KPRI MARGO UTOMO MENGGAGAS EKSPANSI ANGGOTA

Sabtu, 19 Desember 20150 komentar



A. Pengantar
Koperasi Margo Utomo menggelar satu lokakarya perkoperasian yang pesertanya seluruh anggota yang berjumlah 73 (tujuh puluh tiga orang). Luar biasa...koperasi ini secara sadar menggelar satu pendidikan kepada segenap anggotanya yang mayoritas berprofesi sebagai guru. Penulis pun memiliki semangat tersendiri untuk menghadiri setiap pelatihan atau lokakarya yang diadakan oleh koperasi-koperasi beranggotakan para guru. Alasannya sederhana, para guru ini akan menjadi agen penyampai nilai-nilai perjuangan koperasi kepada segenap para siswa/i yang jumlahnya tentu ratusan. Dengan demikian, konsepsi dan semangat 
koperasi akan lebih tersosialisasi dan teredukasi, khususnya pada para siswa/i yang merupakan generasi muda sang pemegang tongkat estafet kepemimpinan di masa depan.

Dalam sambutan pembukaan, ketua KPRI Margo Utomo Pak bambang Sumarsono menyampaikan bahwa pegelaran lokakarya ini dimaksudkan untuk menambah pengetahuan tentang perkoperasian, mengembangkan wawasan dan pada akhirnya tercipta komitmen untuk menjadi insan koperasi yang baik. Beliau menandaskan bahwa ciri insan koperasi yang baik adalah insan yang mampu
menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Sementara itu, Ibu Imro’atun Kepala Sekolah SMP N 01 Banyumas yang juga penasehat KPRI Margo Utomo menegaskan kembali ajakan ketua KPRI Margo Utomo untuk lebih mengembangkan partisipasi aktif dari segenap anggota yang notabene adalah pemilik sah koperasi. Oleh karena itu, kepada segenap unsur organisasi diharapkan memberikan kontribusi positif secara kontinue dan meng-akselerasi pertumbuhan dan perkembangan KPRI Margo Utomo. 

Ada satu PR besar yang diberikan narasumber kepada KPRI ini yaitu tentang mengkaji untuk meng-ekspan keanggotaannya. Dalam pandangan nara sumber, dengan jumlah anggota 73 orang, koperasi sulit mengembangkan aktivitas pelayanannya. Narasumber juga memotivasi bahwa ekspansi keanggotaan ini sangat mungkin untuk dilakukan mengingat Koperas ini berbasis sekolah dimana segenap orang tua siswa sangat memungkinkan untuk menjadi anggota. Hanya saja, ketika ego sektoral masih menguat dan keanggotaan masih ekslusif, koperasi akan kehilangan potensinya untuk mengembangkan dan atau memperluas kebermanfaatan berkoperasi. 

Gagasan ini langsung mendapat respon dari pengurus KPRI Margo Utomo dan kemudian memberi kesempatan kepada anggota untuk berfikir tentang kemungkinan gagasan ini di wujudkan demi akselerasi perkembangan koperasi. Akhirnya, mereka berkomitmen akan mengambil keputusan di RAT Tutup buku tahun 2015 yang rencananya di gelar pada Januari 2016 nanti. 

B.Materi








Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved