksanaan dan efektivitas RPJMD ini akan didukung dengan 3 (tiga) hal, yaitu : (i) Kebijakan publik (regulasi), mulai dari keputusan pemerintah pusat sampai dengan perda; (ii) Manajemen Publik berkaitan dengan tata kelola dan ketersediaan SDM/ASN yang komptence dan; (iii)  Jejaring kerja yang baik dengan segenap stake holder  sehingga pembangunan berjalan seiring dengan aspirasi masyarakat.

Melalui RPJMD ini, Pemkab Banyumas ingin memastikan  bahwa visi “menjadikan Banyumas yang maju, adil-makmur dan Mandiri”akan mewujud dan men-sejahterakan seluruh masyarakat Banyumas.


Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved