Komunititas “GURU BELAJAR” Purwokerto Membincang Produk Kreatif & Kewirausahaan

Selasa, 04 September 20180 komentar


Komunititas “GURU BELAJAR” Purwokerto Membincang Produk Kreatif & Kewirausahaan

Minggu, 02 September 2018, Komunitas Guru Belajar Purwokerto menggelar Workshop untuk kedua kalinya. Kali ini tema yang diangkat tentang “Produk Kreatif & Kewirausahaan” dengan menganbil tempat di Djagongan Cafe. Melalui kegiatan ini, Komunitas yang aktif meng-campaignsetiap orang adalah guru” ini bermaksud mendorong tumbuhkembang kewirausahaan dan kreatifitas produktif yang berorientasi pada pembangunan kemandirian dan kebermanfaatan bagi orang lain. Setidaknya, ketauladanan produktif akan menjadi bahan ajar yang menarik dan meng-inspirasi orang lain untuk menirukan hal-hal baik.  Tidak berlebihan memposisikan workshop ini menjadi bagian dari upaya komunitas “meluaskan bahan ajar” bagi siapapun yang dipersepsikan berpeluang menjadi guru bagi orang lain, khususnya dalam mengajarkan nilai-nilai kemandirian melalui tindakan-tindakan produktif berkelanjutan.  

Disamping diikuti oleh anggota komunitas Guru Belajar Purwokerto,  Workshop ini juga
diikuti oleh para guru yang tidak saja dari wilayah Kab. Banyumas, masyarakat dari berbagai lapisan dan ragam profesi, pengusaha pemula maupun yang sudah establish. 

3 (tiga) narasumber dihadirkan pada event workshop ini, yaitu ; (i) Arnold Soperajanto yang fokus membincang tentang “design kemasan”; (ii)  Nur Azis Asma  dengan fokus “memanusiakan hubungan” dan; (iii) Muhammad Arsad Dalimunte yang fokus tentang “Entrepreneurship charachter building”. 3 (tiga)  meteri ini menjadi bekal yang disajikan oleh workshop kepada segenap
peserta sebagai  bekal  men-segerakan diri untuk; (i) bagi para peserta workshop yang berprofesi sebagai guru  untuk segera memotivasi perserta didik  seputar nilai-nilai kebaikan wirausaha, (ii) bagi peserta pengusaha pemula untuk lebih meyakini wirausaha adalah salah satu jalan mulia untuk membangun kemandirian dan sekaligus kebermanfaatnn bagi orang lain; (iii) bagi peserta yang sudah eksis diharapkan terus memperkaya gagasan inovasi  yang  akan meng-akselerasi tumbuhkembang usaha.   
Ini momen strategis yang tidak saja saling belajar satu sama lain,  tetapi juga pemantik peningkatan semangat, perluasan gagasan dalam berwirausaha dan yang tidak kalah penting adalah memperluas networking  yang sangat bermanfaat bagi seluruh peserta. Negeri ini butuh wirausahawan dalam jumlah yang lebih banyak sehingga lebih besar peluang untuk penyerapan tenaga kerja, menenkan angka kemiskinan dan juga membangun iklim produktif bernafaskan kemandirian. Tampaknya, komunitas Guru Belajar Purwokerto pun menyadari ini sehingga ingin berkontribusi positif dalam mempercepat negeri ini memiliki jumlah wirausahawan mencapai angka idealnya, yaitu minimal 2,5% dari jumlah penduduk.

Wirausaha bukan sekedar persoalan uang, tetapi tentang kreativitas, keberanian bermimpi dan kemauan memperjuangkannya sampai titik darah penghabisan. Para wirausahawan tidak saja akan menjadi pahlawan ekonomi, tetapi juga bagian dari barisan yang akan: (i)  menekan angka pengangguran dengan segala implikasinya terhadap penyakit sosial; (ii) melawan kemiskinan melalui upaya kreatif dan kinerja yang pantang menyerah ; (iii) melawan kebodohan yang menjerumuskan ke limbah penederitaan berkepanjangan; (iv) dan lain sebagainya.    

Workshop semacam ini tidak akan berakhir pada pegelaran ke-2 (dua) ini. Berbagai workhsop lainnya akan di gelar dalam semangat saling belajar dan sekaligus memperkaya “bahan ajar” yang akan ditularkan pada peserta didik atau orang-orang sekitarnya. Tampaknya, Komunitas Guru Belajar Purwokerto ingin membentuk segenap anggota dan juga masyarakat (yang memiliki semangat serupa) memiliki kemauan mengambil tanggungjawab menjadikan ilmu sebagai sumber cahaya yang akan menerangi sekitarnya. 



Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved