MENSIASATI KARYAWAN ANEH di KOPMA

Rabu, 23 Mei 20120 komentar


CURHATAN KOPMA “X” SEPUTAR
TENTANG KARYAWAN

PROLOG
Salah satu kawan kita dari pengurus kopma”X” berkirim email tentang masalah personalia/kekaryawanan  yang sedang mereka hadapi. Saya fikir, tema ini juga mungkin dialami kawan-kawan kopma lain, sehingga ada baiknya di paparkan dalam blog ini. Akan tetapi, nama  KOPMA nya tidak disebutkan atas pertimbangan etika. Semoga menginspirasi, khususnya bagi kawan2 KOPMA yang kebetulan menghadapi masalah yang sama. aminn...



PERTANYAAN
Assalmau'alaikum Pak...
Saya dari KOPMA ingin bertanya kepada bapak tentang KOPMA.
Permasalahan yang sedang kami hadapi di devisi usaha adalah kekurangan dana dan  tidak hormatnya karyawan di salah satu usaha kami.

Saya ingin memberhentikan 2 (dua)  karywan tapi bagaimana saya merekrut 2 (dua) karywan yang baik. Karyawan yang saya cari adalah bagian Kasir dan Kasir Pusat  yang bertugas menerima keuangan Kopma. Selain itu saya juga dihadapkan dengan  Kekurangan pengalaman saya dibagian usaha.  Saya baru 1 bulan diangkat menjadi Kabid dan memiliki 4 staff yang baru di Kopma, Motivasi saya adalah Memperbaiki sistem usaha di Kopma dan menaikan omset Kopma.

Mohon saran dari Bapak, agar saya dapat mengambil keputusan dengan baik. Pertanyaan saya dalah bagaimana cara merekrut karyawan yang baik dan membuat karywan berkerja 1 tim dengan pengurus dengan ada sikap m,saling  menghargai karena karyawan kami berkeinginan untuk mengendaliakan pengurus. Langkah pertama apa yang harus saya lakukan untuk memulai kerja dan belajar di Kopma.


JAWABAN
Alaikum Salam Mbak...
Selamat atas keterpilihan Njenengan menjadi Kabid dengan 4 (empat) orang Staff, keterpilihan itu sebuah amanah yg tidak diberikan pada sembarang orang. Sebelum pada persoalan, saya menyarankan kepada anda  untuk melakukan perenungan tentang "niat sesungguhnya" terlibat dalam perjuangan Kopma. Sebab hal ini sangat berpengaruh dalam sikap dan tindakan anda dalam menterjemahkan amanah tersebut.

Atas beberapa pertanyaan yang diajukan, saya berpendapat :
Tentang kondisi karyawan kurang menghormati pengurus, itu masalah yang sering sekali terjadi di lingkungan KOPMA. Disatu sisi pengurus masih baru tetapi
memiliki kewenangan dan kekuasaan atas nasib dan masa sepan mereka, disisi lain karyawan mengenal seluk beluk operasional dan mungkin lahir lebih dulu di
kopma dibanding pengurus. Sebenarnya, urusan "hormat menghormati" masuk dalam ranah etika dalam berinteraksi, sehingga kualitas hormat sesungguhnya imbas 
dari intensitas dan kualitas dari pola interaksi dan gaya komunikasi yang dibangun di antara para pihak yang terhubung di lingkar struktur. Ini memang PR besar dan
sekaligus ujian bagi pengurus KOPMA untuk bisa menjadi pemimpin bagi mereka yang lebih tua, lebih lama dan menggantungkan hidupnya di KOPMA.

Solusi efektif dari kondisi ini adalah kembali pada ruh (visi dan misi) Kopma yang pada intinya adalah membahagiakan segenap stake holder dalam arti luas. Atas dasar ini pula segenap unsur organisasi harus saling bahu membahu dan berbagi peran proporsional (sesuai tugas dan tanggungjawabnya). Semua orang harus  menyadari bahwa yang dibutuhkan adalah "team work" yang solid, sehingga yang harus dibangun adalah ego kolektif (kebersamaan). Satu sama lain harus     saling menghormati dari nurani yang tulus dan bukan berdasarkan kepentingan pragmatis. Untuk membagun iklim ini, segenap pengurus,pengawas dan karyawan     perlu membuat momen "duduk bersama" secara periodik. Pada  momen itu, pengurus selaku pengemban amanah dan juga pengambil keputusan dan kebijakan mensosialisasikan arah dan tujuan pembangunan kopma dan menekankan perlunya distribusi peran dan partisipasi aktif dari semua pihak. Dengan demikian, akan terbentuk "gairah yg sama" untuk mewujudkan "arah pembangunan" itu. Saran saya, sebelum merumuskan kebijakan, pengurus perlu melakukan analisa yg cermat  terhadap situasi dan kondisi yang ada, sehingga apapun kebijakan yang diambil memiliki rasionalitas dan peluang ketercapaian. Sebagai langkah pendukung, perlu  pula dibentuk "rule of game" yang terkonsep dengan baik dan dilaksanakan dengan konsisten. "rule of game" ini berisi tentang tugas, tanggungjawab, hak dan kewajiban setiap orang. rule of game ini juga meliputi alat ukur efektivitas sehingga mempermudah dalam melakukan evaluasi. Dengan demikian, adanya unsur-unsur subyektifitas dalam setiap permasalahan akan menjadi lebih minim. Disamping itu, bertahan atau tidaknya seseorang menjadi pengurus atau karyawan bukan ditentukan atas dasar suka atau tidak suka, tetapi tergantung ketaatan dan kepatuhannya dengan "rule of game" yang ada.

Tentang rencana meng-off kan 2 (dua) orang karyawan, sepenuhnya itu menjadi hak pengurus. Namun demikian, sebelum mengeluarkan pertimbangkan dengan baik apakah mengeluarkan adalah solusi yang terbaik dan paling bijak. Sebagai kaum intelektual kampus yg bercokol di kopma, sebaiknya kalian memaknai "jabatan" adalah peluang menciptakan kebaikan dan kebermanfaatan bagi banyak orang. Artinya, di binasakan (dikeluarkan) adalah langkah yang diambil setelah diputuskan bahwa orang tersebut tak mungkin lagi dibina (di didik dan di latih). Ingat, mungkin diantara mereka ada yang berstatus orang tua dari seorang bocah, sehingga sangat mengharapkan pekerjaan itu demi kelangsungan hidup keluarganya dan keterpenuhan susu anaknya. Bangunlah spirit untuk membina dan mencerdaskan, sebab itu juga bentuk dari cara mensyukuri atas  "kesempatan berkuliah" yang diberikan Tuhan pada kalian. Lakukan komunikasi informal untuk menyerap fikirannnya dan sekaligus mendorong perubahan sikap dia ke arah yang lebih baik.

Namun demikian, ketika itu telah menjadi keputusan kalian dan tetep akan merekrut orang baru ada beberapa cara yang mungkin untuk pilih, antara lain :
  1. metode referensi. metode referensi adalah metode rekruitmen dengan mengedepankan "referensi", sehingga lebih memungkinkan mendapatkan karyawan yang kompeten dan baik. metode ini biasanya disertai dengan fakta-fakta lapangan bahwa orang yang direferensi memiliki karakter yang baik dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan kopma.
  2. metode open rekruitmen. metode ini menggunakan pola seleksi terbuka dengan mengumumkan lowongan pada ragam media. resiko metode ini adalah adanya unsur spekulasi karena kita harus memilih yang terbaik diantara orang-orang yang sama-sama baru kita kenal. Walaupun sesungguhnya banyak "tools" yang bisa dimanfaatkan untuk mengukur integritas dan kapasitas personal calon karyawan, seperti metode wawancara, uji psychotest, uji tertulis dan lain sebagainya.
c.     dan lain sebagainya.

itu hanya pilihan  dan terserah kalian menetapkan pada metode yang mana.
selamat mencoba dan terima kasih telah berkirim email ke saya tentang hal ini. Sukses selalu dan semangat...Salam untuk kawan-kawan di Kopma.  
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved