Menggagas Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran di Kab.Banyumas

Selasa, 22 Maret 20160 komentar



Menggagas Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran di Kab.Banyumas

Hari ini, Rabu,23 Maret 2016, bertempat di Aula Bappeda Banyumas digelar satu Forum SKPD Tematik tentang Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran di Kabupaten Banyumas.

Hadir dalam agenda ini segenap SKPD dilingkungan Kabupaten Banyumas, beberapa LSM (lembaga Swadaya Masyarakat), Kadin Banyumas
Dalam sambutannya, Bapak Eko selaku Kepala Bappeda Banyumas menyampaikan
bahwa Forum kali ini di format dalam pola yang cair dengan harapan akan lebih mendapat banyak masukan dari segenap stake holder yang diundang hadir. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana nuansa seremonial yang kaku justru meminimalisir masukan-masukan brilian dari kelompok masyarakat. Dari pegelaran forum ini, diharapkan akan diperoleh ragam gagasan atau usulan yang harus dilakukan sehingga bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di lingkungan Kabupaten Banyumas.  Forum ini merupakan bagian dari persiapan Musrenbang Kab.Banyumas yang akan di gelar tanggal 28 Maret 2016 nanti.

Dalam draft yang dibagikan sebagai bahan diskusi, beberapa rancangan progam dijelaskan berikut ini :
1.      Program pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.
2.      Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial.
3.      Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma
4.      Program pembinaan panti asuhan/panti jompo
5.      Program Pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks narapidana,PSK, Narkoba dan penyakit sosial lainnya.
6.      Program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial.
7.      Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.
8.      Program peningkatan kesempatan kerja
9.      Program pelayanan kesehatan penduduk miskin.
10. Program pengembangan lembaga ekonomi pedesaan.
11. Program pemberdayaan komunitas perumahan
12. Program keluarga berencana.
13. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Pedesaan.
14. Program pengembangan lembaga ekonomi pedesaan 
15. Program Peningkatan partisipasi masyarakat dalam membangun desa.
16. Pendidikan Non Formal
17. Program Penciptaan iklim usaha kecil menengah yang kondusif
18. Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM
19. Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi.
20. Program pengembangan industri kecil dan menengah.
21. Program peningkatan kesejahteraan petani.
22. Program peningkatan ketahanan pangan pertanian/perkebunan.
23. Program peningkatan penerapan teknologi peternakan.
24. dan lain sebagainya.

Dalam acara ini, Delegasi Kadin Banyumas memberikan masukan-masukan sebagai berikut :
1.      Pelibatan Para pemuka agama dalam membentuk mentalitas produktif dengan mengaitkan nilai-nilai ketuhanan.
2.      Membudayakan “apresiasi” terhadap setiap kreasi warga. Bila memungkinkan juga diberikan ragam fasilitasi yang edukatif dan meng-akselerasi pertumbuhan dan perkembangan.   
3.      Mendorong laju tumbuh kembang “sociopreneur” sehingga membentuk semakin banyak pihak yang membentuk solusi efektif bagi persoalan-persoalan masyarakat, khususnya dalam urusan kemisikinan dan pengangguran.
4.      Membudayakan “aksi menabung” sebagai upaya awal membentuk kemampuan masyarakat dalam merancang masa depan yang lebih baik.
5.      Mendorong laju investasi melalui promosi “potensi” dan ragam “insentif” sehingga menaikkan gairah berinvestasi di Banyumas.
6.      Mendorong UMKM berjejaring dalam : (a) satu wadah organisasi berdasarkan kesamaan/kemiripan aktivitas. Hal ini akan memudahkan dalam menyerap aspirasi dan memudahkan dalam menyusun alternatif solusi atas persoalan yang ada; (b) koperasi. Dalam rangka memperkuat diri atau “bargainning position”, para pelaku UMKM sebaik nya berkoperasi sehingga lebih memungkinkan untuk mendorong laju tumbuh kembangnya usaha yang ditekuni UMKM.
7.      Disamping penguatan kelembagaan koperasi harus di dorong untuk :
8.      berkembang secara usaha melalui pelibatan kaum profesional.
9.      membangun kemitraan mutualisme antar koperasi dalam bentuk jejaring produktif, baik dalam tujuan memperkuat masing-masing koperasi maupun menjajagi peluang membangun usaha skala besar bermodalkan patungan.
10. memobilisasi outlet-outlet usaha koperasi sebagai media bagi pemasaran produk-produk anggota.
11. Menjadikan hasil-hasil penelitian universitas sebagai inspirasi dalam pengembangan usaha-usaha produktif di wilayah Banyumas.

Banyak lagi gagasan yang mengemuka dari para audience melengkapi dan memperkaya draft yang  sudah ada.  Semoga ini awalan berpengharapan dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran di wilayah Kabupaten Banyumas. Amin
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved