PENDIDIKAN SEKS USIA DINI

Jumat, 27 November 20150 komentar



SEMINAR SMART PARENTING di SD AL-IRSYAD AL-ISLAMIYAH 02 PURWOKERTO 
BERTHEMA: "PENDIDIKAN SEKS USIA DINI"
Sabtu, 28 Nopember 2015
 
A.  Testimoni dan pegelaran seminar smart parenting
Hari ini  penulis menghadiri undangan  manajemen sekolah SD Al-Irsyad Al-Islamiyah 02, Purwokerto mengundang untuk memberikan semacam testimoni men-sekolahkan anak di Al-Irsyad. Entah apa yang mendasari undangan ini, yang jelas 3 (tiga) putera penulis kebetulan ber-sekolah disini sehingga dinilai cukup refresentatif untuk  mewakili wali murid yg men-sekolahkan anaknya di SD Al-Irsyad.  

Dalam testimony, penulis yang mewakili orang tua/wali murid dan juga mewakili orang tua yang sedang belajar mendidik anak, menyampaikan 3 (tiga) hal sebagai berikut:
1. Penulis menegaskan bahwa anak adalah amanah yang harus dijaga dan juga dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Oleh karena itu, sebagai bagian dari bentuk penjagaan, setiap orang tua harus membekali anak dengan pendidikan yang baik.
2.      Penulis juga menyampaikan bahwa anak yang sholeh adalah salah satu dari 3 (tiga) hal yang bisa menolong jika usia manusia dicukupkan oleh Allah SWT di dunia. Untuk itu, perlu upaya membentuk kesholehan seorang anak agar do’a-do’a mereka menjadi penolong yang efektif. Atas hal itu, men-sekolahkan anak di sekolah yang concern dalam pembentukan aqidah dan akhlak yang baik merupakan cara terbaik untuk bisa memperoleh anak yang soleh/ah. Atas dasar itu pula, penulis pun men-sekolahkan anaknya di SD Al-Irsyad Al-Islamiyah 02 Purwokerto.
3.      Men-sekolahkan anak di SD Al-Irsyad juga bermakna “jebakan ke ruang kebaikan”. Pelajaran-pelajaran yang diperoleh anak di sekolah juga bisa menjadi pengingat dan sekaligus menambah pemahaman para orang tua terhadap ilmu agama. Disamping itu, adanya keterlatihan anak untuk senantiasa berpeilaku islami tanpa disadari menggugah semangat serupa di keseharian orang tua. Dengan demikian, potensi lahirnya ragam hidayah dan keberpihakan Allah SWT di setiap keluarga kian besar.    

Me-referensi 3 (tiga) hal diatas, tidak berlebihan bila berkesimpulan bahwa men-sekolahkan anak di sekolah yang concern ada pembentukan aqidah dan akhlak serta ilmu pengetahuan umum sesungguhnya bukan saja kebutuhan anak agar memiliki masa depan yang cerah, tetapi juga kebutuhan sebuah keluarga agar rahmat dan hidayah dari Allah SWT membimbing jalannya sebuah keluarga. Akhirnya, penulis menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan Allah SWT menjadi bagian dari keluarga besar Al-Irsyad Purwokerto.

Sebelum agenda testimony digelar, penampilan seorang siswa kelas I bernama Hilmi menandai acara dimulai. Hilmi  membacakan ayat2 Alqur'aan tanpa teks alias hafal diluar kepala. Luarr biasa..itulah kesan yang didapat penulis dan tentunya berinding karena siswa kelas 1(satu) itu begitu melafalkannya.  Terbersit tanya dalam “berbesar jiwa"...kapan bisa menghafalkan ayat sehebat anak ini?...setidaknya Tanya ini meng-inspirasi energi untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Rasa syukur pun kian bertambah bisa berada di  seminar smart parenting yang mengambil tema “bentengi kelua rga dengan  pendidikan seks usia dini”. bagaimana tidak, dikekinian zaman begitu banyak persoalan-persoalan social enyangkut kejahatan seksual sehingga seminar ini sangat bagus menambah pengetahuan, khususnya dalam mendidik anak. Seminar ini di kemas begitu baik dengan menampilkan 2 (dua) nara sumber, yaitu Ibu Dyah Astorini Wulandari, MSi Fakultas Psikologi Univ Muhammadiyah Purwokerto dan Ustadz  Arif Rahman,MA.

Dalam sambutannya, Ustdz qohin selaku kepada sekola menyampaikan bahwa ketahanan diri anak terhadap organ-organ  tubuhnya bila lemah tanpa pengetahuan yang cukup, sehingga anak-anak berpotensi menjadi korban kekerassan seksual dalam berbagai bentuk. Oleh karena itu, pendidikan seks usia dini perlu dilakukan sehingga ada pemahaman yang utuh dikalangan anak khususnya tentang seks.  
Materinya sangat bagus dan komplit dimana Ibu Dyah menyoroti tentang pendidikan seks dari perspektif psikologi
dan Ustdz Arif Rahman,MA meninjau dari sudut ilmu agama. Dengan demikian diperoleh informasi yang komprehensip dan menjadi bahan lengkap untuk menularkan ilmu ini kepada anak-anak.  Dalam pembicaraan dijelaskan bahwa banyak anak2 tidak tahu kalau dia telah menJadi korban pelecehan seksual. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman anak-anak tentang seksualitas. Sebagai catatan yang perlu menjadi perhatian, pelaku/pelecehan seksual mayoritas dilakukan orang yang sudah dikenal dan
bukan hanya dewasa tapi Juga remaja dan anak2. Oleh karena itu pendidikan seks harus diberikan sejak dini dengan maksud melindungi dan membangun pertahanan anak.  Apalagi, pornografi sedemikian rupa merebak dan hal ini bisa merusak otak dan menyebabkan kehilangan kemampuan untuk busa berfikir positif. Secara umum, pendidikan seks bertujuan; (1) memberikan pemahaman pada anak tentang seksualitas; (2) menjelaskan tentang kesehatan reporoduksi: (3) menanamkan nilai moraliitas tentang seksualitas dan perilaku seksual. Intinya, pendidikan seks perlu dilakukan agar anak tidak terjebak ke dalam zinah, baik dalam konteks menjadi pelaku ataupun terjebak menjadi korban. 

B. Materi

B.1. Materi Ibu Dyah Astorini Wulandari, MSi

 

B.2. Materi Ustadz Arif Rahman, MA 


C. Gallery

Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved