KETIKA BKAD UPK SMBADA GUMELAR ME-RE-FRESH SPRIT JUANG

Sabtu, 21 Juli 20180 komentar


KETIKA BKAD UPK SMBADA GUMELAR ME-RE-FRESH SPRIT JUANG


Perhelatan acara

Sabtu, 21 Juli 2018. Hari ini, UPK (Unit Pengelola Kegiatan) Smbada, Kec Gumelar  menggelar satu agenda “Silaturrahmi dan Pembinaan Kelompok”,. Perhelatan ini tergelar di obyek wisata Igir Kenanga atau lebih terkenal dengan sebutan curug sentong, salah satu obyek wisata alam  andalan Kecamatan gumelar, Kab. Banyumas yang berposisi di Desa Samudra. Agenda ini dihadiri oleh stake holder UPK Smbada, antara lain;  pengurus, pengawas, tim verifikasi dan 200 orang ketua kelompok di lingkungan UPK Sembada;, BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa); para kepala desa di lingkungan Kec. Gumelar;Camat;Danramil; Kapolsek;para penggerak PKK dan lain sebagainya.  Pada agenda ini, UPK Smbada juga menghadirkan Bapak Muhammad Arsad dalimunte, seorang praktisi ekonomi pemberdayaan yang juga kebetulan sebagai ketua Dekopinda (Dewan Koperasi Indonesia Daerah) Kab. Banyumas.

Disamping sebagai ajang silaturrahmi, agenda ini juga dimaksudkan untuk melakukan pembinaan ketua-ketua  kelompok sehingga terbangun semangat untuk memperluas manfaat dan makna keberadaan UPK Smbada, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi.  Dalam historisnya, UPK Smbada berawal dari program PNPM yang dalam aktivitasnya memberikan pinjaman modal produktif kepada masyarakat melalui kelompok. Secara operasional., UPK Smbada menggunakan sistem “tanggung renteng” sehingga lebih merekatkan masyarakat, menegaslan tanggungjawab dan juga memnimalisir resiko yang mungkin muncuk. UPK Smbada memiliki 2 (dua) jenis kelompok yang menjadi pangsa pasar permanennya, yaitu : (i) kelompok SPP (simpan Pinjam Perempuan) yang tentunya beranggotakan para perempuan dan; (ii) UEP (usaha Ekonomi Produtif) yang beranggotakan campuran laki-laki dan perempuan.

UPK Smbada komit memberikan support terhadap setiap kegiatan produktif masyarakat

dalam bentuk pinjaman dengan jangka waktu 12 bulan dan 18 bulan. Persayaratan pengajuan pinjam pun relatif sangat mudah, cukup dengan copy KTP dan izin suami.  Jaminanatau collateral juga tidak dipersyaratkan dalam permohonan pinjaman..Dengan demikian,  hidup matinya UPK Smbada ini sangat tergantung pada kejujuran, kedispilinan dan tanggungjawab moral para peminjam. Secara umum, UPK Smbada berjalan lancar walau beberapa  peminjam mengalami persoalan dalam hal komitmen untuk men-cicil angsuran.  
 
Dalam semangat juangnya, keberadaan UPK Smbada ini juga bisa sebagai penangkal tumbuhkembangnya rentenir yang begitu menjerat masyarakat.Untuk itu, melalui kelompok diselenggarakan pembinaan yang terus menerus sehingga terbangun kesadaran untuk lebih bijak dalam menggunakan pendapatan dan lebih cerdas dalam meningkatkan pendapatan.   

Bapak Ketua BKAD Kec Gumelar dalam sambutannya menyampaikan motto   UPK Gumlear memiliki, yaitu”Bersama membangun jiwa kemandirian”.  Dari motto ini, terjelaskan secara tegas UPK Smada inimendorong terbangunnya kemandirian masyarakat dengan mengenpankan kegotongroyongan sebagai modal sosial yang significant.  

Bapak Ronie Hidayat, Kasi Pemberdayaan Kec Gumelar, dalam pengantarnya memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan semangat bergotong royong dalam memajukan desa melalui optimalisasi ragam program yang diselenggarakan oleh pemerintah. “UPK ini merupakan salah satu kegiatan ekonomi produktif yang diharapkan bisa meng-akselerasi tumbuhkembangnya ekonomi produktif masyarakat di Kecamatan Gumelar. Untuk itu, masyarakat dan anggota kelompok diharapkan bisa trampil dalam mengelola pinjaman sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan”, ungkap beliau

Resume Materi Nara sumber
Keberadaan UPK Smbada ini harus disyukuri dengan bijak oleh masyarakat, sebab tidak mudah dapat fasilitas pinjaman yang tidak menggunakan jaminan atau collateral. Oleh karena itu, kepada masyarakat yang terhimpun dalam kelompok-kelompok diharapkan untuk :
1.  Memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan ragam kegiatan produktif sehingga terbangun kemandirian.
2.        Membangun komitmen untuk tidak menggunakan pinjaman selain untuk kegiatan produktif agar tidak kesulitan dalam mengembalikan pinjaman.  
3.        Membangun kebiasaan hidup sederhana dan menjauhkan diri dari konsumerisme.
4.        Merubah mindset tentang “hebat” dari simbol-simbol material menjadi perilaku keseharian yang layak ditauladani, seperti tidak konsumtif, menjadi pribadi produktif dan lain sebagainya.
5.        Dalam membangun dan menjaga keutuhan kelompok, disarankan untuk : (i) semua harus berfikir positif bahwa setiap orang memiliki potensi yang bisa dikembangkan; (ii) membangun saling percaya dan memelihata sikap-sikap keseharian yang membuat diri senantiasa dipercaya; (iii) semua orang harus merasa penting, namun tidak boleh yang satu merasa lebih penting daripada lainnya.
6.        Kepada para ketua kelompok disarankan untuk; (i) membangun ketauladanan kepada orang-orang yang dipimpinnya; (ii) rajin mendengar dan memperhatikan perkembangan ekonomi setiap anggotanya; (iii) menjadi pribadi pembelajar dan tidak merasa segalanya tahu atau merasa lebih cerdas dibanding lainnya; (iv) senantiasa memberikan pendidikan/edukasi kepada segenap anggotanya sehingga terbangun kehidupan yang berkualitas
7.        dsb

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved