Pilpres 2019...Mana Yang Ku Pilih?

Selasa, 14 Agustus 20180 komentar


Pilpres 2019...Mana Yang  Ku Pilih?

Pada waktunya, bilik suara itu akan kumasuki untuk memberikan vote  dalam agenda Pilpres. Pilihan paslon yang tersedia tentu hanya  2 (dua), yaitu  Paslon Bapak Jokowi-Bapak KH Ma’ruf Amin atau Paslon Bapak Prabowo-Bapak Sandiaga Uno. Manakah yang harus ku pilih?.

Terlalu cepat menentukan pilihan, sebab ngiang deklarasi kedua paslon pun masih begitu terasa. Satu hal yang menjadi catatan tegasku adalah keempat orang yang terdefenisi sebagai capres dan cawapres merupakan putera-putera  terbaik bangsa dengan kapasitas dan rekam jejak yang sudah tidak diragukan lagi. Tentu menjadi kebingungan luar biasa bila hari ini penulis harus mendefeniskan siapa yang terbaik diantara mereka.  

Penulis mencoba tidak larut dan tidak membiarkan diri terjebak dalam  dinamika drama sampai ke-empat orang itu ter-defenisi. Politik memang selalu penuh  dinamika dan perubahan bisa terjadi di menit dan bahkan detik terakhir.  Penulis hanya mencoba belajar dan mengamati bagaimana para elite melakukan komunikasi politik sampai bersepakat pada satu keputusan keren dan bahkan mengejutkan banyak pihak. Tampaknya, mereka begitu  terlatih untuk selalu tenang dalam keterkejutan. 

tulisan ini hanyalah goresan seorang rakyat biasa yang hanya memiliki satu suara dan mungkin saja tidak berpengaruh apapun terhadap kemenangan atau kekalahan pada salah satu paslon. Namun demikian, pilpres itu tentang memberi amanah untuk memimpin arah dan menentukan cara bangsa ini membahagiakan rakyat dan meninggikan derajat Indonesia di hadapan bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, kepribadian, karakter dan budaya keseharian hidup mereka akan mencerminkan sebuah bangsa di masa depan. Jadi, ini benar-benar persoalan sangat serius dan jauh lebih bernilai dari sekedar amplop berisi Rp 25.000 atau Rp 50.000.   

Pemeriksaan kesehatan terhadap kedua paslon pun sudah dilakukan dan kabar tentang pembentukan tim pemenangan di kedua belah pihak sudah mulai diperdengarkan. Psywar pun sudah mulai bertebaran dalam  segala bentuk.  Semoga tidak ada fitnah dalam bentuk apapun dan tidak ada sikap euforia yang bisa memantik emosi lainnya. Sebagai rakyat biasa, semua pasti ingin mendapati keadaan damai, tenang dan tidak ada perselisihan hanya karena berbeda dalam urusan pilihan.   

Secara obyektif, kedua paslon merupakan orang-orang luar biasa. Atas hal itu, tidak berlebihan berharap agar kedua paslon pun memilih tim pemenangan yang luar biasa pula, baik dalam konteks kapasitas personal, rekam jejak maupun sikap yang layak ditauladani serta cara mereka mem-promote paslonnya masing-masing tidak mengandung content saling merendahkan dan atau menebar kebencian. Ini Pilpres yang akan menentukan pemimpin sebuah negara dan bukan pertarungan tinju atau semacam pegelaran pertandingan sepak bola antara 2 (dua) tim yang berseteru lama
.  
Melihat dari sisi Calon Presidennya, layak didefenisikan sebagai Jilid II. Namun, bukan berarti kemenangan atau kekalahan masa lalu menjadi pemantik dendam atau meng-inspirasi kreasi negatif dalam ber-campaign ria.  Semua harus menunjukkan kenegarawanan yang lebih menononjolkan kepentingan bangsa dibanding kepentingan atau kepuasan pribadi. 

Yang jelas, tidak ada satupun yang bisa memaksa pilih A atau B, sebab “Bilik Suara” merupakan ruang private nan merdeka dimana hanya ada seorang pemilih yang bebas mau nyoblos manapun yang diyakini dan dikehendaki. Oleh karena itu, kemampuan para paslon dan tim pemenangnya membangun simpati dan keyakinan merupakan satu-satunya cara  paling efektif dalam mengarahkan.  Setidaknya tulisan sederhana ini, mewakili pandangan masyarakat yang kurang faham bagaimana politik bekerja.   


note : gambar yang ditampilkan dalam tulisan ini bersumber dari hasil google searching

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved