“LOYALITAS TANPA BATAS” PARA PEMAIN KE-12 PERSIBAS BANYUMAS

Senin, 16 Mei 20160 komentar

 “LOYALITAS TANPA BATAS” PARA PEMAIN KE-12 PERSIBAS BANYUMAS


Usai mendampingi Persibas Banyumas tanding di kandang PSGC Ciamis, kami pamit lebih dulu kepada segenap pemain, pelatih dan official. Sesaat melewati kerumunan penonton, kami mulai menelusur pinggiran kota menuju jalan propinsi. Kebetulan saat itu sudah masuk waktu maghrib, jalanan tergolong agak sepi. Kami memutuskan untuk menjama’ sholat karena tadi tak memungkinkan untuk wudhu di ruang ganti pemain. Saat kendaraan sudah mencapai perbatasan ciamin, tepatnya perempatan lampu merah banjaran, kami mendapati segerombolan anak muda yang mayoritas memakai kaos khas pendukung Persibas. Kendaraan berjalan lebih lamban untuk memastikan bahwa kesimpulan seisi penumpang mobil adalah benar, yaitu pendukung setia Persibas Banyumas. Tak salah lagi, mereka adalah pendukung Persibas  Banyumas ditandai tulisan bombastik pada kaos biru yang mereka kenakan. Melihat jumlah mereka yang begitu banyak, tak mungkin menawarkan tumpangan karena yang memungkinkan hanya untuk 2 (dua) orang saja. Akhirnya, kami memutuskan untuk memacu laju kendaraan.

Kalau sebelumnya seisi mobil sedang me-review pertandingan Persibas vs Ciamis yang baru saja usai dari analisa teknis, tema bergeser tentang kekaguman pada semangat supporter yang selalu setia mendampingi Persibas dimanapun bertanding. Tema “rika ora dewekan” (baca: anda tidak pernah sendirian) benar-benar mereka buktikan entah bagaimanapun caranya. Dari cara mereka berkumpul dilampu merah, bisa dipastikan kalau mereka beranjak ke stadion Galuh Ciamis bermodalkan nekat alias bawa uang untuk tiket plus sedikit untuk sekedar melepas dahaga. Artinya, hampir bisa dipastikan bahwa dari stadion Galuh Ciamis sampai perempatan lampu merah Banjaran, mereka ngompreng alias nekat menyetop kendaraan yang berkenan membawa mereka. Mungkin saja, kendaraan yang tadinya memberi tumpangan gratis berbelok ke arah Pangandaran sehingga mereka memilih turun dan kemudian menunggu kendaraan lainnya yang bisa mmebawa mereka ke wilayah Banyumas. Luar biasa....dan salut atas loyalitasnya terhadap Persibas”, itulah kata serupa yang disimpulkan seisi mobil dimana ada dr. Teguh selalu dokter tim Persibas, Mas Danan Selaku Wakil Ketua Persibas, Om Sarwono selaku crew PT Persibas Banyumas dan Mas Arsad selaku CEO yang juga menyertakan 2 (dua) anak lelakinya selaku kader pendukung mania Persibas di masa depan. Kalimat itu merupakan apresiasi tulus dan kekaguman yang amat sangat atas pengorbanan para fans untuk selalu mendukung tim kebanggaannya, Persibas Banyumas.

Mereka rela naik turun dari satu kendaraan ke kendaraan berikutnya dengan satu tekad yang penting bisa menyaksikan dan memberi dukungan langsung kepada segenap pemain Persibas saat berjuang. Mereka terus bernyanyi, berteriak lantang menyemangati dan terus memekikkan yel-yel yang efektif memompa energi pemain untuk terus berjuang dan menyajikan permainan terbaik. Bahkan, terkadang mereka lupa keselamatan diri mereka sendiri demi kesuksesan Persibas Banyumas. Hujang tak jadi penghalang dan jauh tak dianggap rintangan....pokoke “rika ora dewekan”.   


Setelah mampir di  majenang untuk istrahat dan menunaikan jama’ takhir Magrib dan Isya, kami pun melanjutkan perjalanan. Sesaat memasuki jalan utama setalah melalui jalan motong memperpendek jarak, dari kejauhan kami melihat sebuah truck gandeng pengangkut semen. Samar-samar kami melihat puluhan orang berada dibagian belakang truk tak ber-bak itu, sebagian ada yang tiduran, sebagian lainnya ada yang sedang bermain gadget dan ada pula yang duduk sambil menikmati perjalanan sambil melawan angin dingin. Terbersit duga jangan-jangan mereka itu adalah supporter Persibas yang tadi sedang menunggu omprengan gratis di lampu merah jembatan. Untuk memastikan, kendaran kami pacu lebih cepet hingga berjarak sangat deket dengan bagian belakang truck itu. Betul saja kalau yang nangkring di bagian badan belakang truck itu adalah mereka.

Seketika terasa darah menyatu dengan mereka. Dr Teguh dan Mas Danan tiba-tiba ber-ide untuk membagi rangsum yang kebetulan tadi dibeli di swalayan saat istrahat. Pasti mereka lapar dan kedinginan padahal masih harus menempuh 2,5 jam perjalanan untuk sampai di wilayah Banyumas....fikiran itu yang kemudian menguatkan untuk mengeluarkan semua perlengkapan logistik yang ada dalam mobil. Setelah memastikan belakang dan depan mobil kosong, mobil mencoba bergerak kekanan dan menyesuaikan kecepatan truck agar bisa sejajar. Kaca mobil samping kiri bagian depan di turunkan dr.Tangguh dan kemudian mengeluarkan logistik satu per satu. Insting kawan-kawan supporter ini juga cukup tajam dan langsung menyambut uluran logistik itu dengan sigap. Setelah memastikan semua sudah tertransfer, kendaraan kami pun melaju lebih keneng meninggalkan mereka sambil melambaikan tangan. Terdengar sayup ucapan “maturnuwun” disertai tawa khas anak muda yang sedang riang.

Terbenak betapa hebat dan kuat cinta mereka terhadap Persibas Banyumas. Mereka bergerak atas kemauan sendiri. Mereka melangkah atas dasar perasaan cinta yang tak pernah pupus apapun hasil akhir yang diperoleh tim kesayangan mereka. Diusia mereka yang masih tergolong sangat muda (kisaran anak SLTP dan SLTA), mungkin mereka harus menyisihkan jajan beberapa hari untuk bisa membeli tiket dan bergabung dengan sesama anggota supporter Persibas Banyumas.  Atau bahkan diantara mereka ada yang harus berusaha keras untuk sekedar mengumpulkan uang untuk membeli tiket...semua mereka lakukan demi mendukung tim kesayangan mereka dimanapun berjuang.

Tulisan ini sengaja diangkat untuk menguatkan perasaan ke-kita-an semua unsur untuk menyatukan energi dan ikut membesarkan dan membawa Persibas pada puncak raihan membanggakan sesuai kapasitas dan porsinya masing-masing. Loyalitas kawan-kawan muda itu tak boleh disia-siakan. Semua unsur harus bekontribusi maksimal sebagaimana anak-anak muda itu telah berbuat sesuai batas usia dan kemampuannya.

Terima kasih para supporter, loyalitas yang terus kalian tunjukkan telah menjadi inspirasi lipatan energi untuk terus berfikir dan berbuat terbaik untuk menjadikan Persibas sebagaimana di mimpi dan imajinasi indah kalian...

Salam Juang Persibas......!!!!!  Rika Ora Dhewekan....!!!!  
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved