Men-Design Massifikasi Integrated Farming Sebagai Strategi Membangun Kedaulatan Pangan

Senin, 10 Oktober 20160 komentar

Men-Design Massifikasi Integrated Farming
Sebagai  Strategi Membangun Kedaulatan Pangan
  
 
Untuk kedua kali, diskusi seputar integrated farming dan kedaulatan pangan di gelar. Diskusi  kedua ini dihadiri oleh Bapak Anisur (Dekan Pertanian), Pak Rizsul (Disen Pertanian Unsoed), Pak Jaka (Bappeda Banyumas), Om Herry (Aktivis Sosial bidang pertanian), Firdaus (Kopkun Institute) dan M.Arsad D (Dekopinda Banyumas). 

Diskusi ini merupakan bentuk persiapan lanjut dari rencana pegelaran  seminar bertajuk “menjangkarkan kedaulatan pangan melalui integrated farming berbasis koperasi berbasis pemberdaya“. Pendalaman substasi dan target output menjadi awalan yang cukup serius. Walau berlangsung dalam suasana santai, dialog yang tersaji berlangsung sangat produktif dimana spirit pemberdayaan masyarakat begitu kental pada setiap yang hadir.

Prolog yang disampaikan oleh Bapak Anisur langsung direspon oleh saudara Herry yang begitu getol pada keterbentukan komunikasi produktif segenap unsur yang terlibat dalam linkar pertanian.  “Berjejaring adalah strategi yang efektif dalam membangun kedaulatan pangan. Fakta dilapangan banyak kreasi2 dan prakterk2 kecil yg memiliki spirit sama, yaitu kedaulatan pangan. Hanya saja, mereka bergerak sendiri2 dan cenderung silent sehingga efeknya terbatas hanya pada wilayahnya masing-masing. Atas hal itu, gagasan integrated farming dalam membangun kedaulatan pangan ini bisa dilakukan melalui pembangunan konneksitas yang meng-integrasikan praktek2 hebat itu. Segenap potensi harus di combain sedemikian rupa sehingga terbentuk sinergitas produktif yang meng-akselerasi tumbuhkembangnya kedaulatan pangan”, ungkap beliau.  

”Dampak yang diharapkan dari pegelaran seminar ini adalah terbangunnya imbas positif bagi terbentuknya kanal komunikasi yang akan menjawab kegelisahan-kegelisahan yang tengah melingkari keseharian hidup petani. Praktek-praktek kekinian yang sudah terbukti efektif perlu tersosialisasi secara massif sehingga terjadi pembaruan cara dalam mengelola pertanian’, tambah Herry.   

Pak Anisur sangat sepakat dan mendukung semangat yang ada dalam kalimat-kalimat yang disampaikan Om Herry.  Namun demikian, dalam lanjutannya memerlukan pemetaan praktek cara baru yang sudah teruji. Untuk itu, semangat yang dibangun adalah  saling memberdayakan dan saling meng-akselerasi peningkatan. Interaksi Produktif antar pelaku dalam suasana kesetaraan perlu dibangun dan menjadi budaya sehingga melahirkan perasaan ke-kita-an berbasis saling mendukung yang didalamnya terdapat spirit berbagi pengalaman dan semangat inovasi.  Semangat co-operative diperlukan dari segenap pihak yang terlibat dalam proses pertanian dari hulu sampai hilir, demikian ditegaskan oleh Pak Anisur selaku Dekan Pertanian Unsoed. Sang Dekan juga menyampaikan perlunya re-orientasi focus pengembangan  berbasis kualitas bukan pada kuantitas. Sebab, pendekatan kualitas pada akhirnya akan mendorong akselerasi pertumbuhan kuantitas berbasis inisiatif dan kesadaran masyarakat pertanian. Untuk mendukung hal tersebut, Pertanian unsoed akan diarahkan untuk tidak berjarak dengan keseharian petani. Hal ini sangat relevan dengan efektivitas integrated farming menuju keterbangunan ketahanan pangan. 


Akhirnya disepakati, seminar yang akan digelar tanggal ini berposisi sebagai pemantik awal bagi pembangunan spirit partisipastif yang dilanjuti dengan pembentukan tahapan-tahapan operasional berkelanjutan.   
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved