PERSIBAS BANYUMAS JELANG LAGA MELAWAN PERSIBANGGA

Jumat, 22 Juli 20160 komentar

LANJUTAN ISC : PERSIBAS JELANG LAGA MELAWAN PERSIBANGGA


Hasil 1-1 melawan Tim Mapan sekelas Persis Solo di hari Minggu lalu (17/6) merupakan sesuatu yang layak di syukuri, walau tidak terlalu membanggakan. Alasannya sederhana saja, Persis Solo merupakan tim yang sudah lama bertengger di level Divisi Utama, sedangkan Persibas Banyumas adalah tim promosi di divisi utama. Namun demikian, hasil seri tersebut tidak lantas dikatakan cukup atau kemudian berpuas diri, karena ekspektasi masyarakat pencinta bola Banyumas adalah “kemenangan”. Apalagi di 4 (empat) pertandingan sebelumnya di turnamen ISC ini, Persibas menuai hasil tidak
menggembirakan dan bahkan 1 (satu) kali kalah saat menjadi tuan rumah kalah menghadapi Persip Pekalongan.

Tingginya ekspektasi masyarakat pencinta sepak bola Banyums terhadap prestasi Persibas telah menjadi tekanan tersendiri bagi segenap pemain, tim pelatih dan tidak ketinggalan manajemen. Disatu sisi berbagai kritikan tajam para fans fanatik akhir-akhir ini dimaknai sebagai bukti cinta, di sisi lain sebagai inspirasi berbenah dan melakukan lompatan capaian. Mengapa “lompatan?”.

Kekalahan beberapa pertandingan lalu telah melahirkan luka dalam di hati para pencinta Persibas. Sebagian dari mereka pun seperti kehilangan kesabaran dan berharap  Persibas mampu meraih hasil yang membahagiakan. Atas situasi ini, tidak ada pilihan lain bagi pemain kecuali “berlatih lebih keras dan cerdas”. Demikian juga dengan tim pelatih harus merapatkan barisan untuk meracik strategi jitu nan efektif. Tak soal saat ini Persibas tanpa pelatih kepala pasca ditinggalkan oleh Coach Putut, Asisten pelatih Ispri yang bertindak selaku pelatih terus menganalisa dan kemudian meracik strategi berbasis pada ketersediaan dan potensi materi pemain yang ada.   

Ini memang tidak mudah, tetapi menyerah bukanlah pilihan menarik untuk diambil sampai turnamen ini benar-benar usai”, demikian ungkap Dimas Gustaman selaku manager Persibas sore kemarin. Statemen ini bisa difahami, sebab disatu sisi loyalitas para pendukung merupakan sesuatu yang sangat disyukuri, namun tanpa disadarai loyalitas tersebut telah mendorong harapan dan bahkan tuntutan yang tidak ringan, yaitu prestasi. Bahkan, sebagian pendukung tidak mau mengerti apakah Persibas berstatus tim debutan atau tim yang sudah mapan bertengger di level divisi utama, yang penting “menang”.  

Harapan besar para pencinta Persibas terus menjadi inspirasi berbenah demi menampilkan hasil yang terbaik. Seluruh awak tim harus menunjukkan greget dan upaya yang terus menerus sehingga masyarakat pencinta bola mengetahui keseriusan dalam mempersiapkan diri. Semua memerlukan proses dan membangun tim sepak bola itu memiliki kompleksitas yang rumit dan pasti memerlukan waktu yang tidak sedikit. Namun demikian, berbuat yang terbaik adalah satu-satunya pilihan yang tersedia. Segenap Pasukan Persibas harus menampilkan yang terbaik dan mempertontonkan semangat juang yang pantang menyerah sejak awal pluit dimainkan sampai pluit akhir ditiup sang pengadil pertandingan.


Jelang Menghadapi Persibangga
Secara kesejarahan, Persibangga lebih dulu menginjakkan kaki di level divisi utama. Artinya, para pemain persibangga lebih dulu mengalami kerasnya persaingan pada level tinggi. Namun demikian, itu tak kemudian membuat nyali Persibas Banyumas ciut. Ini kesempatan melakukan memutar balik keadaan setelah pada pertemuan pertama di Turnamen ISC Persibas dipukul Persibangga 2-1 saat bermain di Purbalingga. Semua pemain dan pelatih menyadari ini bukan hal mudah, tetapi bukan berarti menyerah sebelum permainan dimulai. Faktor tuan rumah akan dimanfaatkan Persibas sebagai tambahan semangat untuk menampilkan permainan cantik dan menawan. Dukungan para fans akan menjadi pemain ke-12 yang akan melipatgandakan energi seluruh pemain untuk berjibaku mematahkan segala trik Persibangga untuk membobol gawang Persibas.

Check terakhir dipagi tadi menunjukkan seluruh pemain siap bertempur. Semua bertekad untuk menang dan menandaskan pada para fans setia dan masyarakat pencinta bola banyumas bahwa mereka masih layak ditonton dan dibanggakan. Semua kelemahan telah dievaluasi dan tak ingin terjebak pada kesalahan yang sama. Berbagai alternatif strategi diuji cobakan saat menghadapi tim yunior sekaligus mengukur titik efektivitasnya.

Ada satu hal yang menarik dari uji coba dengan para pemain Persibas Yunior kemarin dimana di 30 menit pertama Persibas Senior sukses menggulung Persibas Junior 2016 dengan skore 2-0. di 30 menit kedua, Persibas Senior menghadapi Persibas Junior 2014 dimana Persibas Senior kebobolan 2 gol. Momen ini dimanfaatkan Pelatih Ispri untuk mengujicobakan beberapa strategi kepada seluruh pemain. Sayangnya, maksud hati meng-ujicobakan efektivitas racikan, namun salah satu koran harian di Banyumas justru menilai kebobolan 2 gol oleh Persibas Junior 2014 ini dipandang sebagai pertanda buruk saat Persibas menghadapi Persibangga nanti.

Apapun pemberitaan yang dituliskan media tetap harus dilihat dari sisi positifnya. Tekanan media harus dijadikan sebagai sumber energi bahwa Persibas akan menampilkan yang terbaik di Derby Pangiyongan Jilid IV di besok Sabtu, 23 Juli 2016.  

Apa yang akan terjadi di Sabtu besok?. Menjadi menarik untuk disaksikan langsung di GSP (Gor Satria Purwokerto) sejak Kick Off 15.30 Wib.




Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved