KETIKA PARA HACKER,WEB DESIGNER dan PENGGILA IT ITU
TERGABUNG DALAM KOMUNITAS “HACKATON GOLD”
Saat larut dalam keseriusan rapat sore, Herry, seorang sahabat
penulis yang sudah seperti saudara sendiri, melalui telepon menanyakan adakah
peluang waktu bergabung dalam satu forum meeting yang dihadiri para Hacker dan pakar
IT Kab.Banyumas. Tak berselang lama, sahabat Rachmat Imanda yang kebetulan juga
seorang anggota legislatif Kab.Banyumas juga berkirim pesan lewat BBM yang
mengabarkan dan sekaligus mengundang untuk hal serupa. Atas 2 (dua) hal ini, penulis
kemudian buru-buru menyelesaikan meeting dan langsung tancap gas meluncur menuju
arena rapat. Dalam benak penulis, ini kesempatan jarang bisa bertemu dengan
orang-orang gila IT.
Bertempat di Andangpangrengan tepatnya di BCC (Banyumas
Creatif Center) rapat ini digelar. Disamping para hacker, blogger, ahli IT, web
designer, Rachmad Imanda, Uung, Herry, rapat ini juga dihadiri Pak Eko (Kepala
Bapeda/Badan Perencana Pembangunan Daerah) beserta 2 (dua) orsang staffnya, bu
Endang (kominfo).
Keterselenggaraan agenda ini diawali dari semangat kaum
muda untuk bisa berkontribusi terhadap Kab.Banyumas melalui pendekatan ide2
kreatif, khususnya melalui optimalisasi IT. Berkontribusi yang mereka maksud
tidak hanya dalam konteks control atas pembangunan, tetapi juga penyumbang
gagasan atas persoalan-persoalan yang ada di masyarakat dan juga pemerintahan
Kabupaten Banyumas.
Selaku Kepala Bappeda, Pak Eko berharap ide-ide
kreatif lahir dari komunitas ini dan bisa berkontribusi terhadap peningkatan
efektivitas dan efisiensi pelayanan pemerintah kepada masyarakat dalam arti seluas-luasnya.
Kemitraan mutual dengan pemerintah diharapkan memunculkan hal-hal baru yang
mempersatukan energi,khususnya melalui optimalisasi IT.
Mas Uung, salah seorang yang demen dengan urusan berkomunitas
bernada pengabdian, awalnya tidak percaya kalau para hacker dan para pakar IT
ini bisa dpersatukan dalam sebuah wadah. Pemikiran semacam itu didasarkan
beberapa pengalaman Mas Uung berinteraksi dengan penggila temen-temen IT yang
rata-rata suka menyepi, asik dengan diri sendiri dan bahkan cenderung abai
dengan sekitar. Namun, fakta awal 3
(tiga) kali intens mengikuti pertemuan kelompok ini membuat dia terkagum-kagum dan
sekaligus melahirkan persepsi dan keyakinan baru.
Mas Rachmad Imanda Sang Legislator Kab.Banyumas. Beliau begitu kagum dengan ide-ide besar yang
tercetus dari pemikiran brilian dari kaum penggila IT ini. Kala berjalan menuju
parkiran, Mas Rachmad Imanda mengungkapkan apresiasi tingginya terhadap komunitas
ini. Beliau membayangkan bagaimana penggila
IT ini akan membuat aplikasi yang memungkinkan setiap pengusaha bisa mengontrol
jalannya seluruh aktivtas perusahaan dari HP di genggaman. Beliau juga
membayangkan betapa bermanfaatnya bila proses sebuah perizinan di Pemkab
Banyumas bisa langsung dipantau oleh pemohon lewat HP sehingga tidak perlu
bolak balik. Beliau juga mebayangkan bila komunitas ini berhasil membuat ragam
aplikasi yang menjelaskan secara real time hal-hal sedang terjadi
diberbagai sudut Banyumas, maka akan mempermudah dalam pemantauan dan juga respon.
Herry Kristanto, yang penulis kenal sangat
piawai dalam urusan provokasi dan mengkoneksikan satu komunitas dengan
komunitas, meyakini kehadiran komunitas Hackaton Gold ini akan mendorong
percepatan pengkomunikasian gagasan-gagasan besar dari setiap potensi yang
melekat dan lahir dari angggota masyarakat, khususnya anak muda. Beliau berharap besar komunitas ini
akan segera terkoneksi dengan komunitas lainnya di lingkungan Banyumas secara
sinergis sehingga kontribusinya terhadap pembangunan lebih nyata dan bisa
dirasakan oleh masyarakat. Herry juga meyakini hal ini akan mewujud dalam waktu
yang tidak terlalu lama, sebab secara nasional komunitas ini juga terkoneksi
langsung dengan para hacker dan pakar IT yang ternaungi dalam Hackkaton merdeka
yang baru saja menggelar lomba pembuatan aplikasi di Jakarta . Dalam rangka perayaan Sumpah Pemuda,
secara nasional akan diselenggarakan lomba pembuatan aplikasi kependudukan di 17
(tujuh belas) kota
secara bersamaan tepatnya tanggal 24 sd 25 oktober 2015.
Penulis juga
tak bisa menutupi kekaguman atas komunitas yang diisi dengan insan-insan muda,
gila dan super kreatif ini. Banyak hal yang tidak terbayangkan sebelumnya akan lahir
dari komunitas ini. Kehadiran komunitas ini akan mendorong perubahan
paradigma dalam banyak sisi kehidupan. Fakta data yang menunjukkan 79%
masyarakat Indonesia adalah pengguna aktif Internet mendukung keyakinan penulis
atas efektivitas kelahiran komunitas ini. Tidak berlebihan untuk membawa
Banyumas men-dunia lewat komunitas ini. Akan sangat mungkin ide-ide unik dan
genuine terfasilitasi sedemikian cepat sehingga memantik setiap generasi untuk mengembangkan
gagasan dan talentanya.
Satu hal yang menjadi catatan penting, serpihan-serpihan
energi kebaikan telah melahirkan semangat berkontribusi demi percepatan
pembangunan masyarakat Banyumas. Keterbentukan dan eksistensi
komunitas yang akan menamakan diri Hackaton gold ini telah melahirkan harapan
baru bagi percepatan dinamika. Pembaca yang penasaran dengan perjalanan kreatif
komunitas ini bisa mengikuti mereka melalui website: www.hackathonbanyumas.id.
19 september 2015
Sabtu Sore...yang menginspirasi kegilaan
baru



Posting Komentar
.