BERPROSES MENJADI WIRAUSAHAWAN TANGGUH

Kamis, 17 September 20150 komentar



BERPROSES MENJADI WIRAUSAHAWAN TANGGUH


A.  Pengantar


Dalam rangka meningkatkan kapasitas semangat berwirausaha anggota dan juga meningkatkan kualitas pemasaran koperasi PESAT yang memproduksi susu, diselenggarakan satu diklat yang menghadirkan 3 (tiga) narasumber, yaitu : (i) DR. Anisur Rosyad dari Fakultas pertanian Unsoed yang kebetulan juga kesehariannya menjabat sebagai Dekan Fak Pertanian Unsoed; (ii) , Hartati, SPd, seorang praktisi sukses di bidang persusuan dari Wonosobo dan; (iii) penulis aktif di blog ini.Dalam materinya, Pak DR. Anisur fokus pada keorganisasian koperasi, Bu Tati Fokus pada pemasaran dan penulis sendiri fokus pada "semangat berwirausaha".

Pelatihan ini diikuti oleh 40 (empat puluh) orang anggota Koperasi PESAT yang berprofesi sebagai pemilik sapi penghasil susu yang setiap harinya disetorkan ke Koperasi PESAT.


Koperasi Pesat ini memproduksi susu segar berlabel “MILBA” yang pemasarannya sebagian ke pabrik susu bendera dan sebagian lagi untuk pasar lokal Banyumas dalam bentuk susu segar. Koperasi ini beranggotakan  240 (dua ratus empat puluh) orang peternak sapi perah. Dalam kesehariannya, koperasi berbagi peran strategis dengan anggotanya. Disatu sisi
anggota fokus pada produksi susu dan disisi lain koperasi fokus pemasaran. Dalam rangka mendukung usaha anggotanya, koperasi juga membantu anggota bila ada sapi sakit, membantu inseminiasi dan konsentrat. Disamping usaha susu, koperasi juga menyelengggarakan simpan pinjam dan waserda sehingga ragam kebutuhan anggota bisa terpenuhi secara baik.  Koperasi Pesat ini juga merupakan salah satu koperasi kebanggaan Kabupaten Banyumas.
   

Berikut disajikan salah satu materi yang kebetulan disampaikan oleh penulis dalam acara tesebut.


B.  Materi 
Semua menginginkan sukses, tetapi tidak semua berujung kesuksesan. Semua menginginkan kebahagiaan, tetapi tidak semua berada di kebahagiaan. Tidak ada hasil tanpa upaya. Bahkan dalam satu kalimat bijak, hasil tidak pernah menghianati proses. Artinya, keberhasilan adalah “hadiah” yang pantas bagi mereka yang memang tekun, ulet dan sabar dalam berproses. Mereka yang mau belajar dari kesalahan akan bertindak lebih baik diselanjutnya dan kemudian mendapatkan hasil yang lebih menggembirakan pula.


Logika serupa juga berlaku dalam dunia wirausaha. Mereka yang bisa eksis adalah yang memiliki keyakinan, mental kuat dan semangat juang  untuk memulai dengan segala resiko yang mungkin mewarnai perjalanannya. Mereka tidak pernah menyerah pada satu kegagalan, sebab meyakini satu keberhasilan akan menutup sederetan kegagalan sebelumnya. Mereka membangun mimpi dan terus meyakininya serta tidak peduli apapun yang dikatakan oleh orang lain, baik berbentuk keraguan dan bahkan caci maki. Bahkan mereka tetap pada keyakinannya kala orang mendefenisikan dirinya tidak waras alias gila. Wirausahawan memang hanya untuk mereka yang memiliki prinsip kuat. 

Tidak berlebihan kemudian mengatakan kalau dunia bisnis atau dunia wirausaha itu dunia gila. Bagaimana tidak, para wirausahawan meyakini apa yang sesungguhnya belum terlihat dan bahkan rela mengorbankan segala yang dimilikinya untuk keterwujudan mimpi yang besifat tidak pasti. Prinsip kuat telah membawanya senantiasa optimis dalam setiap keadaan. Satu kegagalan bagi mereka bukan alasan untuk berhenti mencoba, sebab setiap kegagalan selalu menyisakan pelajaran yang membuat diri sang wirausahawan menjadi lebih matang dan kuat.

Pada diri wirauswan tangguh selalu memiliki keyakinan bahwa tidak ada langkah percuma dan setiap upaya adalah tiket mendapatkan hasil. Ragam pengorbanan (materil dan immateril) dipandang sebagai bagian tidak terpisahkan untuk bisa mencapai keberhasilan. Oleh karena itu, mindset  para wirausahwan besar biasanya lebih berorientasi pada keterlahiran ragam karya dan memposisikan “uang” diurutan kesekian. Mereka terus berproses demi mewujudkan imajinasi indah atas apa yang dilakukan. Dalam hal ini, mereka meyakini “uang” merupakan  buah dari konsistensi semangat dan ketekunan berupaya. 

Oleh karena itu, mulailah berwirausaha dengan menyusun mimpi dan selanjutnya hadirkan keberanian untuk segera memulai, sebab banyak orang sukses dimulai dengan  memaksakan diri masuk kedalam lingkungan usaha. Mulailah dari sekarang dan jangan sampai keadaan memaksa  untuk melakukannya, menunda pekerjaan berarti melewatkan satu peluang kebaikan. Jiwai  dan hayatilah setiap tahapan  sehingga senantiasa ber-energi untuk terus melangkah.

Percayalah..tidak ada pelaut tangguh dari air yang tenang. Hantaman ombak membuat mereka menjadi lebih kuat dan bahkan tertantang untuk bisa menaklukkanya. Singkat kata, bisnis tidak diperuntukkan bagi mereka yang berkarakter pecundang, tetapi hanya bagi yang memiliki semangat berjuang dan mentalitas berhasil. Bisnis juga bukanlah permainan sulap yang bisa merubah sesuatu dalam sekejap sehingga orang yang berkarakter instan tidak cocok masuk ke dunia wirausaha. Bisnis membutuhkan proses atau tahapan sebagaimana tumbuhan yang tidak langsung berbuah seketika. Oleh karena itu, kesabaran dan ketekuna sangat dipelukan dalam prosesnya. 

Adakah anda orang yang pantas untuk berwirausaha?. Semoga perenungan berujung dengan kata  “IYA” . Amin  



 
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved