DARI PEGELARAN AJANG BERGENGSI "M-SESSION 2017"

Selasa, 31 Oktober 20170 komentar

M-SESSION  2017

A.     Sekilas Tentang M-Session 2017
Satu lagi karya keren dari HMJM (Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen)  FEB  Unsoed setelah sukses menggelar Etion 2017 tingkat DIY-Jateng beberapa hari lalu. Kali ini, mereka   menggelar satu kompetisi bertajuk M-Session 2017, sebuah ajang kelihaian dalam memecahkan berbagai kasus manajemen.
  
M-Session 2017 kali ini ber-tema-kan “Global Ecomonic
Change Competition
” dan dengan Tagline " Create Your Chance and Be
The Pioneer of Change
". Lewat lomba semacam ini, peserta diharapkan dapat berpikir kritis melampaui batasan yang ada dan tidak berpatokan terhadap satu sudut pandang saja dalam penyelesaian permasalahan. Peserta didorong memilki keberanian menciptakan perubahan dan bukan hanya men-contoh. Lewat ajang ini, peserta lomba diharapkan memberikan sesuatu yang baru dan menginspiras serta.memiliki implikasi jangka panjang dimana peserta lomba mengambil inisiatif sebagai pelopor pembaharuan pembangunan ekonomi negeri ini. 


B.     Peduli Kualitas
HMJM sangat serius dengan kualitas output dari event bergengsi ini. Hal ini terlihat dari beberapa hal yang mewarnai sepanjang proses pegelaran yang antara lain :
1.      Tahapan lomba yang tidak mudah. Secara umum, kompetisi ini terdiri dari 2 (dua) tahap, yaitu ;
a.      tahap penyaringan awal atau deibut dengan istilah Pre-Case. Pada tahap Pre-case dilakukan secara online  dimana seluruh peserta diberikan sebuah kasus manajemen dari perusahaan atau kasus perekonomian secara luas kemudian diminta menganalisis masalah serta memberikan solusi dari kasus tersebut. Pada tahap ini, ada 42 (empat puluh dua) group yang mendaftarkan diri dari berbagai kampus di tanah. Hasil akhir penilaian ditahap ini menyisakan hanya 16 (enam belas tim) dan berhak maju ke fase berikutnya, yaitu sesi kompetisi.
b.      Tahap kompetisi ini dilaksanakan selama 4 (empat)  hari yang terdiri dari 4 (empat) tahap, yaitu Fix The Problem, Critical Thinking, Bonus session, Field Trip, dan Trip Case. 
2.   Obyektivitas penilaian. Sebagai gambaran, demi obyektivitas penilaian  di tahap the fixed problem diterapkan aturan sebagai berikut :
a.      peserta tampil hanya dengan simbol nama group yang dibuat oleh mereka sendiri. Mereka dilarang membawa identitas yang menjelaskan dari kampus mana mereka berasal.
b.      Sterilisasi peserta. Saat satu tim presentasi didepan juri, peserta lain tidak boleh masuk ke dalam ruang presentasi sehingga menghindarkan unsur penjiplakan satu sama lain.
c.      Timer. Timer dibuat pada layar komputer sehingga setiap peserta dipastikan memiliki waktu yang sama dalam melakukan presentasi. Satu orang panitia stanby memberikan code dan menghentikan presentasi bila waktu menunjukkan titik nol.
3.      Pola pengelolaan lomba yang begitu profesional. Profesionalisme pengelolaan ini merupakan buah dari aplikasi sistem“open rekruitmen” dalam hal menyusun kepanitiaan. Pola ini ternyata efektif membangun aura semangat dalam menjaga ke-magis-an sebuah kompetisi.     

Hari ini, Selasa, 31 Oktober 2017, merupakan tahap pertama dari 4 (empat) tahap yang direncanakan pada fase kompetisi, yaitu “the Fix Problem”.  16 (enam belas) peserta  yang lolos di tahap Pre-Case diberikan 2 (dua) soal yang di create salah satu partner panitia, yaitu Kopkun Institute. Kali ini case yang diangkat tentang manajemen sumber daya manusia dan kasus manajemen keuangan.  

Bertindak sebagai  juri dalam tahap ini adalah; (i) Mas Rama mewakili alumnus manajemen; (ii) Bapak Eling mewakili dosen/ilmuwan dan; (iii) Bapak  Muhammad Arsad Dalimunte mewakili  praktisi manajemen.


Menarik mencermati setiap sajian presentasi 16 (enam belas) peserta. 2 (dua) soal yang diberikan berhasil memantik peserta berfikir keras dan memaksimalkan kreativitas. 7 (tujuh) menit yang mereka miliki untuk presentasi. Mereka sajikan dengan berbagai gaya. Spirit milenial terlihat dari konsep mereka dalam menyelesaikan masalag. Juga, terlihat jelas bagaimana kreativitas dan kecepatan mereka merespon setiap pertanyaan yang diajukan 3 (tiga) Dewan Juri. Satu catatan lagi yang layak diapresiasi, cara mereka  mengaku kesalahan bila salah dalam berpendapat. Disana terlihat ada ketulusan dan kemauan tulus untuk meng-koreksi.


Hari ini baru satu fase dari 4 (empat) fase yang mereka jalani selama 4 (empat) hari. Semangat peserta dan kualitas hampir sama, mengundang kepenasaran “siapa yang akan keluar jadi yang terbaik”.


Terlepas siapapun yang akan pemenang, satu apresiasi sangat layak disematkan atas pegelaran ajang ini. “sungguh ini sebuah pegelaran yang smart dan berhasil memantik kreativitas sebuah generasi”, ungkap Salah satu juri, M.Arsad Dalimunte  

Mereka adalah calon-calon manager handal dimasa depan karena mereka memiliki kualitas istimewa. Mereka punya gaya berbeda dalam melihat dan men-sikapi masalah. Mereka sungguh smart dan keren.
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved