MENILIK BEBAN BERAT PSIS SEMARANG MENGHADAPI PERSIBAS BANYUMAS

Jumat, 19 Juni 20150 komentar




MENILIK  BEBAN BERAT PSIS SEMARANG MENGHADAPI PERSIBAS BANYUMAS

 H-5  Jelang "BIG MATCH Persibas Banyumas vs PSIS Semarang"



Pemain ke-12 Persibas Banyumas Mulai Ancang-Ancang
   


Disalah satu koran harian media lokal hari ini (Radar Banyumas, 19/06), di beritakan tentang kesiapan laskar Bombastik (sebutan salah satu group supporter Persibas Banyumas) mendukung tim kesayangannya Persibas Banyumas saat  menjamu kedatangan PSIS Semarang di tanggal 24 Juni 2015. Sepertinya, keseriusan mereka akan menjadi lebih luar biasa dibanding beberapara sebelumnya, saat  pertandingan persahabatan pra-musim Divisi Utama yang mempertemukan  Persibas dan PSIS Semarang di Stadion GOR Satriya Purwokerto (GSP).  tribun terbuka dipenuhi oleh laskar Bombastik yang berjumlah lebih kurang 7000 orang. Praktis tribun GSP seketika berubah menjadi lautan biru. 

Secara keseluruhan,  jumlah penonton pada malam itu pun menjadi rekor tertinggi di sepanjang pertandingan pra- musim 2015.  Padahal, satu itu hanyalah pertandingan persahabatan, namun membanjirnya laskar Bombastik  menunjukkan besarnya kecintaan mereka terhadap klub kebanggaan Kabupaten Banyumas ini.  


Lantas, muncul kemudian pertanyaan menarik akan seperti apa lautan penonton di 24 Juni 2014 saat Persibas melayani tamunya PSIS Semarang dalam leg pertama partai semifinal turnamen Kapolda Jateng Cup 2015?.  Mungkin, energi panitia penyelenggara pertandiangan akan menjadi berlipat untuk mensukseskan pegelaran pertandingan krusial ini. Demikian juga pihak keamaman mungkin harus lebih sigap dan bekerja lebih ekstra. Tidak hanya pendukung Persibas Banyumas, para pendukung setia PSIS (Panser Biru dan Snex) juga dipastikan tidak akan mau membiarkan klub kesayangan mereka sendirian bermain di Banyumas tanpa kawalan mereka. Mereka sudah pasti mendampingi Tim Kesayangannya bertarung di GSP karena sangat faham atmosfir pertandingan bila Persibas menjadi tuan rumah. Mereka sangat familiar bagaimana cara laskar Bombastik selalu efektif  memainkan peran sebagai Pemain Ke-12 saat tim kesayangannya bermain. 





Menilik Beban Berat PSIS di Leg Pertama Semifinal Kapolda Cup


Menarik untuk menilik beban psikologis ke dua tim yang akan berhadapan di leg pertama semifinal nanti yang mempertemukan juara group A (PSIS Semarang) dan Runner Up Grup B (Persibas Banyumas). Persibas mendapat kesempatan pertama menjadi tuan rumah dan di leg ke-2 nanti giliran PSIS yang menjadi tuan rumah. Pertemuan 2 (dua) tim ini menarik untuk di kaji, mengingat PSIS adalah klub  yang home base nya di ibu kota Propinsi Jawa Tengah, Semarang. Dalam sejarah sepak bola di tanah air, nama  PSIS Semarang sudah sangat dikenal karena pernah sangat diperhitungkan dan juga berhasil melahirkan beberapa nama besar pemain nasional. Mungkin semua orang masih ingat Ribut Waidi yang sangat terkenal dan menjadi andalam timnas di era 90-an. Nama besar dan sejarah ini bisa menjadi sumber percaya diri tambahan bagi segenap pemain PSIS di leg pertama semifinal Kapolda Cup ini. Akan tetapi, bisa juga sebaliknya nama besar dan sejarah panjang itu akan menjadi beban tersendiri sehingga para pemain tidak bisa bermain lepas saat berjibaku di GOR Satriya Purwokerto (GSP).  Satu hal yang menjadi catatan bahwa  PSIS  men-targetkan keluar sebagai juara dalam turnamen Kapolda Cup ini. Hal ini pernah ditegaskan oleh Pelatih PSIS di salah satu koran regional (Harian Suara Merdeka) sekitar seminggu sebelum Turnamen Kapola Cup ini di mulai. Yang pasti, PSIS tidak mau kehilangan muka dan tidak rela melepas superioriras mereka  sebagai Ikon sentral sepak bola di Jawa Tengah. 


Apakah target ini akan menjadi justru membebani bagi segenap pemain PSIS Semarang?.  Ataukah pengalaman dan keterlatihan berada dalam tekanan akan menjadi kunci kesuksesan mereka nanti?. Akan tetapi, bukan tidak mungkin hal ini menjadi anti klimak dimana PSIS Semarang akan berujung dengan gigit jari di turnamen ini. Perlu di ingat,  predikat superioritas dan ikon sepak bola Jawa Tengah yang melekat pada PSIS menjadikan setiap Tim memiliki motivasi kuat untuk membuat sejarah baru dan bisa mengalahkan PSIS. Sebab, bagi tim manapun dan pemain manapun di lingkungan Jawa Tengah pada mengimpikan bisa mengalahkan PSIS. Alasannya sangat sederhana, bila sukses melakukannya, popularitas tim dan pemain yang berhasil mengalahkan PSIS otomatis akan meroket. Demikian pula halnya dengan mentalitas dan percaya diri para pemainnya, pasti akan meningkat. Singkat kata, tidak berlebihan berkesimpulan bila berhasil mengalahkan PSIS merupakan pertanda  baik untuk menjadi juara alias “the winner” dalam turnamen Kapolda Cup kali ini. 


Sementara itu, Dalam catatan sejarah sepak bola di tanah air, Persibas Banyumas adalah tim promosi di kasta Divisi Utama PSSI tahun 2015. Walau tergolong sebagai “new comer” di kasta Divisi Utama, keberhasilan Persibas menjuarai Bupati Cilacap Cup 2015 saat pra-musim 2015  beberapa waktu lalu, menjadi catatan tersendiri dan tidak sedikit pihak yang terkejut atas raihan tersebut. Apalagi, turnamen itu sendiri di ikuti oleh klub sekelas PSCS Cilacap, Persiba Bantul dan  Persibangga Purbalingga,  dimana ketiga klub ini sudah mapan kepesertaannya di beberapa musim di level Divisi Utama PSSI. Kesuksesan ini benar-benar mencuri perhatian dan sekaligus mendatangkan apresiasi klub-klub sepak Bola di tanah air terhadap Persibas Banyumas, khususnya di lingkungan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Kepenasaran ini pula yang kemudian menjadi inspirasi tergelarnya beberapa pertandingan persahabatan pra- musim 2015 yang mempertandingkan Persibas Banyumas dengan klub-klub mapan divisi utama, antara lain Persip Pekalongan, PSGC Ciamis (semifinalis Divisi Utama 2014), Persib Bandung U23, Persikabo Bogor dan  PSIS Semarang. Sebagai pendatang baru di level Divisi Utama, positioning Persibas seperti mendapat tempat tersendiri di hadapan klub-klub sepak bola yang sudah lama bercokol di kasta Divisi Utama.

Oleh karena itu, tidak berlebihan untuk beranalisa kalau PSIS sendiri sangat ingin mengalahkan bisa Persibas Banyumas di turnamen Kapolda Cup ini. Disamping untuk memuluskan jalan di jalur juara, PSIS tentu tidak ingin nama baiknya tercoreng.   Disisi lain, Persibas Banyumas relatif lebih bisa bermain lepas dan tergolong bemain dalam tensi tekanan psikologi yang rendah di pertandingan ini. Namun demikian, bukan berarti Persibas Banyumas akan menyerah sebelum bertanding.  Bahkan Coach Persibas, Putut Wijanarko, mematok target angka penuh di pertandingan ini. Disamping memiliki keunggulan sebagai tuan rumah yang pasti mendapat daya dukung luar biasa dari penonton, beliau juga menyadari bahwa berat untuk mendapat poin di semifinal leg kedua nanti dimana PSIS bertindak sebagai tuan rumah. Intinya, Coach Putut akan memaksimalkan kemenangan dan bisa mencetak gol semaksimal mungkin.


Menjadi kian  menarik untuk menyaksikan pertandingan ini ketika  Coach Persibas, Putut Wijanarko, berani mematok angka penuh di leg pertama semifinal nanti. Tentu target ini berdasarkan analisa atas statistik anak asuhannya di  berbagai laga persahabatan pra-musin dan sepanjang turnamen ini. Disamping itu, Coach Putut Wijanarko juga tentu sudah menganalisa gaya permainan PSIS  dimana kebetulan pernah di hadapi Persibas saat petandingan uji coba Pra-Musim 2015 beberapa bulan lalu. Sebagai mantan pemain nasional, tentu Coach Putut tidak mau kehilangan muka di hadapan para pendukung setia Persibas dan juga masyarakat  Banyumas. Coach Putut juga tidak mau mengecewakan para pencinta bola di Kabupaten Banyumas yang auranya sedang meingkat tajam.  

Apakah keyakinan Coach Putut yang akan terbukti?. Ataukah PSIS Semarang  akan melanjutkan dominasinya di tunamen ini?...menarik untuk di ikuti jawabannya...
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved