KETIKA ASA MEMBUNCAH

Jumat, 31 Oktober 20140 komentar



Wahai hati yang berkeinginan...
Hari ini, aku mendapati seorang sahabat yang baru saja kembali dari perjalanan spiritual dari tanah suci. Kudapati keceriaan dan ketenangan yang lebih dari  pancaran wajahnya.  Kudengar segala hal baik yang terjelaskan disepanjang silaturrahmi itu. Ingin ini pun kembali menguat, menguat untuk mendapat kepernahan  berada di sana.

Wahai hidup yang terdefenisi Sebagaimana yang tampak..
Ya Allah...Aku tak sedang menggugat, pun tidak sedang menyesali stratifikasi yang sedang aku pilih, sebab bila itu aku takut terjebak menjadi  insan yang tidak bersyukur dan aku khawatir semua menjadi tak bernilai apa-apa dihadapanMu.  

Wahai Allah yang maha Pengasih dan Penyayang...
Limpahiku kebijaksanaan didalam menterjemahkan kesempatan hidup. Tak sekalipun berani meremehkan apa yang telah engkau gariskan sebagai rukun. Bangunkanku ketaqwaan sebagai bekal dalam menjalani hidup hari ini dan berikutnya. Genapkanku memenuhi rukun yang Engkau defenisikan..sungguh aku menginginkannya ya Allah...

Wahai Allah Sang  Penentu Warna...
Ampunan dan kasih sayang Mu penentu warnaku. Sejarah apa yang akan tercatatkan dari serangkaian langkah dan upaya menuju asa dan citaku sungguh atas izin dan kehendakMu. Syukurku atas ni’mat Mu yang luar biasa telah membawaku pada perasaan tak berdaya di hadapanMu. Betapa banyak pintaku ditengah banyaknya kebelumsempurnaanku dalam memaknai dan menjalankan kalam-kalam Mu. Engkau mendefenisikan hidup adalah sebuah cobaan, entah itu sebuah kesenangan maupun kesusahan, kuatkan aku dan berilah kesempatan  menjadi hamba yang Engkau Cintai.

Wahai Allah Sang Pemutus dimana segala sesuatunya bermula
Andai Tanah Suci itu berjarak sejengkal dari keberadaanku saat ini, tentu aku akan langsung melangkah dan selalu berada disana. Tentu aku akan langsung bersujud memohonkan ampun, menguntaikan serangkaian doa yang menjadi dasar segala langkahku.  Tetapi, ketetapanMu atas keterlahiranku di sudut yang lain membuat perjuangan untuk sebuah kepernahan menjadi lebih panjang dan indah.

Wahai Allah yang Maha Mengerti Atas Apa Yang Menjadi Niatku.....
Pernah-kan lah aku berada di ruang indah sebagaimana mimpi itu ku utarakan dan juga kuperjuangkan dihadapanMu. Bangunkanku kesempatan  membangun makna diri yang membuat  lebih baik dipandanganMu. Engkau tahu sejauh mana Hamba-Mu yang lemah ini melangkah demi suatu keyakinan..keyakinan yang berpeluang memperluas kesempatan membentuk hidup lebih indah disetiap pagi, siang dan sore...yang didalamnya terdapat senyum bahagia dan rasa syukur diwajah  hamba-hamba-Mu yang ber-shaf.

Wahai Allah yang berketetapan atas Apa yang Harus Kulihat dan Ku Dengar...
Hati ini Engkau takdirkan begitu tersayat tiap kali  mendengar jerit kepedihan. Perasaan sama selalu hadir tiap kali  kesusahan dan ketidakberdayaan terdengar ditelinga dan juga tersaksikan oleh pandanganku. Hati ini menjadi merasa berdosa saat aku belum bisa berbuat apa-apa sebagaimana seharusnya. Berikanku kesempatan menjadi sahabat bagi mereka dan mampukan aku untuk membawa mereka menjadi hamba-hamba  mulia dipandang-Mu, sebab keyakinan kuatku mengatakan bahwa dengan membahagiakan mereka,  aku akan Engkau bbahagia setakaran yang membawa ketenangan dan kebaikan dalam hidupku.

Wahai Allah Sang Penerima Syukur
Sungguh hati ini bahagia dan ikut mensyukuri saat menyaksikan hamba-hamba Mu terlebh dahulu berkesempatan berada di sana, walau disaat  sama aku tak jarang meneteskan air mata dan memohon untuk dipernahkan. Aku tak sedang menggugat dan tetap berpandangan serta berkeyakinan bahwa Engkau akan mem-pernahkan aku untuk hari indah itu.

Aku hanya sedang berada dikeinginan yang membuncah. Aku pun akan berupaya sekuat daya yang engkau titipkan kepadaku untuk kepernahan itu. Aku pun berharap diberi kesempatan mem-pernahkan lainnya untuk merasakan hal serupa.

Namun, kapan hal itu aku mewujud, sepenuhnya aku pasrahkan menjadi urusan-Mu sepenuhnya...

Amin Ya Robbal 'Alamin 


Terinspirasi 
Sepulang Silaturrami  ke
sahabat yang baru pulang ber-haji 
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved