Ketika "WARUNG TARSUN" Membicarakan "KOPERASI"

Rabu, 29 Juli 20151komentar



Ketika Warung Tarsun Membicarakan Koperasi




Ada perasaan seneng diundang ke acara “Warung Tarsun” ini, salah satu acara unggulan dari stasiun radio RRI Puwokerto yang biasa mengudara di jam 16.00 Wib sampai dengan 17.00 Wib secara On Air. Sesuai dengan nama acaranya, Warung Tarsun ini di gawangi oleh 2 (dua) punggawa RRI yang tampil dengan inisial Kang Tarsun dan Yuk Tarsun yang di skenariokan sebagai pasangan suami istri.     



Untuk sesi kali ini agak sedikit unik, disatu sisi Kang Tarsun dan Yuk Tarsun menggunakan Bahasa Banyumasan, di sisi lain nara sumber yang dihadirkan adalah pegiat koperasi kelahiran Sumatera Utara. Untung saja sang narsum sudah cukup lama di Banyumas sehingga sudah familiar dan bisa mengerti  dialog yang sedang berlangsung walau meresponnya dengan bahasa Indonesia dan sesekali memberanikan diri menggunakan bahasa banyumas di penggalan-penggalan penjelasan, Kang Tarsun mencoba mendorong percaya diri Sang Narsum untuk menggunakan bahasa campuran walau akhirnya sedikit terkesan lucu tetapi justru menjadi sisi lain penambah hangatnya suasana di Warung Tarsun.



Acara diawali dengan dialog  antara Kang tarsun dan Yu Tarsun. Yuk tarsun menanyakan pada suaminya apakah dia menjadi lebih cantik sesudah memakai kacamata barunya dan membuat sang suami lebih mencintainya. Dengan nada kocak, Kang Tarsun pun meng-iyakan klaim sang istri diselingi pertanyaan dari mana Yuk Narsun mendapatkan kacamata itu. Dengan polos, Yuk Tarsun pun mengakui kalau dia baru saja hutang ke koperasi dengan sistem cicilan beberapa kali.



Dialog keseharian yang terkemas dalam dialek banyumas itu sungguh menarik perhatian. Apalagi, kebanyakan kata yang dipilih bernuansa humor sehingga mengundang senyum dan gelak tawa. Pasangan pembawa acara ini tambaknya sudah lama berpartner sehingga begitu padu dan insting satu sama lain nyambung banget. Usai dialog awal Kang Tarsun dan Yuk tarsun, keyboard pun beraksi lengkap dengan penyanyi handalnya. Judul lagu pertama yang dipilih adalah  "semalam di malaysia" ..sebuah lagu yang bercerita sebuah perjalanan.  



Begitu lagu usai, kang Tarsun pun langsung menyapa nara sumber yang kebetulan adalah penulis setia blog www.arsadcorner.com. Dalam bahasa Jawa Banyumas yang terbata-bata, nara sumber (narsum) mencoba menjawab sapa dari Kang Tarsun dan  Yuk tarsun dengan ramah dan semangat. Sang narsum pun mulai bersuara merespon pertanyaan Kang Narsun “koperasi kuwe apa jane?’ (Koperasi itu apa sebenarnya). Kesempatan ini dimanfaatkan narsum untuk menetralisir persepsi sebagian masyarakat sebagai tempat hutangan. Persepsi ini memang memprihatinkan, tetapi itulah realitas masyarakat yang  diperkuat kebanyakan aktivitas utama koperasi memang  simpan pinjam, walau lebih dominan pinjam-nya ketimbanng nyimpannya. Persepsi ini semakin menguat kala ditengah masyarakat menjamur  ksp-ksp harian yang populer disebut bank ucek-ucek atau bank titil. Narsum menjelaskan bahwa koperasi itu kumpulan orang yang berkumpul untuk menciptakan kesejahteraan anggota dalam arti luas. Karena koperasi kumpulan orang, maka fokus koperasi adalah membangun orang-orang didalamnya melalui pendidikan yang dilakukan secara terus menerus. Dengan pendidikan perkoperasian, diharapkan akan terbentuk perubahan mindset hidup khususya dalam urusan ekonomi. Narsum mencontohkan bila sebelum seseorang menjadi angota koperasi sering hutang, maka sesudah berkoperasi berubah menjadi sering menabung. Yuk Tarsun pun langsung menyahut kalau hutang itu sudah budaya yang sulit dirubah. Narsum pun menegaskan untuk itulah sesungguhnya tujuan berkoperasi agar menjadi lebih bijaksana dalam pola hidup. Menabung itu persoalan kemauan dan bahkan terkadang harus dipaksakan pada awalnya. Narsum mencontohkan sebuah pengalaman kelompok dasawisma beranggotakan ibu-ibu yang dibangunkan kesadarannya dan dimotivasi mengurangi belanjaannya Rp 1.000/hari dan kemudian menabungkannya. Ternyata, 6 (enam) bulan berjalan sampai tulisan ini diturunkan tingkat kedisiplinannya 100%. Fakta ini menunjukkan bahwa kebisaan menabung adalah persoalan kesadaran dan konsitensi kemauan. Disisi lain, narsum juga tidak mengharamkan hutang dengan catatan kalau hutang tersebut diperuntukkan ke dalam aktivitas-aktivitas poduktif anggotanya dan bukan untuk kepentingan konsumsi yang membuat anggota terjebak pada konsumerisme. Mendengar penjelasan ini, Kang tarsun dan Yuk tarsun pun manggut-manggut mengiyakan penjelasan narsum yang seseskali menggunakan bahasa banyumasterbata-bata (ha2..maklum narsum kali ini asli sumatera,,,ha2). 



Tanpa terasa jam menunjukkan sudah 16.50 wib dan kemudian Kang Tarsun mempersilahkan penyanyi untuk melantunkan suara merdunya.  penyanyi lokal banyumas yang memang expert dalam urusan bernyanyi inipun mengalunkan lagu penambah suasana hangat. Kemerduan suara sang biduan dengan lagu romantisme bergenre pop benar-benar membuat suasana jauh dari tegang, menjadi lebih asik dan santai serta melengkapi kekocakan yang kompak  antara kang narsun dan yuk tarsun. Sebuah kemasan acara kreatif yang dikemas dalam semangatlokalitas.  

Dipenghujung acara, seperti pinta Kang Tarsun, Narsum menyampaikan harapannya agar masyarakat memilih berkoperasi sebagai cara cerdas untuk meningkatkan kesejahteraan dalam arti luas melalui pendidikan yang dilakukan secara terus menerus. Narsum juga menyampaikan bahwa lewat berkoperasi maka kerekatan sosial masyarakat akan semakin rengket dan guyub.  

Trims kepada RRI yang telah mengundang narsum untuk menjadi bagian acara hebat bertajuk “Warung Tarsun”.
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

5 Agustus 2015 17.37

Bang Narsum makin mengkilap aja nich....minal aidin wal faizin ya bang, mumpung masih syawal. Tentu membangun kesadaran masyarakat dalam berkoperasi "yang nabung" punya tantangan lebih berat. Karena berkoperasi "yang ngutang" itu sudah menjadi ketidaksadaran umum alias kolektif kolegial. Untuk itu propaganda dengan memakai media massa, audio-visual dengan kemasan yang bagus seperti warung tarsum ini sangat baik dalam menggugah kesadaran masyarakat. Selamat berjuang Bang Narsum

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved