Selamat Jalan Sang Pejuang Koperasi Banyumas

Senin, 21 Maret 20160 komentar



Selamat Jalan Sang Pejuang Koperasi Banyumas


Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun..... telah meninggal dunia. Bp Soewarlan S, mantan Ketua KUD RT, pukul. 11.50 wib. Semoga khusnul khotimah. Amiiin.... Begitu bunyi sms ketua KUD Rukun Tani Kecamatan Cilongok Kab.Banyumas yang masuk ke Hp Pimpinan Dekopinda Banyumas tepat jam 12.04 Wib.

Berita itu begitu mengagetkan bagi para pegiat, aktivis  dan dunia koperasi Banyumas, mengingat beliau merupakan salah satu senior dan juga guru bagi para pegiat koperasi di lingkungan Kabupaten Banyumas.  Bapak Soewarlan S adalah pribadi disiplin. Beliau juga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan bijaksana. Ada satu sifat unik dibalik disiplin, tegas dan bijaksana itu, yaitu "tidak tega-an". Tak jarang beliau meneteskan air mata bila ada persoalan yang sedang membelit disekitar beliau. Tak bisa marah lama2 dan cepet memaafkan merupakan sisi baik lainnya  dari pribadi satu ini.

Dalam bergaul, beliau dekatnya pada semua golongan. Bahkan, beliau selalu mengapresiasi generasi muda untuk mengembangkan bakat-bakatnya. Dengan tulus, beliau selalu memberi jalan masuk bagi pemikiraan dan gagasan anak-anak muda walau revolusioner sekalipun. Bahkan, beliau tak sungkan duduk sebagai peserta saat anak muda koperasi berposisi sebagai narasumber disebuah acara pelatihan.  

Jiwa dan sikap kepemimpinan beliau begitu kuat. Hal ini terlihat dari perjalanan karir beliau yang mayoritas selalu berada di level  "pimpinan'. Hal ini juga terjelaskan saat Mas Danan Setianto membacakan otobiograpi perjalanan hidup beliau diupacara pemberangkatan jenazah yang antara lain terjelaskan berikut ini : 

Bapak Soewarlan terlahir di Yogyakarta tepatnya tanggal 15 Januari 1937. Hasil pernikahan beliau dengan Ibu Salamah, beliau dikarunia 3 (tiga) orang  puteri dan 1 (satu) orang lelaki serta dikarunia 8 (delapan) orang cucu.  Beliau mulai merintis karir dari bawah sebagai Guru di ekolah Rakyat  panembangan sejak tahun 1956 sampai dengan tahun 1965. Berkat keuletan dan sikap serta sifat keoemimpinan yang melekat, beliau mulai menjabat sebagai Kepala SD sejak 01 Oktober 1965. Pada tahun 1966, beliau promosi dan menduduki jabatan sebagai wakil kepala Kabinsar. Tahun 1972, beliau naik lagi dan menjabat sebagai Kepala kabinsar. Berikutnya beliau beberapa kali menjabat sebagai Kepala kandepdikbud Kecamatan mulai dari tambak, sumpiuh dan Ajibarang. Kecermerlangan karir beliau tak berhenti sampai disitu, beliau kemudian diangkat sebagai kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Cilacap. Di Kabupaten ini, beliau mulai menyatu dengan gerakan koperasi berposisi sebagai ketua P-KPN (Pusat Koperasi Pegawai Negeri) Kabupaten Cilacap sejak 1988 sd 1994. Sesudahnya beliau kembali ke Banyumas.
Sekembalinya ke Kabupaten Banyumas, Aura kepemimpinan beliau tak juga redup dan terhitung sejak 1994 sampai dengan Februari 2015 Beliau dipercaya menjabat sebagai Ketua KUD Rukun Tani, Kec. Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kepemimpinan Beliau membawa KUD Rukun Tani menjadi salah satu KUD papan atas dan kebanggaan Kabupaten Banyumas.

Beliau juga sempat menjadi salah satu Korda (Koordinator Daerah) Puskud Jawa Tengah untuk wilayah Kab. Banyumas. Di Dekopinda Kabupaten Banyumas, beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang untuk beberapa periode. Beliau juga merupakan ketua IPPK Kab.Banyumas, sebuah induk organisasi pensiunan para pegawai negeri di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

Ada sedikit cerita inspiratif yang membangun  kesan seolah beliau memiliki firasat kuat akan segera dipanggil Sang Khalik. Sejak tahun lalu, dengan alasan ingin istrahat beliau mengundurkan diri dari berbagai jabatan yang disandangnya. Dalam hal pengunduran diri dari berbagai jabatan ini,  beliau sempet sedikit marah saat mayoritas  peserta RAT (Rapat Anggota Tahunan) KUD Rukun Tani  kembali meminta perkenan beliau untuk terus kepemimpin KUD Rukun Tani. Namun, setelah beliau memohon pengertian audience atas keinginannya istrahat dan menikmati hari tua, akhirnya pengunduran diri beliau bisa diterima dengan ikhlas. Kisa itu menandakan betapa figure satu ini begitu dipercaya dan juga dicintai oleh segenap lapisan masyarakat khususnya di lingkungan Kec. Cilongok. Hal terakhir yang seolah beliau mengerti akan di panggil Sang Khalik adalah saat sehari sebelum meninggal,  beliau meminta puteranya untuk menelepon salah satu kayawan KUD Rukun Tani hanya untuk menyampaikan permohonan maaf bila ada salah dan khilaf semasa memimpin KUD rukun tani.  

Tepat Jam 16.00 wib, Beliau kemudian dimakamkan di pemakaman umum singadipa, Desa PanembanganCcilongok. Jenazah beliau dibawa dengan mobil yang kemudian diikuti ratusan pelayat dan kerabat.

Allah SWT telah mencukupkan hidup figur fenomenal satu ini, Begitu banyak orang yang merasa kehilangan.  Namun demikian, fikiran dan karya tinggalan beliau akan tetap menjadi pedoman bagi banyak pegiat koperasi. Ketauladanan dan ajarannya pun akan selalu menjadi spirit dan panduan bagi segenap  anak didik yang siap melanjutkan perjuangan beliau dalam mengembangkan koperasi.  

Selamat jalan guru..selamat jalan tokoh koperasi banyumas... Selamat Jalan Pak Soewarlan..semoga khusnul khotimah dan ditempatkan disisi yang mulia. Amin ya Robbal 'Alamin...

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved