MODEL PENG-INTEGRASIAN KOPERASI dan UMKM

Senin, 24 Agustus 20150 komentar

disampaikan pada "Lokakarya Perkoperasian" dalam rangka Peringatan HUT KOperasi Indonesia Ke-68 Yang Diselenggarakan Oleh Dekopinda Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
di RM.Kemangi, Purwokerto, 25 Agustus 2015
 


A.  PENGANTAR 
Fakta Data 2014 menunjukkan bahwa Koperasi hanya memberikan kontribusi 2% terhadap PDB Nasional. Disisi lain, UMKM bisa menumbang sebesar 56%. Dalam penyerapan tenaga kerja, UMKM juga menyumbang 97% dan 70% diantaranya disumbangkan oleh pelaku UMK dan sisanya pelaku usaha menengah. Sebuah angka mencengangkan dan juga memprihatinkan, apalagi bila meninjau cita-cita besar koperasi sebagai sokoguru ekonomi. Namun, capaian UMKM itu merupakan satu hal yang membanggakan dan sekaligus menegaskan betapa peran UMKM begitu signifikan dalam percaturan ekonomi nasional Indonesia.

Atas realitas tersebut, terbersit gagasan untuk mencari model peng-integrasian antara Koperasi dan UMKM sehingga keduanya bisa bersinergi dan memberikan kontribusi yang lebih bagi pembangunan ekonomi bangsa. Untuk pencarian tersebut, panitia HUT Koperasi Ke-68 bentukan Dekoinda Kabupaten Banyumas menggelar satu semiloka dimana salah satu nara sumbernya adalah penulis aktif Blog www.arsadcorner.com ini. 

Dari sisi peserta, Semiloka ini tergolong sukses dimana ruangan penuh sampai barisan paling belakang. Sepertinya pegiat  koperasi Banyumas sudah rindu dengan pencerahan semacam acara ini dimana banyak inspirasi yang meng-energi dan bisa diaplikasikan dalam koperasiya masing-masing. Situasi ini mendatangkan semangat tersendiri, khususnya sebagian besar panitia yang rata-rata usia muda dan dikenal sebagai barisan pejuang koperasi. Fakta ini mendatangkan energi tambahan bagi kaum muda untuk kian bersemangat memperjuangkan dan menyuarakan perlunya menumbuhkembangkan koperasi di bumi banyumas yang nota bene adalah tempat kelahiran koperasi di negeri ini. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banyumas. Semoga apa yang beliau saksikan menginspirasi tentang potensi pengembangan ekonomi kerakyatan di kalangan masyarakat Banyumas. Animo besar ini menjanjikan potensi luar biasa untuk mengembangkan kolektivitas masyarakat yang terhimpun dalam koperasi. 

Hal ini tidak hanya sebentuk perjuangan ekonomi semata, tetapi juga pembangunan sosial dan budaya masyarakat Banyumas itu sendiri. Semoga hal ini sebagai pertanda kuat bahwa akan terjadi lompatan semangat yang berujung akselerasi karya yang bisa dirasakan oleh masyarakat Banyumas, khususnya anggota koperasi. Lompatan karya ini akan bisa mengoreksi apresiasi dan sekaligus membangun animo yang lebih kuat lagi dalam berkoperasi. 

   

 







B.  MATERI
Berikut dijabarkan materi yang disampaikan penulis pada acara lokakarya tersebut






Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved