SEKELUMIT KISAH DARI SEKEJAP BERSAMA DENGAN MAHASIWA/I PKPA

Senin, 05 Oktober 20150 komentar

SEKELUMIT KISAH DARI SEKEJAP
BERSAMA DENGAN  MAHASIWA/I PKPA


A.  Pengantar
Anak tangga dipenuhi mahasiswa/i peserta PKPA (Praktek Kerja Profesi Apoteker)  yang akan mengikuti kuliah motivasi dan kewirausahaan yang kebetulan diisi rutin oleh penulis disetiap angkatannya. Kali ini, peserta kuliah berasal dari kampus UII Yogya, UAD Yogya, USB Solo, STIFAR Semarang dan UMP Purwokerto. Jam 14.05 penulis tiba di lokasi dengan sedikit tergopo-gopo karena sudah terlambat 5 (lima) menit. Namun ternyata ruangan kuliah yang semula direncanakan masih terpakai untuk acara lainnya. Situasi tidak terduga ini agak difahami mengingat penjadualan kuliah kali ini dadakan sehubungan dengan padatnya agenda. 

Sungguh berat isi kuliah motivasi di jam sore segini, tetapi amanah harus terus berjalan dan berharap Tuhan menginspirasi. Namun, hikmah awal dari acara ini sudah didapat penulis sebelum sesi kuliah dimulai. Saat perjalanan dari rumah menuju lokasi kuliah penulis bertemu dengan satu peristiwa kecelakaan kecil yang melibatkan seorang pesepeda berumur 70 tahun dengan sebuah sepeda motor yang ditunggangi oleh seorang ibu dan anak perempuannya yang kebetulan akan menikah minggu depan. Walau tidak ada tumpahan darah,namun tampaknya keadaan sang puteri begitu menghawatirkan, sehingga akhirnya dibawa ke rumah sakit. Penulis yang kebetulan lewat menawarkan untuk membawa sang kakek dan penunggang sepeda motor itu ke rumah sakit untuk diperiksa. Kebetulan jarak antara titik kejadian dengan rumah sakit hanya sekitar 200 meteran dan lagi pula penulis juga memang sedang menuju tempat pegelaran kuliah di rumah sakit yang seupa. Kesempatan ini tak akan hadir kalau saja tidak ada jadual sesi kuliah di menjelang sore ini.

Sambil berdiri di anak tangga dan menyibukkan diri dengan papan keypad HP, penulis coba merangkai draft tulisan ini sambil mendengar pembicaraan ringan diantara peserta yang sebagian besar belum tahu kalau penulis akan berdiri di hadapan ruang kelas mereka sebentar lagi. Pembicaraan-pembicaraan ringan dan bebas ini setidaknya mewakili kekinian zaman dari kaum muda seusia mereka. Sebagian ada yang asik dengan gadgetnya dan sebagian lainnya terlibat canda tawa tak bertema. Sementara itu, disisi yang tidak terlalu jauh terdengar celetukan "move on dong"...sebagai reaksi atas salah satu temennya yang sedang terjebak menggandrungi lagu-lagu melo pasca bertemu ruwet dalam urusan hati alias cinta. Hmm...ini mengingatkan masa muda penulis yang penuh dengan liku kisah di urusan yang sama. ”Maaf Pak,  tempat kuliahnya Pindah ke apotek rawat inap pak"...ucap salah seorang mahasiswi”. Mendengar hal itu, sesaat kemudian penulis pun bergerak menuju tempat  yang dimaksud.


B.  Jalannya perkuliahan..
Sesi perkuliahan dibuka dengan candaan ringan  guna membangun suasana akrab  dan bersahabat dengan peserta kuliah. Hal ini juga merupakan bagian dari cara menstimulan suasana agar lebih cair dan ngalir. Senyum dan tawa mayoritas peserta membuat ruang kuliah sedikit ramai, tetapi inilah titik masuk untuk menyampaikan pesan-pesan yang sudah direncanakan penulis. Kala peserta terjebak pada keseriusan yang terlalu, joke sengaja dilemparkan sehingga membuat peserta kembali santai, relax dan terhindar dari ketegangan dan kejenuhan. Begitu seterusnya hingga pesan-pesan bijak satu persatu tersampaikan.




Dipenghujung perkuliahan, segenap peserta diberikan 3 (tiga) pertanyaan yang akan dijawab 2x24 jam ke depan. Jawaban atas 2 (dua) pertanyaan dipublish di blog ini dan1 (satu) pertanyaan cukup untuk penulis saja untuk pengukuran efektivitas proses perkuliahan. Pertanyaan pertama berisi pemaknaan peserta tentang kewirausahaan. Pertanyaan ini setidaknya bisa mengukur seberaa jauh semangat atau minat mereka terhadap wirausaha. Sementara itu, pertanyaan kedua bertemakan kepedulian. Pertanyaan kedua ini dimaksudkan untuk memantik peserta meng-koneksikan antara pertanyaan satu dan dua. Sebab saat ini, beberapa realitas sosial masyarakat yang menyedihkan memerlukan sentuhan kepedulian yang tidak hanya berupa pemberian tetapi juga pemberdayaan secara produktif. Untuk itu, diperlukan kreativitas luas yang tidak hanya menyelesaikan persoalan kebutuhan sang wirausahawan, tetapi juga mampi memberikan peluang kehidupan bagi orang lain disekitarnya.  


C. Rekapitulasi Reaksi Peserta Kuliah

Berikut disajikan rekapitulasi jawaban via email yang dikirimkan peserta. Banyak pelajaran yang didapat dari jawaban yang mereka berikan, sehingga diharapkan juga bisa memantik hal-hal baik bagi segenap pembaca. 
















Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved