LEBIH DARI SEKEDAR KARATE ........

Sabtu, 26 Maret 20160 komentar



Lebih Dari Sekedar Karate

Jum’at, 24 Maret 2016, mengambil tempat di Hotel Cempala, Para Karakteka yang terhimpun dalam UKM (Unit Kegiatan Mahasiwa) BKC (Bandung Karate Club) Universitas Jenderal Soedirman menggelar agenda Up-Greding para pengurusnya yang berjumlah 25 orang. Kebetulan penulis diundang menjadi salah satu nara sumber yang membahas tentang “pembangunan karakter organisasi”.

Pada pemaparannya, penulis menegaskan bahwa organisasi akan menjadi kuat bila semua orang merasa penting tetapi tidak satupun yang merasa lebih penting dari lainnya. Semangat korsa (persatuan) harus terbangun sehingga setiap orang merasa menjadi bagian dari lainnya. Untuk itu, kesiapan semua orang untuk belajar dan saling mengisi menjadi penting sebagai tiket untuk terbangunnya perasaan saling memiliki antara satu dengan yang lainnya.

Bicara tentang karakter organisasi sesungguhnya akan men-simbol dari pribadi-pribadi orang-orang di dalamnya. Oleh karena itu, perlu dibangun indikator-indikator karakter yang perumusan idealnya melibatkan segenap unsur organisasi. Selanjutnya, indikator-indikator ini dijadikan standar nilai-nilai yang semua orang berkomitmen untuk menjaga kemurniannya dalam tindakan keseharian. Untuk itu, setiap  insan organisasi harus berani untuk saling mengingatkandan sekaligus harus siap untuk diingatkan. Disamping itu, setiap orang harus punya semangat untuk saling memberi tauladan. Dengan demikian, nilai-nilai atau indokator-indikator karakter standar organisasi akan menubuh pada setiap diri. Konsistensi dan komitmen dalam menjaga nilai-nilai tersebut perlahan akan membentuk karakter organisasi. Untuk itu, setiap anggota baru perlu disosialisasikan dan diedukasikan agar karakter organisasi senantiasa terjaga dan terpelihara. Satu hal lagi yang perlu dibangun, yaitu relevansi antara kesadaran mewujudkan nilai-nilai itu dengan keterbangunan karakter yang lebih baik dari segenap insan yang terlibat dalam barisan organisasi.

Sehubungan keanggotaan dan kepengurusan BKC adalah mahasiswa, maka perlu juga disusun nalar rasional antara aktif di BKC dengan daya dukungnya terhadap masa depan yang cerah. Dengan demikian, semua insan akan merasa butuh dan bangga menjadi bagian dari barisan BKC. Mereka akan mengembangkan partisipasinya, karena mereka berpandangan semakin banyak hal yang dilakukan dalam organisasi, maka akan semakin tumbuh kapasitas yang sangat berguna dalam membangun nilai marketable diri. Penulis juga mengingatkan bahwa untuk menjadi seorang aktivis sejati, perlu dibangun pandangan bahwa berorganisasi bukanlah mengganggu waktu belajar, tetapi meng-efektifkan waktu bermain. Bila hal ini terbangun, maka semua orang akan enjoy dan kreativitaspun muncul sebagai wujud ekpresi dan kebanggan berada di barisan BKC.

Oleh karena itu, walau muasal keterbentukan BKC adalah semangat membangun kemampuan karate pada segenap anggotanya, namun dinilai perlu untuk menjadi UKM BKC  Unsoed tidak sekedar karate. Ragam kreatiitas perlu dikembangkan dan ragam capaian harus diapresiasi. Dengan demikian, semua orang termotivasi untuk mengembangkan dirinya dalam lingkar BKC.  
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved