Catatan 03 : Perjalanan Rombongan Kadin Banyumas Ke Solo (selesai)

Selasa, 30 Januari 20180 komentar


ROMBONGAN KADIN BANYUMAS HADIR di GO “SGS”
& MENGHADIRI PELANTIKAN PENGURUS KADIN SUKOHARJO
Catatan 03 : Perjalanan Rombongan Kadin  Banyumas Ke Solo (selesai)


 Menghadiri Agenda Sakral di Sukoharjo


“Udah siap-siapng Bang”, demikian isi WA Bung Dimas sekitar jam 11.45 Wib. Kebetulan saat itu Bung  Arsad baru mau mandi,sementara itu Bung Anto Djamil masih merangkai irama di lelapnya tidur. Mendengar saya berbenah tas, Sang Ketua pun terbangun, melihat jam  dan kemudian ikut siap-siap. Tepat jam 12.10 Wib, Bung Anto Djamil dan Bung Arsad keluar kamar untuk bergabung dengan Bung Iwan dan Bung Dimas yang sudah standby di ruang lobby.

Sesudah pasukan komplit, rombongan Kadin Banyumas pun menuju parking area 
seraya menyerahkan kunci kamar ke resepcionit hotel. Tak lama berselang, kami pun mulai bergerak meninggalkan hotel. Namun, tak lama berselang, Bung Dimas menawarkan untuk mampir makan siang dulu di sebuah rumah makan. Karena dari sisi waktu memungkinkan, usul itu di setujuin Sang Ketua dan Bung Iwan sang pengendali setiran  mobil pun mengambil arah menuju tempat pembunuh rasa lapar itu. Sepertinya,  jumlah menu yang dipesan sangat tidak seimbang dengan jalan kaki menuju TKP GO “SGS” tadi pagi yang sebenarnya hanya sekitar 350 meter. Namun, ini tentang gairah makan yang  tidak sepenuhnya sekedar persoalan menghilangkan rasa lapar, tetapi juga mencapai titik puas dan kenyang. Mungkin, sang pelayan pun agak sedikit tersenyum saat nasi tambahan di mohonkan.

Usai makan, rombongan bergerak menuju tempat sakral dimana akan digelar agenda pengukuhan dan pelantikan pengurus Kadin Sukoharjo yang lokasinya sekitar 15 menit dari titik tempat makan, tepatnya di Hotel Tosan, Solo Baru..

Kehadiran Rombongan Kadin Banyumas disambut bak tamu Istimewa setelah mengetahui bahwa kami dari rombongan Kadin Banyumas. Mungkin sang panitia sudah membayangkan betapa jauhnya perjalanan demi menjadi saksi dari perhelatan sakral ini. Kami pun dipersilahkan menempati salah satu meja VIP, sebuah kehormatan yang membahagiakan dan apresiasi tinggi ini seolah menghilangkan lelah 7 (tujuh)  jam perjalanan. Posisi duduk ini pun mempermudah kami men-dokumentasikan momen-momen sakral dari agenda pengukuhan dan pelantikan Kadin Sukoharjo ini. Kami juga mendapati beberapa pengurus Kadin Se-Solo Raya hadir dalam acara ini. 

Dari sambutan Sang Ketua terpilih, diperoleh informasi bahwa Kadin Sukoharjo sempat bebereapa tahun vakum. Pengukuhan pengurus periode 2017-2021 ini merupakan bentuk re-born yang men-simbolkan spirit untuk menghidupkan kembali Kadin dan mengoptimalkan fungsinya sebagai partner strategis Pemkab Sukoharjo. Hal senada disampaikan oleh Bupari Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, yang berharap Kadin bisa bekerjasama dalam membangun iklim usaha diwilayah pemerintahannya.

Sementara itu, Bung Kukrit, Ketua Kadin Jawa Tengah menekankan bahwa sinergitas adalah kunci. Artinya, Kadin harus membangun hubungan strategis dengan segenap stake holder termasuk Pemkab, khususnya dalam menyemarakkan iklim berusaha yang men-sejahterakan masyarakat secara ekonomi.

Usai pengukuhan, fhoto bersama pun dilakukan dan tidak ketinggalan pula rombongan Banyumas pun ikut serta dalam peng-abadian moment penting itu.      


Sekilas tentang perjalanan pulang
Semua agenda utama sudah usai dan rintik hujan menemani putaran roda meninggalkan kota solo. Rombongan Kadin Banyumas pun langsung menuju arah pulang. Bung Iwan mengambil inisiatif serupa seperti saat berangkat, yaitu duduk di belakang setir dan memainkan pedal gas dan sesekali menginjak rem.

Me-review agenda sambil mendeteksi titik-titik kreatif nan inspiratif pun dibahas sebagai oleh-oleh pulang. Ada semangat mem-buncah untuk semakin meng-optimalkan Kadin Banyumas. “Apa yang kita saksikan menjadi referensi dan juga inspirasi energi untuk Kadin Banyumas ke depannya”, demikian ungkap Bung Anto.

Selanjutnya, perbincangan tidak ber-tema pun mulai mengemuka satu per satu. Senyum dan gelak tawa pun menyertai putaran roda sekedar  menjadi perwarna perjalanan panjang menuju Kota Mendoan. Sampai kota klaten, Bung Iwan mengakhiri kepahlawanannya di belakang setir. Bung Dimas memulai aksi heroiknya. Penguasaan medan jalan wilayah Yogya membuat semua terheran-heran. Bung Dimas menguasai banyak jalan tikus sehingga terhindar dari kemacetan Kota.

Setelah makan malam di daerah jembatan mataram, kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Ambar ketawang menjadi pemberhentian berikutnya. Namun, kali ini tidak untuk ngopi, tetapi karena Bung Iwan pindah mobil yang sudah menunggunya sejak sore dan berencana  menuntaskan agendanya di Yogya pada hari senin. Bung Dimas pun melanjutkan genjotan gas-nya. Namun, wates seperti menjadi batas kemampuannya berkompromi dengan mata yang begitu lelah. Bung Arsad pun menjadi sopir terakahir yang menuntaskan perjalanan dengan cara sopir Medan. Perjalanan seperti menjadi lebih kendang karena tancapan gas diatas rata-rata berlangsung begitu bebas saat Bung Anto Djamil lelap dalam mimpinya di jok tengah mobil. Akhirnya, Jam 01.00 Wib mencapai Sokaraja dan kisah perjalanan dinas luar kota ini pun usai bersama dengan kembalinya seluruh anggota rombongan kepangkuan ibunya anak-anak masing-masing. 

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved