2 (DUA) KEKALAHAN BERUNTUN BUKAN BERARTI KIAMAT

Selasa, 24 Mei 20160 komentar



2 (DUA) KEKALAHAN BERUNTUN BUKAN BERARTI KIAMAT

Tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi dan bahkan seolah tak percaya dengan hasil akhir dimana Persip Pekalongan sukses mengubur mimpi Persibas Banyumas untuk meraih poin penuh di kandang sendiri. Persip sukses mengejar ketertinggalannya dengan menyarangkan 2 (dua) gol ke gawang Persibas sehingga memaksa pertandingan berakhir dengan 2-1 untuk kemenangan Persip Pekalongan. Perasaan kecewa dan sedih atas hasil akhir itu, bahkan jauh lebih kecewa dibanding saat ditaklukkan oleh PSGC Ciamis dengan skor 4-0. Alasannya sederhana, karena Persibas Banyumas sedang menjadi tuan rumah saat menjamu Persip Pekalongan. Namun demikian, terus larut dalam kesedihan bukanlah pilihan bijak, sebab kompetisi masih panjang. Artinya, perjuangan belum selesai dan masih terbentang momen-momen pembuktian kedigdayaan Persibas Banyumas. 2 (dua) kekalahan beruntun bukan berarti kiamat dan move on harus segera dilakukan untuk mendapati hasil yang lebih berpengharapan.

Apapun kondisinya, Persibas harus menerima jejak menyedihkan di 2 (dua) pertandingan terakhir tersebut. Kebesaran jiwa harus dibangun atas hal itu dan kemudian bertekad melakukan perbaikan dipertandingan berikutnya.  Untuk itu segenap pemain, pelatih dan manajemen harus menghindari minimal ada 2 (dua) sikap berikut ini ; 1.Excuse, yaitu mencari-cari alasan untuk menjadi pembenar kekalahan dan; 2.Blame, yaitu saling menyalaahkan. Semangat yang dibangun adalah win or loose is my Persibas". Artinya, ke-kita-an tetep harus dijaga yang diikuti dengan komunikasi intensif guna penyatuan energi dan potensi untuk langkah berikutnya. 

Sejalan dengan itu, tadi malam, seluruh pemain, tim pelatih,  direksi PT Persibas, Perwakilan Pengurus Persibas duduk bersama sejak jam 19.00 wib. Kalau evaluasi tentang teknis dan strategi persepakbolaan sudah dilakukan oleh sang Coach Putut dan tim pelatih  sejak latihan senin sore kemarin, maka malam ini  komunikasi focus pada non-teknis sepak bola yang meliputi; 1.Mmebnagun pemahaman bersama kepada pemain tentang dampak luas dari kekalahan beruntun, baik dari sisi klasemen sementara maupun dari sisi pencinta Persibas Banyumas yang sudah pasti kecewa dan sedih; 2. Meng-eksplorasi suara dan pandangan pemain tentang factor-faktor penyebab kekalahan di 2 (dua) pertandingan terakhir. 

Selanjutnya  segenap pemain diajak berfikir bersama tentang hal-hal yang harus dilakukan agar kecintaan masyarakat terhadap Persibas tetap tumbuh, terpelihara dan berkembang. Masing-masing pemain diminta berpendapat dan kemudian dilakukan vote untuk menghasilkan “rumusan langkah” membangung, menjaga dan mengembangkan kecintaan masayarakat Banyumas terhadap Persibas. Lewat pelibatan pemain dalam perumusan ini, maka secara bersamaan metode  ini menanamkan misi dan tekad ke dalam fikiran setiap pemain Persibas Banyumas.  

Ada 5 (lima) hal yang dihasilkan dari komunikasi yang berlangsung santai dan cai ini, yaitu:
  1. berprestasi dan membanggakan
  2. skill pemain yang baik
  3. Bermain bagus dan kompak
  4. Ramah dan Bersikap baik di luar lapangan sikap (good attitude)
  5. Performance/penampilan yang baik
5 (lima) langkah ini selanjutnya disepakati menjadi tekad bersama untuk menempatkan Persibas Banyumas layak dicintai dan dibanggakan masyarakat Banyumas, khususnya para pencinta bola. Tersusunnya 7 (tujuh) langkah ini sebagai penegasan bahwa segenap crew Persibas tidak ingin ditinggalkan oleh para fans setianya. Segenap pemain Persibas Banyumas bertekad menjadi pelayan yang baik dalam arti selalu berusaha maksimal membahagiakan seluruh fans dan pencinta bola khususnya di Banyumas.

Tidak ada hasil yang instant, namun kemauan untuk terus belajar dari hal yang sudah dilalui dan melakukan perbaikan strategi pendekatan diyakini akan membawa Persibas Banyumas menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Salam Juang Persibas Banyumas….!!!!!  Rika Ora Tau Dewekan....!!!
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved