STRATEGI JITU PEMASARAN PRDUK UMKM MEMASUKI PASAR MODERN

Minggu, 30 Juli 20170 komentar

 STRATEGI JITU PEMASARAN  PRDUK UMKM MEMASUKI PASAR MODERN

A.  Pengantar
Hari ini, 31 Juli 2017, bertempat di Hotel Java Heritage, Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas, menyelenggarakna temu usaha dengan mengambil tema “Strategi Jitu Pemasaran Produk UMKM memasuki Pasar Modern”. Peserta temu usaha berjumlah lebih kurang 100 (seratus) orang. ini terdiri umkm, pengusaha hotel, rumah makan, pabrik roti, perbankan, assoiasi pengusaha dan OPD  di lingkungan Bayumas.  Temu usaha ini menghadirkan 3 (tiga) narasumber, yaitu : (i)
Bapak Yasir  Nusa dari Dirjen Perdagarngan RI; (ii) Bapak Adi Putranto mewakili manajemen Moro Grosir dan retail sebagai Success Stiry dan (iii) Dmas Goestaman mewakili Hipmi Banyumas

Dalam sambutannya, Ibu Erni mewakili Kepada Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas menyampaikan bahwa melalui temu usaha ini diharapkan terbentuk komunikasi strategis dan taktis diantara segenap stake holders kaitannya
dengan pembangunan iklim investasi yang kondusif.  Temu usaha ini juga merupakan bentuk penyediaan media komunikasi antara pelaku usaha dan juga pemerintah khususnya OPD Terkait, sehingga bisa membuka akses pemasaran produk UMKM kususnya di lingkungan pasar modern.

Di Penghujung sambutannya, beliau menyampaikan harapannya bahwa melalui temu usaha ini berharap Investasi berbasis wilayah tumbuh kembang.

Sementara itu Bupati Banyumas melalui Drs Nugroho Staff Setda, daam sambutannya menyampaikan beberapa harapannya dari pegelaran temu usaha ini, antara lain :  mewakili Bupati Banyumas menyampaikan harapannya :
1.      Terbagunnya komunikasi yang baik di segenap stake holder sehingga terbangun kemitraan usaha yang sinergis dan proporsional.
2.      Eksisnya UMKM ditengah krisis ekonomi nasional dan global membuktikan ketahanan UMKM dan juga kontribusinya signifikan terhadap dinamika ekonomi. Oleh karena itu, UMKM perlu membangun brand hebat berbasis kreativitas dan lokalitas sehingga bisa membangun comparatvie advantage dan memenangkan bersaing.
3.      UMKM juga harus melengkapi usahanya dari aspek legalitas,
4.      Mmebnagun kesadaran untuk membangun visi besar dengan mempelajari peta persaingan yang semakin tinggi. Kesadaran untuk memberdayakan diri sebagai bekal penting untuk membangun jaringan kitannya dengan perkuatan kapasitas diri dan perluasan market.
5.      Temu usaha ini merupakan salah satu upaya konkrit Pemkab Banyumas dalam memfasilitasi bertemunya segenap stake holders yang mendukung peningkatan iklim investasi kondusif dans ekaligus stratgei jitu produk umkm memasuki pasar modern. Untuk itu, bupati berharap segenap audience memanfaatkan agenda kali ini dengan serius, cermat dan sabar.
6.      Jadikan momen ini sebagai media menambah wawasan, relasi dan business network yang akan mendorong akselerasi pertumbuhan. Semoga produk lokal Banyumas semakin bisa bersaing di pasar lokal, global, reginal, nasional berlandaskan iman dan taqwa.

B. Testimoni dan Apresiasi
Berdasarkan testimoni Pak Agus mewakili manajemen Hotel Santika, ada beberapa kendala produk UMKM dalam memasuki pasar modern, antara lain;  (i) Higienitas; (ii) kemasan kurang menarik sehingga sulit untuk dijual; (iii)  sistem pembayaran dan ; (iv) jenis produk (tahan lama atau tidak). Semakin lama masa berlaku sebuah produk, semakin besar potensi keterjualannya. Bapak Rofi’i mewakili pelaku UMKM Kramik  membenarkan pendapat Pak Agus, khususnya dalam kemasan. Bliau juga  bertestimoni tentang rasa syukurnya berkat bantuan fasilitasi pemkab Banyumas, produk beliau sekarang sudah sampai ke Bali. Beliau sampai mengalami over order sehingga kewalahan dalam mengalami permintaan. 

C Ringkasan Papasan
Bapak Yasir dari Kemendag RI menyampaikan bahwa persaingan pasar global yang begitu ketat mendorong  setiap pelaku usaha untuk terus meingkatkan kapasitas diri dan kapasitas produk. Persepsi masyarakat yang menyukai brand luar negeri merupakan sebuah fakta yang seharusnya disikapi dengan brilian. Sebagai contoh, Mitzu & mito adalah 2 (dua) contoh brand yang membangun persepsi seolah produk luar negeri padahal aalah brand lokal. Hal ini merupakan salah satu contoh pensikapan brilian atas persepsi market.

Dalam presentasinya, beliau juga menjelaskan seputar 7 (tujuh) arah kebijakan Kemendag RI, yaitu : (i) Mengamankan pangsa ekspor di pasar utama; (ii) memerluas pangsa pasar ekspor di pasar prospektif dan hubungan perdagangan internasional; (iii) meningkatkan diversifikasi produk ekspor; (iv) mengamankan pasar domestik untuk meningkatkan daya saing produk nasional; (v) meingkatkan kontribusi usaha dagang kecil menengah (USKM); (vi) meingkatkan perlindungan konsumen dan; (vii) meningkatkan efisiensi sistem distribusi dan logistik.

Sementara itu, Bapak Adi Putranto mewakili Manajemen Moro menyampaikan tentang kendala umum pemasaran UMKM, antara lain :
  1. Strategi pemasaran. UMKM cenderung passive dan menunggu konsumen.
  2. Keterbatasan dalam mmebaca selera pasar, mengenalkan pesaing, mmeposisikan produknya di pasar, mengenal kelemahan produknya diantara produk pesaing.
  3. Keterbatasan SDM. Biasanya pelaku UMKM melakukan segala sesuatunya sehingga mencari pasar malah terbengkalai.
  4. Standarisasi produk lemah. Banyak produk UMKM yang di retur dikarenakan kualitas produk tidak sesuai pesanan.
  5. Kemampuan dalam memenuhi permintaan dalam jumlah besar karena keterbatasan dana. Namun demikian, hal ini mengakbatkan hilangnya kepercayaan pasar. 
Pemateri ke-3 (tiga), Dimas Goestaman.CPC.CBC yang juga Sekum Hipmi BPC Banyumas, dalam presentasinya menyampaikan  tentang 6 (enam) tahap sederhana membuat Marketing Plan, yaitu : (i) Tentukan target; (ii) analisa SWOT; (iii) Tentukan segmen; (iv) Analisa Pesaing; (v) Marketing Mix dan; (vi) persiapkan anggaran. Beliau juga menyampaikan tentang ciri-ciri pasan modern sebagai bekal bagi UMKM untuk meng-ekspanse bisnisnya, yaitu antara lain:
  1. Tidak  terikat pada Tempat tertentu, bisa dimana aja seperti by online
  2. Alat pembayaran bisa non tunai/transfer
  3. Penjual dan pembeli tidak harus bertemu langsung
  4. Harga sudah tertera dan diberi barcode
  5. Barang beraneka ragam dan biasanya tahan ama
  6. Tata letak tempat sangat dipehatikan.
  7. dsb
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved