LAUNCHING OSS dan BERTEMUNYA PARA PELAKU USAHA LINTAS STAKE HOLDERS

Selasa, 16 Oktober 20180 komentar

LAUNCHING OSS dan BERTEMUNYA PARA PELAKU USAHA LINTAS STAKE HOLDERS

Rabu, 17 Oktober 2018, DPMPTST (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu) menggelar agenda “Temu Usaha Lintas Stakeholders Tahap I”. Java Heritage Hotel (Ruang Arjuna) dipilih sebagai tempat pegelaran dengan menghadirkan sekitar 75 (tujuh puluh lima) orang pelaku usaha dari lingkungan Kab. Banyumas. Agenda ini pun mejadi terasa lebih special dengan hadirnya Bupati Kab. Banyumas, Ir. Achmad Husein. 

Disamping memberi sambutan dan arahan, Ir.Achmad Husein pun juga memimpin langsung Launching  Klinik Informasi dan Perbantuan Online Single Submission (OSS), sebuah program terbaru DPMPTST Kab. Banyumas untuk memudahkan para pelaku usaha dalam  hal urusan perizinan.   

meng-akselerasi Tumbuhkembang Usaha Melalui Peningkatan Manajemen” menjadi tema kali ini dengan menghadirkan 2 (dua) narasumber, yaitu : (i) Bapak Dr.Ir.Kusmantoro Edy Sularso,M.S., kepala Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed dan; (ii) Bapak Heksa Aktiawan, Asisten Direktur I Bidang Pelayanan Pringsewu Group. Sementara itu, Muhammad Arsad Dalimunte, Wakil Ketua Kadin Banyumas memerankan moderator. Thema  ini menandaskan upaya serius pemerintah Kab Banyumas melalui DPMPTSP dalam  mendorong akselerasi tumbuh kembang dan  modernisasi pengelolaan usaha  sehingga lebih memberikan dampak signifikant terhadap dinamika usaha dan ivestasi berikut implikasinya terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya Kab. Banyumas.   

Bu Herni, selaku Kepala DPMPTST, dalam sambutan dan laporannya menyampaikan  
OSS merupakan startegi jitu mempercepat dan mempermudah, sebab dengan OSS pengurusan perizinan bisa di lakukan secara mandiri dan bahkan bisa dari rumah sebab berbasis online. Namun demikian, tidak semua pelaku usaha sudah siap  atau familiar dengan teknologi. Atas hal itu,  klinik layanan informasi dan perbantuan pun disediakan sebagai media sosialisasi, edukasi dan pendampingan sehingga masyarakat merasa nyaman. Beliau menandaskan bahwa aktivasi Klinik perbantuan ini juga menjadi bagian dari implementasi visi dan misi Bupati Kab. Banyumas.

Bu Herni selaku kepala DPMSPPT juga mengabarkan bahwa Kabupaten Banyumas akan segera memiliki  "mall pelayanan public"  yang direncanakan  launching pada Bulan Desember 2018. Sebagai gambaran, mall ini akan menyajikan layanan segala bentuk perizinanan dalam satu gedung, sehingga masyarakat tidak perlu terjebak pada birokrasi yang berbelit dan atau berulang.

Sementara itu, dalam sambutan dan arahan Bupati Banyumas,Bapak Ir.Achmad Husein menyampaikan komitmen Pemkab Banyumas untuk melayani masyarakat secara total dengan menyajikan pola layanan yang se-mudah-mudahnya, se-cepat-cepatnya  dan se-murah-murahnya sehingga setiap anggota masyarakat  merasa dimudahkan dan nyaman. Berkaitan dengan mall pelayanan publik, dipastikan bahwa pemohon izin cukup hadir ke mall pelayanan publik dan tidak akan berputar2 ke satu instansi ke instansi lainnya yang pasti akan memakan waktu dan juga biaya transportasi . Dipenghujung, Bupati menyempatkan perkenan segenap peserta dan tamu undangan untuk me-do’akan kesuksesan Kontingen Banyumas yang akan berlaga di Porprov yang akan berlangsung di Kota Solo.

Dalam paparannya, Bapak Heksa mengangkat tentang “pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan”. “keyakinan kuat, Kesabaran, daya tahan, komitmen, komunikasi, koordinasi adalah beberapa faktor yang sangat mempengaruhi jalannya manajemen sebuah perusahaan”, ungkap beliau tentang rahasia mengelola perusahaan di awal paparannya. Beliau juga memberi bocoran kalau kekuatan manajemen Pring Sewu Group terletak pada detail dan doktrinasi. Membangun dan memperluas mimpi perlu dilakukan untuk membangun semangat dalamberusaha. Untuk mendukung hal tersebut,diperlukan manajemen yang berkelanjutan dan visioner. Ada beberapa langkah dalam mewujudkan manajemen berkelanjutan; (i) financial perspektive; (ii) customer perspective yang berorientasi pada kepuasan pelangan; (iii) commitmen dalam handling complain. Jangan resistance terhadap complain.

Sementara itu, Bapak Dr. Kusmantoro Edi Sularso,MS, menyampaikan bahwa setiap pelaku usaha harus melakukan penyesuaian secara smart  sehingga tetap survive  dan bahan bisa tumbuhkembang. Pemisahan keuangan bisnis dan keuangan keluarga harus dilakukan sebagai salah satu strategi manajemen keuangan bisnis UMKM. Disamping itu, pencatatan keuangan sederhana perlu dilakukan sehingga mudah mengendalikan pengeluaran dan juga mengukur pemasukan. Specifik dan unik menjadi hal yang harus hadir pada produk yang ditekuni sehingga lebih berpeluang untuk diterima pasar.


Dipenghujung, dalam sambutan penutup, Ibu Erni Kabid Pemasaran BPMPTSP menyampaikan apresiasnya terhadap segenap peserta dalam mengikuti rangkaian acara sejak awal sampai dengan penghujung. Beliau juga menyampaikan beberapa peluang yang bisa dimaksimalkan oleh para pelaku UMKM khususnya dalam memperluas market dari produk yang ditekuni. 
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved