MIMPI SANG IBU : SEBILAH PEDANG,LAMPU BENDERANG dan CAHAYA TERANG

Sabtu, 31 Maret 20120 komentar



Sang Ibu tercinta menelepon  saat sang anak sedang nge-print kerjaan di kantor. Kebetulan Sang Anak tidak sedang ada tamu sebagaimana biasanya, sehingga pembicaraan bisa berlangsung santai.Sebenarnya sang anak sudah menelepon ke kampung halaman sehari sebelumnya, namun saat itu hanya bertegur sapa kangen dengan sang ayah yang kebetulan sedang berada di sawah. Tenyata, hari ini sang ibu juga sedang bersama sang ayah ditempat yang sama. "lagi mengenang masa lalu ya mi???", seloroh sang anak. "Iya...karena masa muda belum kesampaian...ha22", balas sang ibu dengan canda yang hangat.




Setelah berbicara seputar kampung halaman dan ragam tema untuk saling melepas kangen, tiba2 sang ibu menceritakan tentang "mimpi" sang ibu beberapa hari sebelum sang anak dilahirkan (Januari, 1975), Saat itu Sang Ibu bermimpi di beri sebilah pedang panjang yang lurus dan sebuah lampu indah yang begitu benderang. Setelah meletakkan dan menyimpan ke dua benda itu di tempat yang baik, kemudian sang ibu berpergian ke sebuah tempat berjalan kaki sendirian.  Menjelang maghrib dan hari mulai gelap sang ibu mampir di sebuah rumah kosong untuk istrahat dan sekaligus menunaikan sholat maghrib.  Saat sedang istrahat melepas lelah di rumah kosong itu, tiba-tiba atap rumah itu bergeser sehingga rumah itu  langsung menatap langit.Sesudah itu, tiba-tiba sinar cahaya datang dan begitu terang.

beberapa tahun kemudian (2007), saat kedua orang tua sang anak menunaikan haji di tanah suci, Sang Ibu menemukan sebuah lampu benderang, lampu yang sepertinya pernah beliau lihat sebelumnya. Namun saat itu, sang ibu belum berhasil mengingat dimana pertama kali melihat lampu jenis itu. Saat Sang Ibu sholat di masjidil harom dan mencucurkan air mata untuk sang anak yang sedang berjuang diperantauan, tiba-tiba sang ibu bisa mengingat kembali bahwa lampu itu adalah lampu yang pernah hadir di mimpinya. Airnya mata sang ibu kembali berlinang sambil terus mendoakan sang anak yang sedang berjuang keras untuk sebuah cita-cita bsar diperantauan. 


Hari ini, di saat sang ibu sedang berkomunikasi lewat telepon genggam, Sang Ibu menceritakan hal ini dengan maksud untuk menyemangati sang anak di dalam perjuangannya. Sang Anak meneteskan airmata tak henti-hentinya ketika mendengar betapa Sang Ibu begitu bersemangat memotivasinya. Ada lompatan semangat, bara api perjuangan berubah menjadi nyala api yg berkobar. Sang Anak seperti mendapat suplemen yang me-nol-kan lelahnya yang panjang. Sang anak semakin bersemangat dengan mimpi besarnya  membangun karya dalam rangka membangun kebermaknaan bagi banyak orang.    
Setelah pembicaraan dengan sang ibu tercinta usai, sang anak mengusap air matanya dan kemudian bergegas mengambil wudhu' untuk menunaikan sholat zuhur. Di sajadah persujudannya, setelah memohonkan ampun untuknya, keluarganya dan kedua orang tuanya, sang anak mengumandangkan doa bermateri permohonan restu atas mimpi besarnya, atas perjuangan panjangnya dan atas cita-citanya membangun kebergunaan bagi banyak manusia. Semoga mimpi sang ibu sebelum kelahirannya bermakna baik bagi perjalanan hidup dan cita-citanya, harapnya diakhir doa dengan linangan air mata yang kembali mengalir. 
Sesampai di rumah sang anak menceritakan pembicaraannya tadi dengan istrinya dan sekaligus menyampaikan salam dari keluarga di kampung halaman. "Semoga mimpi itu pertanda baik dalam hidup dan cita-cita kita", sahut istrinya. Kemudian, sang istri pun menceritakan bahwa beberawa waktu lalu bermimpi aneh dimana saat sang istri menelusuri sebuah sungai, sang istri mendapati sajadah dan mukenah putih tergelar di setiap bebatuan yang ada di tengah dan dipinggir sungai.

sambil menghela nafas dalam dan sejuta tanya dalam fikirannya, sang anak merespon dengan kalimat singkat, "semoga semua mimpi itu bermakna semakin terbuka peluang kita baik dipandangan Tuhan".Amin Ya Robbal 'alamin, sahut sang istri dengan begitu hikmat.   



                  -------------------------semoga menginspirasi.......................................
Share this article :

Posting Komentar

.

 
Copyright © 2015. Arsad Corner - All Rights Reserved