MENG-HALALKAN PROSES BISNIS

Kamis, 11 Agustus 20161komentar

MENG-HALALKAN PROSES BISNIS

Kajian Rutin Ekonomi Syari'ah kali ini mengambil thema "Penguatan UMKM Industri Halal Untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Daerah".  Acara ini di inisiasi oleh MES (Masyarakat Ekonomi Syarikah) yang dalam pelaksanaannya menggandeng iibf (Indonesia Islamic Business Forum) dan Bank Indonesia Perwakilan Purwokerto.  Acara ini menghadirkan seorang nara sumber luar biasa bernama Hurriyah El Islamy,Phd,  seorang wanita smart kelahiran Palembang yang memilih berkarir di bidang ekonomi syari'ah sampai tingkat internasional. Beberapa jabatan strategis pernah beliau emban, antara lain : Executive Vice President.Gateway Global, Kuala Lumpur; Director.Adzka Solution Plt; Director, Head of Goup Legal-Islamic Banking and capital market.CIMB Gropu dan lain sebagainya.

Irwan Saputro MSi,selaku ketua panitia, mengatakan lewat acara semacam ini diharapkan bias mendorong kesejahteraan masyarakat daerah lewat UMKM. Beliau mengatakan UMKM sangat strategis untuk di dorong mengingat sector ini adalah penopang ekonomi Inodnesia. Beliau berharap UMKM akan efektif menjalankan peran mengatasi kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja.   

Lebih kurang 170 orang menghadiri acara ini. Disamping insan-insan yang terhimpun dalam iibf, acara ini juga dihadiri para delegasi dari berbagai komunitas di lingkungan Kabupaten Banyumas, seperti Pimpinan BI perwakilan Purwokerto, Hipmi Banyumas, gerakan koperasi yang terhimpun dalam organisasi Dekopinda, SKPD-SKPD dilingkungan Kab.Banyumas, akademisi, mahasiswa/i, kaum muda, pewarta dan lain sebagainya. Acara eksklusif ini tergerlar sejak jam 14.00 Wib di Cafe dSaung Hall and Resto yang berlokasi di Jalan Brigjend Encung.

Dalam paparannya, beliau menghimbau perlunya mengkampanyekan perlunya konsumsi produk halal. Untuk mendukung hal itu, para pelaku UMKM juga perlu memiliki integritas untuk memproduksi produk-produk halal tanpa adanya rekayasa yang menyebabkan produk tersebut mengandung sesuatu yang berbau haram. Beliau juga mengkritisi rendahnya technologi pada produk-produk  UMKM sehingga sulit untuk bisa Go Global. 

Sebagai bagian dari upaya menjadi pengusaha sukses, beliau menyarankan untuk segera menjauhi riba sehingga terhindar dari laknat Allah SWT. Bila mana, para pelaku UMKM sudah terlanjur terjebak pada urusan riba (misalnya dalam hal permodalan), maka segeralah berhenti   dan hal-hal sebelumnya biarkan sepenuhnya menjadi urusan Allah SWT.   Semua proses bisnis harus halal tanpa terkecuali termasuk dalam urusan permodalan.

Sebagai panduan, beliau mengingatkan agar pelaku UMKM memperhatikan rambu-rambu merah dalam urusan usaha, yaitu :  
  1. menghindarkan dari subyek yang dilarang/diharamkaan
  2. menghindarkan dari Gharar (ketidakpastian/penipuan).
  3. menghindari hal-hal yang mengandung maysir/spekulatif
  4. Menghindari hal yang tidak berfaedah (no value), baik bagi dirinya maupun bagi orang lain (pengguna produk).


Sebagai sebuah pengingat, masuknya hal-hal yang tidak berfaedah dalam setiap produk sama saja dengan menebarkan keburukan bagi banyak orang dan hal ini pasti dilarang oleh Allah. Keberkahan berusaha dan juga hasil adalah hal wajib yang harus dilakukan agar senantiasa mendapat kebahagiaan dan keberkahan dalam usaha dan juga hidup. Menjaga diri dan usaha dari hal-hal haram tidak saja melindungi diri sendiri, tetapi juga bagian dari kontribusi membentuk generasi/ummat yang berkualitas. 
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

11 Agustus 2016 04.41

Lanjutkan...

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved