ISC : Berbenah Sebagai Cara Untuk Layak di Percaya dan di Banggakan

Senin, 25 Juli 20160 komentar

Berbenah Sebagai  Cara Untuk Layak di Percaya dan di Banggakan

2 (dua)  kali hasil imbang cukup bagus bila dibanding dengan beberapa kekalahan‎ sebelumnya disepanjang keikutsertaan Persibas Banyumas dalam Turnamen ISC. Apalagi hasil imbang ini diraih saat Persibas tanpa pelatih kepala pasca mundurnya Coach Putut. Dibawah kepemimpinan Mas Ispri, tim Persibas mampu mengimbangi tim mapan sekelas Persis Solo dan juga Persibangga.  “Ini sesuatu yang harus di syukuri walau berpuas diri bukan pilihan yang bijak”, demikian kata Om Dimas Gustaman selaku manager Persibas Banyumas.

"Kita butuh kemenangan"..begitu suara yang terus didengungkan oleh supporter mulai lewat BBM, FB,WA dan media lainnya. Ya..itu harapan yang wajar dan seharusnya diperjuangkan. Mereka ingin melihat tim kebanggaan mereka menghujani lawan-lawannya dengan gol-gol indah. Mereka ingin melihat tim kesayangannya bertengger di posisi menggembirakan pada klasemen turnamen. Mereka ingin memiliki kebanggaan saat membincang seputar sepak bola pada sahabat-sahabat luar kota atau luar daerahnya. Mereka ingin memiliki alasan tak tergugat saat berkorban habis-habisan & melakukan pembelaan mati-matian demi kejayaan Persibas.

Untuk itu, rasa syukur ini bukan diwujudkan berpuas diri, melainkan terus memperbaiki diri dan mengasah kemampuan baik secara individu maupun kolektivitas tim . Apalagi Persibas hanya menyisakan 2 (dua) pertandingan kandang melawan PSGC dan PSCS, selebihnya harus bermain tandang ke Persip Pekalongan dan Persika kerawang. Tidak ada yang mudah dipertandingan berikutnya, sehingga persiapan harus lebih matang dan menunjukkan peningkatan kinerja tim secara progressif. Semua pertandingan harus menghasilkan poin agar Persibas terdongkrak dari posisi buncit klasemen sementara, khususnya saat bermain di kandang agar bisa bermain penuh. “Persibas harus finish minimal di posisi tengah klasemen guna untuk membangun kepercayaan masyarakat”, demikian harapan Bapak Supangkat selaku ketua Persibas Banyumas yang disampaikan beberapa lalu saat pengarahan pemain.  

Pertandingan penuh drama di Sabtu lalu harus dilupakan tanpa menghilangkan pelajaran-pelajaran yang didapat dari pertandingan itu sebagai bekal penting di berikutnya. Persibas harus menatap ke depan dan lebih optimis menjalani hari-hari selanjutnya. Pasca melakoni pertandingan melawan Persibangga Purbalingga, Mas Ispri memberi 2 (dua) hari libur pada pemain dan baru akan latihan kembali Selasa pagi di lapang GSP. “Perbaikan mentalitas dan pengendalian emosi pemain masih menjadi PR disamping persoalan teknis persepakbolaan yang harus terus diasah”, demikian ungkap Pemain perlu diingatkan bahwa tidak jarang lawan sengaja melakukan provokasi untuk membuyarkan konsentrasi dan juga mengulur waktu. Semua pemain Persibas harus benar-benar membangun kesabaran dalam semua suasana pertandingan. Sepak Bola itu penuh intrik dan kejelian diperlukan untuk memahami agar tidak terjebak pada pancingan lawan. Persibas harus tetap konsisten pada konsep fair play namun kewaspadaan juga harus ditingkatkan dari berbagai cara kurang bijak yang dimainkan lawan demi meraih kemenangan”. M.Arsad Dalimunte selaku CEO Persibas Banyumas.   


Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved