MENGENALI & MENGATASI KECANDUAN PADA PORNOGRAFI

Minggu, 09 April 20170 komentar

OLEH2 DARI SEMINAR MENGENALI & MENGATASI KECANDUAN ANAK
PADA INTERNET, PORNOGRAFI & GAME ONLINE


A.  SEKILAS TENTANG PEGELARAN

Komite SMP Al Irsyad AL Islamiyyah  menggelar satu agenda seminar parenting bertemakan tentang “kecanduan anak terhadap internet, pornografi & game online”. Agenda ini tergelar pada Hari Sabtu, 8 April 2017, dengan mengambil tempat di Gedung Rudhiro Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Univ Jenderal Soedirman Purwokerto. Disamping mendapat support penuh SMP Al-Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, pegelaran seminar ini juga menggandeng Masjid Fatimatuzzahra. Seminar ini berhasil menghadirkan nara sumber level nasional dari “Yayasan Kita & Buah Hati”, yaitu Ibu Elly Risman,Psi

Disamping dihadiri oleh para orang tua siswa/i Al Irsyad mulai level Paud sampai dengan SLTA, seminar ini juga dihadiri oleh peserta dari umum. Sepertinya, pemilihan tema ini berhasil menarik perhatian para peserta. Membludaknya peserta mencerminkan keprihatinan tinggi atas realitas kekinian zaman dan sekaigus bentuk kepedulian tinggi terhadap masa depan sebuah generasi.


B. PRESENTASI & PESAN2 BIJAK SANG NARA SUMBER
 “Ortu tidak siap jadi Ortu” , kalimat ini menjadi slide pembuka dari materi presentasi narasumber. Kalimat ini didasarkan pada banyaknya fakta dimana orang tua tidak menguasai perkembangan anak, bagaimana otak bekerja dan sering keliru dalam berkomunikasi dengan anak.  Oleh karena itu, diharapkan orang tua memiliki kemauan belajar secara terus menerus guna menambah wawasan  dan meningkatkan kepekaan terhadap perkembangan zaman, khususnya yang berpengaruh terhadap masa perumbuhan anak. Hal ini juga  sangat mendukung kesiapan orang tua dalam mengasuh, membesarkan dan mendampingi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. 

Apalagi saat ini kemajuan teknologi informasi begitu cepat telah dimanfaatkan sebagian orang yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan eksploitasi terhadap anak-anak  demi meraup keuntungan tanpa peduli akibat negatif yang ditimbulkan dari apa yang mereka lakukan, seperti , situs pornografi dan games online.  Lewat content (sisi) situsnya, mereka ingin anak dan remaja memiliki perpustakaan porno yang berakibat kerusakan otak secara permanen pada anak. Bahkan mereka memposisikan anak & remaja sebagai future market (pangsa pasar masa depan) serta menjadikannya sebagai target pelanggan seumur hidup.

Untuk mendeteksi apakah anak masuk dalam kategori kecanduan pornnografi, berikut ini disajikan beberapa ciri, antara lain :

CIRI-CIRI ANAK KECANDUAN PORNOGRAFI
CIRI-CIRI ANAK KECANDUAN PORNOGRAFI


1.      Mengurung diri & menghabiskan waktu dengan games dan internet dalam kamar
2.      Anak akan melawan dan bahkan berkata kasar jika ditegur atau dibatasi bermain gadget.
3.      Suka berbohong, jorok dan bahkan berani mencuri.
4.      Sulit berkonsentrasi
5.      Prestasi akademis menurun
6.      Jika bicara menghindari kontak mata
7.      Malu tidak pada tempatnya
8.      Main dengan kelompok tertentu saja
9.      Hilang empati dan kalau meminta sering dengan cara memaksa 


Tidak hanya menampilkan ciri-ciri anak yang kecanduan pornografi sehingga mempermudah pendeteksian gejala pada anak, narasumber juga meyarankan orang tua menjadi seraang terapis yang hebat bagi anaknya sendiri. Orang tua lebih mengerti detail keseharian anak sehingga peran orang tua sangat penting dalam proses mendampingi anak. Orang tua memiliki informasi yang cukup untuk memberikan respon efektif terhadap persoalan anak, termasuk dalam hal kecanduan pornografi.  Untuk mendukung para orang tua menjadi seorang terapis bagi anaknya sendiri, narasumber pun menyajikan beberapa lengkah efektif dalam menjalankan peran penting tersebut sebagaimana dijelaskan berikut ini:

LANGKAH2 MENJADI TERAPIS
BAGI ANAK SENDIRI
LANGKAH2 MENJADI TERAPIS
BAGI ANAK SENDIRI


1.  Tenang dan Jangan panik
2.  Komunikasi
3.  Bermusyawarah
4.  Anak adalah amanah Tuhan yang bisa jadi sebagai pemata hati, ujian dan atau musuh.
5.  Bangunlah rasa takut pada Tuhan meninggalkannya dalam keadaan lemah
6.  terima, maafkan, jangan marah dan minta ampunkan
7.  Selesaikan urusan dengan diri sendiri terlebih dahulu baru fokus urusan anak.
8.  Kembalikan peran AYAH pada konteks seharusnya.
9.  Tanyakan pada anak kapan pertama kali melihan “P”, bagaimana caranya, apa yang dirasakan, apa yang dilakukan setelah melihat, berapa lama kemudian melihatnya lagi, kapan terakhir melihatnya dan apakah anak merasa perlu bantuan penjelasan dari ayah/ibu.
10.    jelaskan target penyedia pornografi dan tanyakan bagaimana pendapat anak tentang skenario jahat para penyebar porngrafi.
11.    Diskusikan tentang hukum agama tentang pornografi dan dampaknya serta konsekuensinya terhadap masa depan anak.
12.    Mengajak anak bersama-sama menyusun agenda atau kegiatan pengganti, buat skedul dan bentuk kesepakatan bersama untuk menjalankannya.  
13.    dan lain sebagainya


Sebagai tambahan, narasumber menyarankan seluruh peserta seminar untuk membicarakan Social Media dengan anak secara bijak dengan tips sebagai berikut :
1.      Mulai dengan mencari tahu perkembangan sos med dikalangan remaja
2.      Pilih tokoh tertentu dalam sos med  yang bisa dijadikan contoh untuk dibahas dengan anak
3.      Bahas dengan anak isyu2 paling update dan coba telusur apa saja yang didengar dan diketahuinya.
4.      Tunjukkan pada anak contoh yang sudah dipilih dan tanya pendapatanya
5.      jelaskan tentang makna like, cmment dan share, sehingga anak memiliki alasan yang benar untuk bereaksi atas sebuah hal dalam sosmed. Juga jelaskan makna fungsi report, block, hide posting dan unfollow.

Dipenghujung slide presentasinya, nara sumber memberikan beberapa saran dalam memantapkan peran sebagi terapis bagi anak sendiri, yaitu :
1.      Bangun komunkasi dan kerjasama yang baik antara orang tua dan anak. Bangun keberanian anak untuk berkomunikas secara terbuka hal-hal seputar sex dan pornografi.
2.      Susun dan sepakati langkah agar anak berkemampuan dan berkemauan untuk :
  1. Menghadapi (face it)
  2. Menggantikan (replace it)
  3. Bertaubat dengan memberi bantuan penghayatan keberadaan ALLAH SWT melalaui ibadah dan amal shalih
  4. Terbangun tekad bahwa Seks Halal hanya dengan menikah.






C. PENGHUJUNG
Seminar ini tergelar diwaktu yang sangat tepat dimana kekhawatiran tentang persoalan pornografi dengan segala dampak buruknya benar-benar memerlukan solusi komprehensif. Seminar ini menegaskan bahwa pertahanan terbaik terletak pada pola asuh anak, kualitas komunikasi dan optimalisasi peran orang tua dalam mengikuti dan mensikapi pertumbuhan dan perkembangan anak.


Demikian resume singkat ini disusun dengan maksud menyebarluaskan nilai dan pesan baik dari apa-apa yang tersampaikan disepanjang proses seminar.  Sebagai penghujung, marilah kita saling mendo’akan semoga anak-anak kita terhindar dari hal-hal negatif yang menjauhkan mereka dari Allah SWT dan hal-hal yang menggangu pertumbuhan mereka untuk menjadi anak yang sholeh & sholehah. Amin Ya Robbal ‘Alamin. 
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved